Belajar Managemen Waktu dengan Shalat 17 Rakaat


“Abang udah Shalat Dzuhur belum?” kata sang Ibu kepada anaknya yang baru masuk ke dalam sebuah rental komputer yang tiada lain adalah rental milik orang tuanya.

“Belum Mi, nanti aja lah shalatnya Abang sekaliin malem ya, 17 rakaat.” katanya dengan polosnya sambil ngeloyor keluar lagi.

Mendengar itu saya yang sedang serius mengetik Tugas Akhir di rental itupun terkekeh. Jawaban anak-anak memang selalu tak terduga. begitupun jawaban si Abang yang waktu itu belum genap berusia 6 tahun ini.

Tetiba saya teringat jaman kuliah dulu. Kejadian ini sewaktu jaman-jamannya perjuangan Tugas Akhir dulu di sebuah rental komputer langganan yang paling nyaman. Walaupun tempatnya sederhana, begitupun fasilitasnya. Tapi tarifnya murah, bisa bantuin kalau tiba-tiba bermasalah dengan komputer hingga teknik pengetikan, dan lengkap dengan toilet dan mushala. Jadi selama apapun mengetik, semua orang bisa shalat ketika waktunya tiba.

Sekilas hal ini terpikir karena baru saja saya melakukan shalat Isya dijamak takhir dengan shalat Magrib karena Baby Allea malah bangun saat magrib dan tidak memungkinkan untuk ditinggal. Antara mau bobo dan pengen main. jadinya serba salah, dan hasilnya sampai waktu Adzan Isya berkumandang shalat magribpun terlewat.

Setelah selesai shalat Isya 3 rakaat. sayapun kembali berdiri untuk melanjutkan Shalat Isyanya. Terpikir untuk mengqosornya. Tapi dalam hati “Nanti kalau rezeki saya diringkas juga sama Allah gimana?” hahaha…konyol memang, tapi..pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat saya takut atau mengurungkan niat ketika mencoba untuk memilih sesuatu yang lebih mudah dalam menjalankan perintah-Nya. Dan ini seringkali bekerja dengan baik. Sayapun mencoba melakukan trik ini dalam bernegosiasi dengan si kecil meyangkut ketaatannya untuk berbuat baik, bersyukur, tidak malas, dll. Dan, seringkali berhasil juga.

Akhirnya saya mengurungkan diri untuk shalat 2 rakaat dan tetap melakukannya 4 rakaat. Walaupun setelahnya rasanya kok badan ini pegal. Sudah terakumulasi juga dengan frekwensi menggendong baby Allea yang sekarang di usianya yang baru 5 bulan berat badannya 8,3Kg dengan tinggi 80cm. Serta, faktor Umur juga mungkin ya. Usia yang sudah tidak belia lagi. Hehehe..

 

Ternyata Allah itu sudah mengatur sedemikian rupa kebutuhan dan kemampuan kita dalam beribadah ya. Shalat sehari 17 rakaat yang dilakukan dalam 5 kali tidak dalam 1 waktu. Shalat subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat,

Managemen Waktu

                             Managemen Waktu

Ashar 4 rakaat, magrib 3 rakaat, dan Isya 4 rakaat. Tapi masih juga kita lalai dalam melakukannya. Padahal, coba deh, gimana bagusnya managemen waktu yang sudah diatur untuk kita.

Shalat Subuh dari jam 04:30. Semakin cepat kita bangun, kita bisa mandi lebih pagi. Setelah mandi kita tenang karena bisa lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktivitas. Apalagi untuk Ibu-Ibu ya. Harus ngurusin semua keperluan anak-anak, suami. Belum lagi beres-beres, nyuci, masak, belanja, dan berbagai aktivitas domestik lainnya. Dan saat bangun kesiangan sampai kelewat shalat Subuh itu rasanya ada sesuatu yang terlewatkan, dan pastinya keteteran dengan berbagai hal.

Setelah beres ini itu dan berbagai keriuhan di pagi hari. Untuk Ibu rumah tangga yang terbiasa shalat Dzuha, shalat sunat 2 rakaat ini sedikit memberi jeda waktu beristirahat untuk kita. Merasakan air wudhu dan merasakan ketenangan sejenak dari kesibukan pagi hari itu. Banyak loh manfaat dari Shalat Dhuha ini selain sebagai pembuka pintu rezeki. Hati yang seringkali menjadi kemerungsung di pagi hari bisa kembali seperti sedia kala setelah Shalat Dhuha.

