Berbahagialah Teman….


Bandung hujan…Setelah hujan seneng deh… Suasananya jadi sejuk…kaya bandung jaman baheula..dimana kita masih bisa menikmati segarnya bernafas…Masih bisa menikmati semilr angin yang sejuk di dekat pepohonan yang rindang..Menikmati bersihnya udara ketika memandang ke arah depan, melihatnya bersihnya langit… Mmmhh… Cinta deh…

Apalagi kalo gak ada lagi jalan-jalan bolong yang dihinggapi air-air cokelat atau air berbau di dalamnya. limbah dari pabrik-pabrik…Yexxxzzz…

Lupakanlah sejenak hal yang buruk-buruk yang pernah kita alami sebelum-sebelumnya…Keluar rumah nikmati suasananya…Berjalan sekitar rumah kita menikmati keindahannya..Mumpung bisa …Selama masih mungkin …karena siapa tahu hal ini tidak akan terjadi lagi besok..Siapa tahu besok kamu gak bangun lagi dari tidur kamu alias mati..
ha ha ha…

Tenang..ini bukan suara putus asa seorang manusia, walaupun sedikit bernada pesimis.Tapi…justru hal itu yang benar-benar membuat kita menikmati hidup. Menikmati semua yang Tuhan kasih buat kita untuk saat ini. Manusia kan gak pernah merasa puas…selalu saja merasa ada sesuatu yang salah..selalu saja merasa ada yang gak sempurna..padahalkan kita gak akan pernah sampai pada sesuatu yang sempurna..karena kesempurnaan hanyalah milik Dia yang diatas sana…Bukan begitu bukan ?

Yah…Tuhan tuh kan udah baik banget sama kita…Disaat krisis kaya gini masih banyak pasangan manusia yang dimabuk cinta, bergandengan tangan menikmati hangatnya cinta. Masih banyak anak-anak kecil yang tertawa dengan lepasnya menikmati hujan yang jatuh dari langit sambil berlari-lari bersama teman-temannya. Masih ada seorang ibu yang menyunggingkan senyum mereka ketika mengantar suami mereka sampai depan rumahnya…Masih ada sang ibu yang dengan tulus menyunggingkan senyumnya sambil melambaikan tangannya ketika mengantar anak mereka sampai depan sekolahnya diiringi doa ‘semoga berhasil nak!’. Masih banyak suami-suami yang bekerja keras dengan penuh keikhlasan untuk mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri mereka. Masih ada pasangan kakek nenek yang saling tersenyum melihat kebahagian cucu yang akhirnya lulus kuliah…Masih ada supir yang baik hati dan memberikan tumpangan gratis ketika penumpangnya panik dompetnya ketinggalan….

Tersenyumlah…karena masih banyak hal-hal yang membuat kita bahagia…walaupun bukan kita sendiri yang mengalaminya…bahagialah bersama mereka-mereka yang berbahagia..Lapangkan hati kita biarkan kebahagiaan itu menghangatkan hati kita…Membuat kita menjadi orang yang penuh cinta…

Terima kasih atas kebahagian yang engkau ciptakan untuk kami Tuhan…Terima kasih untuk orang-orang yang selalu mencintai dengan sepenuh hati…Terima kasih untuk orang-orang yang telah berbagi kebahagiannya…

Iklan

Hidup dengan Plastik


Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik?

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Rasa-rasanya dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini sudah dipenuhi berbagai jenis plastik, dan berita tentang bahaya plastik sudah sering kita ketahui, apalagi tentang limbahnya yang sulit untuk didaur ulang. Kenyataannya dalam kehidupan kita sulit sekali menghindari plastik dari aktivitas kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Secara umum tanda tersebut berada di dasar produk, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

1. PET — Polyethylene Terephthalate
1-pete

PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan Antimoni Trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena Antimoni Trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut.

2. HDPE — High Density Polyethylene
2-hdpe

HDPE (High Density Polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu atau tupperware. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Plastik jenis ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa Antimoni Trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V — Polyvinyl Chloride

3-v

V atau PVC (Polyvinyl Chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari Polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene

4-ldpe

LDPE (Low Density Polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (Thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Plastik jenis ini bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60C sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

5. PP — Polypropylene

5-pp

PP (Polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS — Polystyrene

6-ps

PS (Polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan Styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan Styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, Styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan Styrofoam termasuk negara China.

