Berusaha untuk Menaklukan Tantangan


Berusaha untuk menaklukan tantangan. Itulah yang sedang saya lakukan saat ini. Berdoa untuk dibukakak pintu rezeki untuk membeli banyak keinginan yang selayaknya menjadi kebutuhan. Lalu…Pintu rezeki itu telah Allah bukakan dengan memberi saya kesempatan untuk bisa mendapatken rezeki secara teratur setiap bulannya dengan penghasilan tetap.

Jumlah yang saat ini saya rasa begitu besar mengingat penghasilan pribadi yang benar-benar terasa menurun begitu drastis beberapa bulan belakangan ini. Mendapat penghasilan bulanan tetap setidaknya membuat harapan saya kembali bersemi untuk bisa menutup sedikit demi sedikit lubang yang telanjur saya buat karena keadaan ekonomi yang terasa agak carut marut.

Dan ternyata untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu tidaklah mudah. Saya harus bekerja lebih keras dari biasanya. Harus memaksimalkan waktu yang tersisa sedemikan mungkin untuk bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik. Setidaknya untuk menepati tenggat waktu yang telah ditentukan.

Seberapa banyak artikel yang saya buat tentang management waktu nyatanya tidak bisa membuat saya jauh lebih pandai dari orang kebanyakan untuk bisa mengatur waktu. Menjadi ibu rumah tangga dengan 2 anak, yang satu masih TK dan yang satu belum bisa merangkak cukup menyita banyak waktu dan kesabaran serta emosi yang luar biasa. Apalagi tanpa suami karena saya termasuk salah satu istri dengan suami weekend yang hanya ada di akhir pekan atau tanggal merah saja. Ini benar-benar tantangan yang cukup luar biasa untuk saya.

Siang hari harus berjibaku dengan tektek bengek yang seyogyanya saya lakukan sebagai ibu, sebagai menantu, sebagai sopir, dan peranan lainnya. Malam harinya saya harus berjibaku dengan pekerjaan saya. Pekerjaan yang bisa saya lakukan dengan baik pada malam hari. Waktu yang minimal dengan berbagai gangguan hingga membuat saya bisa lebih fokus menyelesaikan satu demi satu tugas yang telah diberikan pada saya. Sebagai salah satu kewajiban yang saya jalankan untuk menjemput rezeki yang telah Allah berikan untuk saya.

Tentu semua itu tidak bisa selalu mulus sesuai dengan harapan. Anak sakit, anak rewel, ketiduran karena ng-ASI, dll yang membuat pekerjaan tersebut menjadi tertunfa untuk diselesaikan. Apalagi ketika tenggat waktu akan segera tiba. Wih….seru rasanya. Seperti sedang memainkan sebuah permainan yang memacu adrenalin. Antara ingin menangis, rasa tak sabar ingin segera selesai, tapi juga ingin melakukan semuanya dengan baik, takut tidak bisa menepati tenggat waktu dan berbagai perasaan lainnya. Rasanya nikmat tiada tara.

Ah, saatnya kembali pada tugas…. Doakan saya agar semua yang saya lakukan ini menjadi ibadah untuk saya. Menjadi rezeki yang berkah untuk saya dan keluarga. Semoga semuanya lancar walaupun banyak rintangan yang datang dan pergi. Saya harus bisa! Saya harus bisa menyelesaikan apa yang telah Allah berikan kepada saya dengan baik. Menyelesaikan tugas yang sudah terlanjur saya terima dengan sedikit nekad karena artinya saya harus siap jungkir balik untuk mengerjakannya. Semoga semua lancar, bismillah…