Selanjutnya melanjutkan berbagai aktivitas. Kalau saya sih mengasuh anak disambi dengan berbagai hal yang memungkinkan untuk dikerjakan. Termasuk nemenin Qilla main, ngerjain orderan artikel, ngeblog, belajar, baca, browsing, dll. Sebisa-bisanya memanfaatkan waktu luang yang sempit. Nah loh! Dzuhur Tiba, saatnya istirahat lagi dan mendinginkan hati dan pikiran yang sudah mulai terkontaminasi berbagai hal termasuk emosi yang berlarian karena aktivitas yang baru dilakukan.

Setelah itu lanjut aktivitas ibu-ibu bekerja di rumah dan seperangkat liku-likunya. Mulai dari Kakaknya Allea yang kebanyakan energi yang kadang menguras emosi dan air mata, hallah… Adeknya yang suka bikin bingung maunya apa, gadget yang tiba-tiba error, dll. Tidak hanya menguras energi tapi juga emosi. Akhirnya tiba waktu Ashar. Saatnya kembali cooling down. Membasuh muka dengan air wudhu, bertemu Allah lagi, kadang mengadu dengan berbagai hal yang baru saja dialami. Segar kembali walaupun mulai terasa agak letih. Tapi segar kembali dan siap untuk berjuang lagi dengan kesibukan di sore hari.

Semua aktivitas selesai dan Adzan magribpun berkumandang. Saatnya shalat Magrib, menyegarkan badan yang sudah mulai letih. Terutama dengan memberinya makanan rohani. Shalat magrib dan Isya itu rasanya berbeda dengan shalat lainnya. Waktunya berekatan, tapi jujur…saya termasuk orang yang suka mengakhirkan shalat Isya. Maksudnya biar klo semua aktivitas selesai, wudhu menjadi aktivitas terakhir bersentuhan dengan air. Hingga Shalat Isyapun menjadi rutinitas sebelum tidur. Bonusnya saya tidur dalam keadaan memiliki wudhu. Biasanya tengah malam dibangunkan juga untuk shalat malam. Selain karena baby Allea menangis karena basah atau minta mimik tentunya.

Tapi tentu semuanya tidak selalu berjalan mulus. Kadang ada saja hal yang membuat shalat yang seharusnya bisa saya lakukan tepat waktu menjadi mundur. Bisa jadi seperti hari ini. Shalat magrib terlewat hingga menjama shalat tersebut di waktu Isya. Shalat dzuhurpun tak jauh berbeda. Paling apes ketika terlewat shalat Ashar dan Subuh, karena tidak bisa dikerjakan di waktu yang lain. So, sekarang saya belajar menyegerakan shalat sebelum tidak sempat lagi. Karena saya tidak pernah tahu kapan Baby Allea akan rewel dan tidak bisa ditinggal atau kapan saya bisa menitipkan baby Allea untuk Shalat.

Nah, kalimat terakhir saya tadi oke juga ya kalau diganti. “So, sekarang saya belajar menyegerakan shalat sebelum tidak sempat lagi. Saya juga tidak pernah tahu kapan saya akan mati. Saya juga tidak akan pernah tahu sampai kapan saya sehat dan bisa shalat seperti ini.” Ngeri ya kalau ingat, bahwa di dunia ini hanya sebentar, sementara akhirat itu kekal adanya.

Yuk ah, yang masih bolong-bolong shalatnya, yang masih males-malesan kita perbaiki. Shalat itu nikmat, apalagi kalau bisa shalat dengan khusyu dan penuh rasa syukur. Hanya 17 rakaat, dalam 5 kali waktu yang pas, dan rakaat yang juga pas hingga tidak membuat kita sampai kecapean atau letih karena shalat. Hanya meluangkan waktu 10 menit saja, kenapa tidak bisa? Sementara Allah meluangkan sepanjang waktunya untuk kita saat kita membutuhkannya atau tidak.***

 

 

 

 

 

Menjadi Pemburu GA (Give Away)


Kapok enggak menang lomba Blog kemaren. Jago-jagoan SEO. Masuk sih Page One tapi malah sharing di google + nya L. Dari situ males deh ikutan lomba-lomba lagi. Males posting, rasalnya Ilfill aja. Merasa kalau “Da akumah apa atuh?” Halah….Begitulah jeleknya saya.