PS ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. Bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. Other

7-other

Other (biasanya SAN Styrene Acrylonitrile, ABS Acrylonitrile Butadiene Styrene, PC Polycarbonate, Nylon) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, dan alat-alat elektronik. Polycarbonate dianjurkan untuk tidak dipergunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman karena dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman jika suhunya dinaikkan karena berpotensi merusak sistem hormon. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan Microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya Polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali Polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa Polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Tips

a. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan Polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, Polyethylene, atau Polypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan Stainless Steel, Polypropylene, atau Polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan Silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat Karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan Latex.

b. Jika penggunaan plastik berbahan Polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

c. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa Antimoni Trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol Stainless Steel atau kaca.

d. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada Microwave Oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.

e. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di Microwave Oven.

f. Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan Stainless Steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman.

g. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan Stainless Steel, kaca, keramik, dan kayu.

h. Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang di lingkungan rumah, kantor, sekolah, kampus, dan di manapun untuk mengetahui informasi ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

i. Ajukan kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan plastik ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Ir. Hugua, dalam rangka penyelamatan ekosistem laut di Kepulauan Wakatobi. Sebagaimana diketahui, Kepulauan Wakatobi memiliki ekosistem terumbu karang terbanyak dan terbaik di dunia pada saat ini.

j. Ambil contoh China. Sejak 1 Juni 2008 lalu, pemerintah China mewajibkan warganya membungkus barang belanjaan dengan kertas. Kecemasan pemerintah Negeri Tembok Raksasa ini cukup beralasan bukan?

k. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari Polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

l. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau Pyrex sebagai gantinya.

http://beritahabitat.net/2008/07/04/waspadai-bahaya-plastik/
http://akuinginhijau.org/2008/03/16/hati-hati-dengan-bahaya-plastik-pelajari-sebelum-terlambat/

Dunia Plastik


Leo Hendrik Baekeland (1863-1944)

Leo Hendrik Baekeland (Penemu Plastik)

Apakah Plastik Itu?

Setiap orang pasti kenal dengan bahan yang satu ini, plastik. Plastik adalah salah satu campuran bahan yang sering dipakai di hampir setiap barang yang dengan gampang dapat kita temui di sekitar kita. Mulai dari botol minuman, kantong plastik, pipa pralon, compact disc (CD), plastik laminating, alat-alat militer hingga pestisida. Peralatan di dapur, di kamar mandi, di kamar kita, hampir semuanya terbuat dari plastik. Bahkan, wajah seseorang dapat dibuat bagus sesuai keinginan dengan melakukan operasi plastik.

Sejarah Plastik

Plastik ada yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt. Bahannya merupakan campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian menghasilkan pastik yang dinamakan seluloid. Seluloid ini mudah terbakar. Karena sifatnya yang kurang tahan terhadap panas, dalam industri berbagai barang plastik ini digantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu Bakelit.

Plastik yang tahan panas ini ditemukan pertama kali oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga Amerika berkebangsaan Belgia. Baekeland lahir di Ghent, Belgia, pada tanggal 14 November 1863. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox.

Karena hobinya yang suka memotret, kemudian ia mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada saat itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Baekeland berpikir akan ketidakpraktisan hal itu. Terutama jika harus mencetak pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan sinar matahari tidak ada. Dalam waktu yang singkat ia berhasil menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Untuk mendukung penemuannya, pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas foto yang diberi nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera). Tetapi, perusahaan tersebut tidak berumur panjang. Enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera.

Tahun 1905, Baekeland mulai mengadakan penelitian. Dua tahun kemudian ia “menyulap” sebuah bangunan yang tadinya berupa gudang menjadi sebuah laboratorium yang terletak di Yonkers, New York. Biaya pembangunannya menggunakan sebagian uang hasil penjualan perusahaan kimianya. Di laboratorium inilah ia mulai meneliti bahan pembentuk bakelit.

Baekeland mereaksikan dua jenis bahan kimia yaitu formaldehid (H2CO) yaitu sejenis bahan pengawet dan fenol (C6H5OH) yaitu sejenis bahan pembasmi kuman. Dengan hati-hati ia memanaskannya, mengontrol suhu dan tekanannya. Hasilnya, terbentuklah suatu bahan baru yang dapat dibengkokkan, dipilin, dan dibuat berbagai bentuk. Ia menamainya bakelite (bakelit).

Tahun 1910 Baekeland mendirikan pabrik plastik sekaligus menjadi direktur utamanya sampai tahun 1939. Bakelit atau plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Baekeland meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 1944 saat usia 81 tahun di Beacon, New York, AS.

Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?

Pada intinya plastik adalah bahan yang mengandung Bisphenol-A. Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.

Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi. Walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan.

Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan. Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik).

Bahan pelembut lain yang sekarang menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati.

Membakar pun bukan pilihan bijak. Karena jika dibakar dibawah 800 derajat celcius, justru akan menghasilkan senyawa dioksin yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Kita akan menghirup asap plastik yang mengandung asap toksik dan racun-racun lainnya yang terdapat pada plastik tersebut.

Dampak Penggunaan Plastik terhadap Lingkungan?

Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur dalam waktu 200-500 tahun!

Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.

Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.

Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.

Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.

Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.

Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.

Bahan pelembut ESBO (epoxidized soybean oil) juga biasa digunakan sebagai insektisida. ESBO mampu membunuh zooplankton, dan hal ini berakibat pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan.

http://kimia-kita.blogspot.com/2008/04/leo-hendrik-baekeland-1863-1944-penemu.html
http://beritahabitat.net/2008/07/04/waspadai-bahaya-plastik/
http://akuinginhijau.org/2008/03/16/hati-hati-dengan-bahaya-plastik-pelajari-sebelum-terlambat/