Terjebak Cinta Drama Korea


Benar ya ternyata kita tidak boleh terlalu terhadap sesuatu. Terlalu cinta atau terlalu benci terhadap sesuatu memang tidak baik ternyata. Ini terjadi pada saya sendiri saat ini. Hingga akhirnya seolah saya menjilat ludah saya sendiri karena hal ini. Singkat kata dulu saya pernah merasa heran dengan orang-orang yang demam menonton Drama Korea (Drakor). Mereka rela mengorbankan waktu mereka selama berjam-jam bahkan seharian hanya untuk menonton drama korea sampai selesai. Biasanya 1 Drakor antara 16-20 episode. Satu episode nya rata-rata 1,5 jam.

Itu artinya 30 jam menghabiskan waktu untuk menonton satu judul Drakor saja. Padahal jika waktu tersebut dimanfaatkan, mungkin saya bisa menyelesaikan 1-2 bab buku fiksi atau nonfiksi. Bisa juga untuk membuat puluhan artikel 500 kata. Mungkin juga bisa membuat beberapa video pendek untuk promo bisnis atau branding. Bisa untuk mengajari anak mengaji, memasak, menyetrika, mencuci, dan berbagai kegiatan lain yang lebih menghasilkan atau produktif.

pic by istock

Sayapun tidak menyangka karena saya akhirnya terjebak cinta Drama Korea. Ini dimulai ketika 1-2 bulan belakangan ini job penulisan sedang kosong, bisnis sedang agak sepi, dan anak-anak juga sudah mulai aktif sekolah. Apalagi yang kecil full day school, jadi baru pulang sore hari jam 15.30WIB. Rasanya surga bagi saya waktu itu. Begitu banyak waktu yang tersedia setelah semua tugas domestik saya selesaiakan.

Tentunya juga disela ibadah wajib dan sunat yang saya lakukan secara rutin. Jadi goal saya pada waktu itu jika saya ingin lebih banyak menonton Drakor maka semua kewajiban saya harus sudah selesai. Itulah sebabnya, setelah anak-anak dan suami berangkat ke sekolah dan ke kantor saya segera membereskan semuanya hingga yang tersisa beberapa pekerjaan yang memang baru bisa dikerjakan kemudian.

Positifnya sudah tentu saya merasa kegiatan saya menjadi lebih cepat selesai karena mengejar waktu untuk bisa menonton Drakor lebih lama. Jika belum selesai dan memang sedang banyak yang harus saya kerjakan maka sudah tentu menonton drakor ini tentu menjadi kegiatan terakhir menjelang tidur. Tentu hanya dengan sedikit sisa waktu yang masih ada sampai rasa kantuk menyerang. Belum lagi kalau si bungsu minta kelon, kadang sayapun ikut tertidur dan hari itu rencana menonton drakor gagal total.

Drakor pertama yang saya tonton berjudul Thirty Nine yang dibintang Son Ye Jin. Aktris cantik yang cukup terkenal di Korea. Ternyata beberapa film-nya juga sudah banyak yang pernah saya tonton sebelumnya. Awalnya saya tonton karena merasa relate dengan diri saya yang berusia 39 tahun menuju 40 saat itu. Berlanjut ke Film ke-2 yaitu Crush Landing On You. Drakor yang dibintangi oleh Son Ye Jin dan Hyun Bin yang kini menjadi menjadi suaminya itu benar-benar sukses memikat hati saya.

Cuplikan adegan Netflix.com

Jantung saya ikut berdebar-debar dengan bagaimana mereka saling mengagumi dan jatuh cinta satu sama lain. Tersenyum malu saat adegan Kapten Ryu mencoba menyembunyikan perasaannya. Dan tertawa dengan adegan-adegan konyol yang dibuat Yon se-ri dengan bawahan Kapten Ryu dan kekocakan bersama para istri pegawai militer Korea Utara. Sampai akhirnya saya tonton habis hingga episode terakhir yaitu episode ke 16.

Acting Son Ye Jin dan Hyun Bin begitu luar biasa di film bergenre komedi romantis ini. Menceritakan tentang Yon Se-Ri, seorang CEO merk fashion terkenal sekaligus pewaris tahta yang diperankan oleh So Ye Jin yang mengalami kecelakaan paralayang hingga jatuh di perbatasa militer Korea Utara. Kecelakaan ini mempertemukannya dengan sosok Ri Jeong-yeuk yang diperankan oleh Hyun Bin. Dari sinilah kisah mereka dimulai. Drama yang penuh konflik yang cukup pelik dengan alur maju mundur yang sudah tentu membuat kisahnya menjadi semakin seru. Hingga akhirnya saya jatuh cinta pada kisahnya dan selalu ingin tahu kelanjutan di episode selanjutnya.