Sekali mencoba gagal dan berhenti. Padahal seharusnya bukan seperti itu. Ketika sekali mencoba gagal harusnya saya terus berjuang untuk mencoba lomba-lomba blog berikutnya. Nah sekarang mungkin saatnya saya ikutan Give Away (GA) yang diadakan teman blogger yang lain. Gpp lah ga dapet hadiah jutaan tapi saya tidak berhenti menulis. Selain itu juga bisa jadi ajang silaturahmi dengan blogger yang lainnya.

Untuk terus menerus mengalirkan apa yang ada di kepala saya melalui tulisan demi tulisan. Rangkaian kata demi kata yang akhirnya menjadi sebuah bacaan yang renyah untuk dibaca sekaligus diselami isinya. Jiah… Yang pasti saya nyatakan mulai hari ini saya akan menjadi pemburu GA. Hahahaha…. Siapa tahu ini menjadi salah satu jalan untuk saya dapet banyak rezeki. Karena rezeki itu bukan hanya sekadar materi kawan, tapi lebih dari itu 😉

Pemburu Give Away

Pemburu Give Away

Beberapa langkah yang akan saya lakukan untuk menjadi pemburu GA:

  1. Intip dokumen grup tentang lomba-lomba & GA yang diadakan para blogger yang lain.

Banyak banget GA (Give Away) yang diadakan oleh para Emak-Emak blogger keren ini. Tentunya dengan tema yang bervariasi. Hal pertama yang dilihat adalah Dead Line yang masih memungkinkan untuk dikejar.

  1. Seleksi mana yang kira-kira memungkinkan untuk bisa diikuti.

Tidak hanya Dead Line nya saja yang dilihat tapi kemungkinan untuk ditulis. Ada atau tidaknya kemungkinan saya untuk membuat postingan yang diinginkan dalam GA tersebut. Karena pengalaman, menulis sesuatu yang enggak atau bukan saya banget itu rasanya enggak enak banget. Seperti bekerja untuk memenuhi orderan klien. Mending kalau kerja kan dibayar. Kalau GA, ternyata postingan kita enggak menang kan ‘sakitnya di sini’ (sambil nunjuk dada sebelah kiri).

  1. Penuhi syarat yang harus dipenuhi untuk ikutan GA.

Ini mutlak harus diikuti agar postingan kita diakui eksistensinya oleh tuan rumah alias penyelenggara GA. Jadi pastikan semua persyaratan dipenuhi. Nah, untuk yang satu ini…ada satu syarat yang males banget saya ikuti. Yaitu harus tag-tag temen. Bukannya apa-apa, enggak enak aja nge-tag lomba sama orang yang ga interest sama lomba tersebut. Jadi pastinya yang ada syarat tag teman dengan berat hati tidak saya ambil.

  1. Buat rencana tulisan mana yang akan dibuat terlebih dahulu.

Ini sih biar enggak kelupaan aja. Takutnya tahu-tau udah dead line aja, kan berabe. Jadi enaknya kita urutin yang mana yang mau dibuat terlebih dahulu. Prioritas pertama tentu yang dead line nya paling cepet, satu lagi yang temanya lagi pas banget untuk ditulis.

  1. Cari data yang mendukung postingan.

Masalah data ini kadang membuat kesulitan juga. Terutama mencari gambar, video, dll…apalagi yang saya emang enggak punya dan harus buat mendadak. Tapi klo hadiahnya cukup menggiurkan apa boleh buat… hehe… Demi.

  1. Saatnya menunggu pengumuman sambil mencari GA yang lain.

Jika semuanya sudah dilakukan saatnya posting, kirim URL dan duduk manis menunggu pengumuman sambil cari GA-GA terbaru yang mungkin untuk diikuti.

Wah, kalau lihat dari planing sepertinya sudah mantap ya. Saatnya eksekusi dengan memulai langkah yang pertama. Mumpung belum ada orderal artikel atau buku yang masuk. Kalau udah masuk orderan soalnya pastinya saya harus mendahulukan pekerjaan-pekerjaan saya. Hehe…

Tapi tetaplah, saya usahakan untuk tidak berhenti menjadi pemburu GA. Karena ngiler aja liat emak-emak blogger yang lain dapet hadiah, menang lomba, saya cuman nonton dan berdecak kagum sambil berkata dalam hati.

“Hebat banget ya Mak. Arin Mutiarini menang lomba terus”. “Kaya gimana sih postingannya kok bisa menang lomba?”, “Kaya gimana sih blog nya bisa menang lomba/GA?” dan beribu pertanyaan dan pernyataan lain yang bikin saya gemes untuk ikutan kaya mereka.

So, sekarang saya enggak mau jadi penonton aja. Cukup Emak-Emak keren ngomporin saya buat mula action ikutan lomba-lomba atau Give Away juga. Membuat saya menjadi satu dari banyak orang yang menjadi pemburu Give Away. Siapa sih yang enggak sua gratisan hari gini??? Lets Start Baby!***

Tips Memilih Sekolah yang Tepat


Tips memilih sekolah yang tepat untuk anak, adik, atau keponakan menjadi penting di saat mereka akan menuju ke tingkat sekolah yang lebih tinggi. Dari TK ke SD, SD ke SMP, atau dari SMP ke SMA.

Banyak yang harus kita pertimbangkan untuk memilih sekolah yang tepat untuk mereka. Salah sekarang akan menjadi fatal di kemudian hari. Bukankah penyesalan selalu datang terakhir?

Oleh karena itu, tips memilih sekolah yang tepat ini bisa Anda jadikan barometer untuk memilih sekolah yang terbaik, bukan terfavorit karena belum tentu sekolah favorit adalah yang terbaik.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk memilih sekolah yang tepat:

  1. Akreditasi

Sekolah yang dipilih hendaknya sekolah yang sudah terakreditasi. Sekolah tersebut mendapat pengakuan dari negara, sehingga tidak akan ada masalah yang timbul di kemudian hari ketika ternyata ijazah nya tidak diakui, atau sekolah tersebut seudah tidak ada lagi. Ini akan sangat menghabat pendidikan anak untuk melangkah ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

  1. Pendidik

Pendidik memiliki peran yang penting dalam menentukan output dari siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Pilihlah  sekolah yang memiliki guru yang berkualitas, berdedikasi tinggi, disiplin, jujur, bijaksana, serta berwawasan luas layak untuk diperhitungkan. Setidaknya 80% dari pengajarnya memiliki kriteria tersebut agar dapat menjaga  amanat dari para orang tua wali untuk mendidik putra putri mereka secara akademis dengan tidak mengabaikan pendidikan budi pekertinya.

  1. Fasilitas

Sekolah yang dipilih hendaknya memiliki fasilitas yang mumpuni, sehingga siswa siswinya dapat menjalankan kegiatan belajar maupun extrakulikuler mereka dengan baik. Fasilitas yang disediakan sangat mendukung dalam pendidikan akademis di sekolah tersebut. Dengan begitu, siswa dapat memiliki prestasi dan juga dapat menyalurkan bakat mereka. Jika sudah terkondisikan seperti itu maka orang tua siswa tidak perlu khawatir anaknya terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

  1. Ekstrakulikuler

Sekolah yang baik biasanya memiliki kegiatan-kegiatan ektrakulikuler yang lengkap. Siswa memiliki beberapa alternatif pilihan untuk menyalurkan bakat atau hobi mereka di sekolah dan juga untuk bersosialisai dengan teman-temannya. Hal ini membuat tidak ada lagi waktu untuk mereka melakukan hal-hal yang tidak berguna yang nantinya akan merugikan mereka sendiri di masa depan.

  1. Lulusannya

Lulusan yang berprestasi, memiliki perangai yang baik, dan memiliki pergaulan yang baik biasanya lahir dari sekolah yang baik pula. Itulah sebabnya sekolah tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk diperhitungkan diantara sekolah lain. Hal ini dapat dijadikan cermin, setidaknya bagi siswa yang lainnya untuk dapat mengikuti jejak keberhasilan para lulusannya.

  1. Lokasi

Lokasi yang tepat juga patut diperhitungkan dalam memilih sekolah. Hendaknya pilih sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Perhatikan jalur transportasinya, jangan sampai terkena jalur macet. Jika pun tidak ada pilihan lain setidaknya ada jalan alternatif yang bisa digunakan agar nantinya siswa tidak selalu terlambat sampai ke sekolah. Jarak yang lama dan kemacetan dapat menyebabkan kelelahan dan stress, sehingga nantinya menjadi bumerang untuk anak kita.