Drama cinta komedi tersebut yang berakhir happy ending berhasil membuat saya penasaran dengan akting Hyun Bin di drama lainnya. Karakternya yang gagah, good looking, berwibawa, baik hati, dan dingin serta lugu di film ini membuat saya menjadi salah satu fans nya. Sayapun berselancar mencari drama Hyun Bin yang lain. Berlanjutlah kecintaan saya pada Drakor dengan mencari drama korea lain yang dibintangi Hyun Bin.

Sampai saat ini saya sudah menonton semua dramanya yang ada Netflix. Hyde, Jekyll, Me (2015) Memories of The Alahambra (2018), Secret Garden (2010). Sudah habis semua serial Hyun Bin akhirnya saya mencari serial lainnya yang direkomendasikan. Bertemulah dengan beberapa web seperti Dramaid atau VIU yang memberikan fasilitas untuk bisa menonton drama-drama Korea secara gratis.

Lanjut Drakor berikutnya dengan tajuk My Lovelly Sam Soon (2005) dan World Within (2008) yang baru selesai saya tonton sampai episode terakhir. Untuk Drakor terakhir memang agak lama saya selesaikan karena sudah mulai aktif dengan pekerjaan baru saya walaupun masih WFH. Biasanya paling lama 3-4 hari, yang terakhir sampai 10 hari baru selesai. Hingga saya putuskan untuk beralih ke Film-film Hyun Bin. Di sela-sela waktu yang ada saat ini saya sedang menonton Film Hyun Bin yang berjudul Millionaire’s First Love (2006) yang sensasinya jelan berbeda dengan serial.

Jika dilihat dari tahun dibuat dari setiap judul Drakor Hyun Bin yang saya tonton cukup random ya. Lucunya saya akhirnya mengikuti metamorfosa Hyun Bin, baik dari fisik maupun acting-nya dari ketika ia masih sangat muda hingga terakhir dalam Drakor Landing Crush On You. Membuat saya berasumsi bahwa Hyun Bin dan Son Ye Jin menikah karena terlibat cinta lokasi di serial tersebut. Mereka berdua terlalu menjiwai peran masing-masing yang benar-benar memperlihatkan betapa mereka berdua saling  jatuh cinta.

Dari Drakor yang sudah saya tonton tersebut saya mencoba menyimpulkan beberapa poin yang kemungkinan besar membuat saya atau bahkan ribuan pencinta Drakor lainnya akhirnya terjebak cinta pada Drama Korea ini seperti saya.

Kebanyakan Ceritanya Ber-genre Drama Romantis dibalut Komedi

Di masa seperti sekarang ini rasanya hiburan menjadi tayangan yang begitu diminati. Sudah cukup banyak permasalahan yang terjadi saat ini mulai dari pandemi yang faktanya masih ada, isu krisis ekonomi, PHK, kenaikan harga sembako, BBM dan banyak lagi isu lainnya yang meresahkan. Saya sendiri mulai menonton drakor karena menganggur.  Tidak usah ditanya tentunya permasalahan apa yang timbul akibat saya menganggur ini. Hehe

Kedua, bisnis saya juga agak sedikit lesu terutama di jaringan. Ini juga menjadi permasalahan yang membuat kesibukan saya berkurang drastis. Biasanya sehari sibuk dengan packing, kirim barang, memberi training, menerima konsultasi harus kehilangan kebiasaan ini. Hingga akhirnya Drakor menjadi pelarian dari permasalahan hidup yang saya alami yang membuat begitu banyaknya waktu luang yang saya miliki. Setidaknya dengan menonton Drakor saya seolah masuk ke dalam kisah walaupun hanya sekadar penonton. Bisa ikut tertawa menyaksikan kelucuan-kelucuan yang hadir di sana dan ikut bahagia di moment bahagia para tokohnya.