  1. Biaya

Di masa sekarang ini sekolah menjadi salah satu yang memiliki budget yang cukup tinggi, apalgi di sekolah-sekolah favorit, oleh karena itu sekali lagi saya tekankan bahwa sekolah favorit belum tentu sekolah yang baik. Cari informasi berapa biaya untuk bersekolah di sekolah tersebut. Jika memang sebanding dengan yang didapatkan dan kita mampu tidak masalah, tapi jika tidak, maka tidak usah dipaksakan daripada nantinya malah menghambat pendidikan anak.

Semoga tips ini dapat membantu Anda yang saat ini sedang kebingungan memilih sekolah untuk anak, adik, atau keponakan Anda. Selamat memilih 😉 ***

Bahagiakan Buah Hati dengan ASI


Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya. Rezeki yang hanya diberikan pada mereka yang dipercaya Tuhan. Mereka yang layak diberikan titipan untuk dipelihara dengan limpahan kasih sayang. Buah cinta kasih dari dua hati yang lebur menjadi satu. Dalam sebuah ikatan cinta dan akhirnya di legalkan dalam sebuah pernikahan.

Karena anak adalah buah cinta kasih dari adanya perasaan kasih ayah dan ibu nya, maka kita sebut buah hati. Buah hati yang sudah lahir ke dunia layak mendapat kebahagiaan. Pemberian kebahagiaan yang pertama kali kita berikan salah satunya adalah Air Susu Ibu (ASI).

ASI ini merupakan hak anak yang wajib diberikan si ibu pada anaknya. ASI sangat kaya akan kandungan zat-zat yang sangat berguna bagi buah hati kita. Tidak hanya sebagai bekal ketika ia baru lahir ke dunia sampai dua tahun, tetapi juga sampai kelak ketika ia dewasa. Hal tersebut dikarenakan nilai dari ASI sendiri yang tidak hanya dari segi fisik nya saja yang memang berguna, tetapi juga nilai psikisnya dalam proses pemberian ASI pada si buah hati.

Banyak keunggulan dari ASI ini dibandingkan dengan susu formula ataupun cairan lainnya. Bahkan jika zat itu memiliki harga yang sangat mahal. Selain keunggulan ASI dari segi gizi, ASI juga memberikan manfaat baik bagi ibu, ayah, maupun keluarga pada umumnya dalam berbagai aspek penting dalam kehidupan keluarga dan juga masa depan si buah hati.

Memberi ASI berarti Anda berkontribusi memberikan kebahagian pada buah hati Anda. Kebahagiaan yang tak ternilai oleh apapun di dunia ini. Namun ternyata banyak hal yang berkaitan dengan pemberian ASI ini. Mulai dari ASI eksklusif selama 6 bulan yang dilanjutkan dengan pemberian ASI dan makanan pendamping sampai usia buah hati Anda 2 tahun.

Untuk panduan Anda dalam menyukseskan pemberian ASI ekslusif 6 bulan anda bisa lihat info lengkapnya dengan mengklik Link berikut:
Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 1)
Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 2)
Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 3)
Selamat menjadi orang tua yang bahagia dengan membahagiakan buah hati Anda dengan ASI. Semoga berhasil! 😉

Manfaat Mendongeng untuk Anak


Manfaat mendongeng untuk anak dapat dirasakan segera maupun di masa yang akan datang. Ketika anak Anda tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, bahkan saat mereka tua nanti. Oleh karena itu, manfaat dongeng menjadi semakin penting diketahui oleh para orang tua atau para pendidik anak usia dini.

Ada beberapa manfaat dongeng yang sangat penting untuk diketahui. Khususnya bagi Anda para orang atau Anda yang seringkali bergaul dengan bayi, batita, dan balita.

  1. Memperkuat ikatan batin antara anak dengan orang tua.
    Ini adalah manfaat mendongeng yg kadang tidak disadari, namun cukup penting. Mendongenglah dekat anak Anda, biarkan anak Anda dipangkuan Anda, sesekali belai rambutnya. Cara lain yang paling sering dilakukan yaitu sambil menemaninya menjelang tidur.

  2. Mengasah keterampilan verbal anak
    Dongeng yang anda ceritakan terdiri dari banyak kata yang akan memperkaya penguasaan kosa kata anak Anda. Kata yang Anda rangkai dalam mendongeng menjadi kalimat-kalimat yang dapat mengembangkan kemampuan anak Anda dalam berbahasa.

  3. Memberikan stimulus pada anak Anda untuk berimajinasi dan berpikir kreatif.
    Ketika anak Anda mendengar anda mendongeng untuknya, Ia dipicu untuk membayangkan apa yang Anda ceritakan,dengan begitu imajinasinya terasah juga kemampuan dalam berpikir kreatif, karena banyak sekali hal-hal yg belum pernah anak Anda ketahui dalam dongen tersebut.

  4. Meningkatkan EQ anak
    Emotion Quotient, atau kecerdasan Emosi anak dapat berkembang dengan dongeng. Ia mengenal banyak jenis perasaan dari dongeng. Sedih, marah, bingung, senang, takjub, empati dan lain sebagainya.

  5. Menanamkan nilai-nilai moral
    Manfaat mendongeng yang tidak kalah penting yaitu dalam menanamkan nilai moral pada anak. Tokoh-tokoh yang ada dalam dongeng dan kisahnya dapat mengajarkan anak tentang baik dan buruk, boleh dan tidak, dan nilai-nilai moral lainnya yang dapat menjadi bekalnya dalam kehidupannya kelak.

  6. Memperkenalkan budaya lain.
    Mendongeng sebaiknya tidak terbatas pada dongeng-dongeng lokal saja, tetapi juga dari luar. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan budaya lain, sehingga anak mendapatkan wawasan juga dalam dongeng yang kita ceritakan.

  7. Menumbuhkan minat baca anak Anda.
    Anak sangat ingin tahu tentang segala hal, terutama yang belum diketahui. Begitupun ketika Anda mendongeng, rasa ingin tahu dari dongeng yang ia dengar secara tidak langsung menumbuhkan keinginan membaca anak.

Dahsyat bukan manfaat mendongeng ini? Oleh karena itu, mulailah mendongeng dan tunggu perkembangan anak Anda ;). Selamat mendongeng dan menikmati kebersamaan bersama buah hati Anda.***

Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 3)


Berikut ini Tips agar Bayi tetap mendapatkan ASI walaupun Anda pergi, bahkan jika Anda bekerja.

    Perah ASI pada waktu Serangan itu muncul
Ibu dan bayinya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, sehingga ketika bayi lapar, susu pun secara otomatis seperti terpompa keluar. Bagi Anda yang sudah pernah menyusui pasti mengetahui rasanya. Di mana saat ini ASI akan keluar sangat banyak, bahkan jika terpaksa tidak bisa diberikan pada bayi ASI akan mengalir sangat deras dan tak tertahan, sehingga banyak Ibu menggunakan busa khusus untuk menahan air susu yang dapat membuat baju Anda basah.

Inilah saat yang tepat untuk menyusui bayi, waktu yang tepat pula untuk memerah ASI untuk stock yang dapat Anda gunakan sewaktu-waktu, ketika Anda tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Jangan di tahan, karena air susu ini adalah kodrat yang tidak perlu dilawan. Semakin diperah maka semakin deras.

Jadi Anda tidak usah khawatir jika ternyata bayi Anda rakus ketika menyusu karena ASI tidak akan pernah habis. Justru jika sedang keluar tidak disusui atau ditahan, maka lama-lama Ia akan malas berproduksi, sehingga akhirnya produksi susu akan berkurang, kondisi teparahnya ASI tidak berproduksi lagi.

    Jika tidak muncul dan harus memerah, lakukan teknik marmet, caranya:
1)    Perah saat kondisi puncak.
2)    Jika tidak, namun Anda ada kesempatan untuk memerah maka rangsang puting susu dengan menggelitiknya sampai tegang.
3)    Jika sudah tegang, makatekan-tekan dengan irama yang sama saat bayi Anda menyusui.
4)    Jika ASI keluar maka perah, dan ASI akan mengalir dengan deras.
5)    Cara memerah ASI yang baik caranya yaitu dengan menekan bagian sekitar aerola di dua bagian yang saling berlawanan. Perlahan tapi pasti. Hehe..
6)    Jangan menekan bagian puting karena selan ASI tidak keluar akan menyakiti diri Anda sendiri.

    Menggunakan tangan lebih efektif daripada menggunakan pompa.
Skin to skin lebih baik daripada menggunakan alat pemompa. Selain membuat tangan kita menjadi pahit karena penggunaan karet pemompa, Air susu akan lebih banyak dan cepat keluar dengan adanya sentuhan-sentuhan dari kulit ke kulit ini. Semakin disentuh maka produksi susu semakin meningkat.

    Simpan ASI dengan benar
Simpan di tempat khusus untuk ASI. Pisahkan dengan makanan lain, terutama yang berbau. Pastikan dalam keadaan tertutup. Jika tidak ada, maka jangan simpan ASI deilemari es lebih dari 3×24 jam.
    Daya tahan ASI

  • Jika hasil perahan tangan tahan sampai 3×24 jam di dalam lemari es, jika dengan pompa hanya 1×24 jam saja.
  • Jika disimpan di ruangan biasa tahan hanya 4 jam
  • Jika diruang yang ber AC tahan sampai 6 jam asalkan pastikan AC tidak rusak.
  • Jika disimpan di lemari es di tempat biasa tahan 6 hari
  • Jika disimpan di freezer tahan sampai 6 bulan
  • Jika Anda memerah ASI bisa digabungkan dalam 1 tempat, asalkan tidak lebih ari 1×24 jam.

Cara memberikan ASI hasil perahan
•    Hangatkan ASI dengan menyimpannya di dalam gelas atau baskom berisi air hangat sampai susu menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika ASI di simpan di freezer ASI menjadi beku, untuk mencairkannya bisa dengan cara yang sama atau di tim untuk mencairkannya. Jika sudah dalam keadaan cair tiriskan hingga ASI menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika sudah dipanaskan bisa dikonsumsi sampai 4 jam, tapi jika tidak habis dalam 4 jam susu tidak dapat dikonsumsi lagi sehingga harus dibuang.
Itulah hasil pengalaman dan research kecil-kecilan yang saya coba untuk menyukseskan ASI eksklusif 6 bulan. Untuk memastikan bayi Anda selalu sehat dan mengalami tumbuh kembang yang baik, jangan lupa lakukan imunisasi ke bidan, posyandu atau dokter spesialis anak.

Biasanya dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) ada angka yang menunjukan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang dapat dijadikan pedoman. Jika ternyata dengan pemberian ASI justru ada pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat berarti ada yang salah dengan asupan yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Makanlah selalu makanan yang sehat, hindari rokok, asap rokok, alkohol, atau obat-obatan yang membahayakan bayi Anda. Agar ASI selalu hangat dan enak minumlah minuman yang hangat dan manis dan juga makanan-makanan lezat yang sehat lainnya, selain junk food tentunya.

Makan jika Anda lapar dan minumlah ketika Anda merasa kehausan karena itu artinya Anda kekurangan cairan. Atau lihat urine Anda, jika warnanya keruh atau pekat tandanya Anda kekurangan cairan, segera konsumsi air putih secukupnya. Selamat mencoba dan menyusui. Semoga sukses 😉 ***

The end…

Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 2)


Nah..ini dia yang ditunggu-tunggu…bagaimana caranya untuk menyukseskan ASI eksklusif 6 bulan.
Kendala yang sering timbul di awal ibu melahirkan dan cara mengatasinya
1.    Susu tidak keluar
Untuk menghindari kejadian ini, hendaknya seorang ibu yang sedang hamil mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat terutama sayur mayur yang berpengaruh terhadap volume ASI ibu seperti daun katup, pepaya muda, lalap-lalapan, labu, jagung manis, dan lain sebagainya.
Selain itu, ketika hamil sering-seringlah membersihkan puting susu, karena seringkali air susu tidak keluar karena terhalang pleh kotoran yang menempel pada puting sang Ibu. Caranya, bersihkan selagi mandi cukup dengan memijat dan menyiraminya dengan air.
2.    Puting susu tidak keluar sehingga bayi kesulitan untuk menyusu.
Agar hal ini tidak sampai terjadi, maka sering-seringlah lakukan pijatan di di daerah puting dengan gerakan  memutar dan menarik puting agar menjadi lebih panjang, sehingga bayi menjadi mudah disusui.
Jika hal ini terlanjur terjadi Anda bisa menggunakan puting palsu yang saat ini sudah tersedia di alat-alt perlengkapan bayi. Jika tidak tersedia juga, jangan menyerah, terus paksakan untuk menyusui bayi Anda, karena lama kelamaan Ia akan beradaptasi dengan kekurangan yang dimiliki Ibunya ini, sehingga semakin hari semakin pandai menyusui walaupun puting Ibu tidak keluar.
3.    Puting susu luka/lecet
Pada awal-awal menyusui, hampir sebagian besar wanita mengalami hal ini. Tips jitunya adalah meneguhkan hati Anda untuk terus memberikan yang terbaik untuk Bayi Anda. Karena keinginan yang kuat ini akan mengalahkan rasa sakit Anda. Tidak usah khawatir Tuhan telah menyediakan obatnya langsung. Cukup Oleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui.

Selain memudahkan bayi untuk menyusu, ASI yang Anda oleskan juga menjadi obat yang sangat manjur untuk mengobati luka lecet pada puting Anda. Tidak perlu obat-obatan lain, apalagi jika ternyata Anda lupa membersihkannya, ini dapat menyebabkan bayi Anda trauma, dan pada akhirnya tidak mau menyusu.

Bayi lebih sering tidur sehingga jarang menyusui

Jika bayi Anda lebih sering tertidur usahakan untuk membangunkannya, setidaknya dua jam sekali, terutama pada siang hari. Hal ini untuk menjaga ASI tetap berproduksi dan agar bayi Anda tidak kelaparan tentunya.

Stress
Stress ini sering terjadi pada ibu pasca melahirkan, banyak hal tentunya yang menjadi pikiran dari sang Ibu, apalagi jika ia baru melahirkan anak pertamanya. Ketakutan tidak bisa memandikan bayi, takut terjadi sesuatu pada bayinya, takut badannya tidak kembali ke bentuk semula, dan yang paling berat adalah takut tidak bisa menyusui bahkan takut ASI tidak ada sama sekali.
Ketakutan semacam ini harus dihilangkan. Karena stress juga berakibat terhadap produksi air susu. Bebaskan pikiran Anda dan ASI pun akan berproduksi tiada batas.

Ketakutan adanya kerusakan pada organ menyusui
Ini adalah ketakutan yang salah karena menurut penelitian dari American Society of Plastic Surgeons pada tahun 2007 menemukan bahwa menyusui sama sekali tidak membuat payudara kendur. Penelitian tersebut menemukan bahwa penyebab payudara kendur itu yaitu:

  • Membesarnya ukuran payudara baik karena kehamilan atau kenaikan berat badan yang drastis.
  • Usia yang semakin tua
    Semakin bertambah usia Anda, maka kekencangan payudara juga mengalami perubahan. Kekencangannya akan berkurang karena kelenjar payudara juga akan berkurang, sehingga digantikan oleh jaringan lemak yang memang lebih kendur. Ketika muda payudara tampak lebih kencang karena adanya hormon esterogen yang cukup tinggi.
  • Merokok
    Merokok adalah salah satu penyebab berkurangnya elastisitas kulit, tidak hanya pada payudara tapi juga pada kulit tubuh lainnya. Jadi sebetulnya sudah kodratnya bahwa semua wanita pada akhirnya payudaranya akan mengendur, BUKAN KARENA MENYUSUI. Tidak hamil dan tidak menyusui pun tetap saja pada akhirnya payudara akan mengendur karena organ istimewa ini bukanlah otot.

Karena itulah, dapat dipastikan pula bahwa tidak ada olah raga yang dapat mengencangkannya. Selain itu, organ ini juga tanpa tulang, sehingga sangat mudah terpengaruh gaya gravitasi dari bumi ini. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menggunakan bra sport jika hendak beraktivitas yang akan mengguncang bagian istimewa ini.

Rasa tidak yakin
Perasaan ini muncul bisa dari diri sendiri  atau pengaruh dari orang lain. Perasaan ini harus dihilangkan. Biarlah orang berkata apapun, jika tekad dan keyakinan kita kuat, maka semua halangan dan rintangan dapat teratasi.
Jadi teringat ketika terlontar kata-kata ini:
“Klo kasih susu formula atau makanan lain berarti ga sayang sama cucu nya” kataku sedih ketika ibu ku sendiri memintaku untuk memberi si kecil susu formula ketika usia anakku baru dua bulan. Waktu itu aku mengikuti training menulis selama 2 minggu agar bisa bekerja di rumah sebagai seorang penulis.

Pelatihan ini membuatku harus meninggalkan nya dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Maklum lokasinya cukup jauh dan perjalanan ke tempat tersebut adalah daerah macet. Alhasil..aku bisa, hanya dengan meluangkan waktu 30-60 menit waktu istirahatku untuk memerah susu untuk keesokan harinya.

Malamnya, jika merasa kurang banyak aku perah lagi agar tidak kekurangan. Untuk urusan memerah ASI ini, setiap ada kesempatan maka perahlah. Terutama untuk Anda yang bekerja dan terpaksa harus meninggalkan si kecil.

To be continue