Aktor dan Aktris yang Dipilih Berkualitas

Rupanya para pemilih talent di Korea benar-benar melakukan menyeleksi ketat siapa aktris atau aktor yang paling cocok untuk memerankan sebuah karakter. Membuat apa yang saya tonton di depan mata saya melalui layar kaca terasa begitu nyata. Seperti sebuah realita yang terbingkai dengan alur cerita menarik hingga mampu menghadirkan rasa penasaran akan kelanjutan kisah dari setiap episodenya. Membuat saya dan pencinta Drakor merasa terikat secara sukarela untuk  melanjutkan episode selanjutnya sampai habis.

Aktris/Aktor yang Rupawan atau Unik

Ini adalah hal yang juga membuat saya atau banyak pencinta Drakor lain juga ketagihan untuk terus menonton setiap episodenya. Melihat rupa para aktris dan aktor yang rupawan membuat timbulnya rasa kagum pada aktris atau aktor tersebur. Inilah yang akhirnya membuat timbulnya keinginan untuk tahu lebih banyak tentang aktris atau aktor tersebut juga semua karya-karyanya.

Jika tidak rupawanpun terkadang ada aktor atau aktris yang membuat timbulnya rasa simpatik ketika menyaksikan peran mereka dalam drama tersebut. Mereka ber-acting sangat baik dan menjiwai hingga membuat penonton menjadi tersentuh dengan karakter yang dimainkan. Tumbuhlah rasa simpati hingga mulai mengidolakan sosok aktris atau aktor tersebut.

Percintaan Dikemas dengan Manis

Hal ini juga menjadi salah satu yang membuat saya atau bahkan para pencinta Drakor yang lain terutama kaum hawa jatuh cinta pada Drakor. Kami yang cenderung tabu untuk menonton hal-hal vulgar merasa nyaman menonton adegan percintaan dalan Drakor. Walaupun ikut hanyut terbawa perasaannya. tapi tidak sampai pada kondisi yang lebih parah dari itu. Seperti menonton film-film dewasa yang biasanya pasti terdapat unsur yang menjurus.

Jikapun ada, hanya diperlihatkan sekilas sebagai bentuk penggambaran bahwa mereka sudah melakukan hubungan intim tanpa memperlihatkan bagaimana detail adegannya. Ini membuat penonton tidak merasa jijik menonton setiap adegan romantis yang dihadirkan dalam Drakor. Justru merasa nyaman karena ikut merasa baper tanpa terganggu dengan adegan dewasa yang cenderung vulgar. Masih dalam kadar aman jika anak-anak mengintip bundanya yang sedang asyik menonton Drakor.

Kenikmatan Para Tokoh Saat Menyantap Makanan

Ini sudah tentu salah satu keistimewaan Drakor yang menjadi cara tersembunyi untuk menduniakan makanan-makanan khas mereka. Demam Drakor membuat para pencinta Drakor ikut penasaran untuk mencicipi bagaimana sensasi dan rasa dari makanan-makan yang sering disantap oleh para tokoh yang terdapat dalam adegan Drakor yang ditonton. Kimchi, ramyeon, tteokbokki, jajangmyeon atau bahkan Korean Fried Chicken menjadi makanan yang hits dikalangan pencinta Drakor.

Akhirnya beberapa tahun terakhir makanan-makanan ini begitu menjamur di Indonesia. Bahkan perusahaan makanan besarpun seakan tak mau kalah ikut membuat varian bercita rasa Korea. Brand-brand baru apalagi mencoba berinovasi membuat makanan-makanan berbau Korea. Tidak sedikit UKM baru mermunculan mencoba menual street food ala Korea yang sering daisantap para aktor atau aktris dalam adegan-adegan makan pada setiap episodenya.

Selalu ada Cuplikan Episode Selanjutnya dan Kesimpulan di Episode yang Baru Ditonton

Cuplikan episode selanjutnya hanya berisi beberapa adegan bahkan tampil berupa gambar saja biasanya. Cerdasnya yang dipilih adalah adegan yang betul-betul mampu membuat rasa penasaran penonton. Walaupun hanya beberapa detik namun cukup menarik dan mampu membuat mereka yang sudah menonton episode sebelumnya menjadi penasaran untuk menonton episode selanjutnya. Hingga tanpa sadar akhirnya sampai juga pada episode yang terakhir yang sudah pasti ditunggu-tunggu.

Tidak hanya itu, penonton juga disajikan beberapa cuplikan gambar adegan episode yang baru ditonton. Seakan diingatkan lagi cerita apa yang muncul di episode yang baru ditonton. Setelah itu dilanjutkan cuplikan episeode selanjutnya. Untuk mereka yang sering lupa karena terlalu panjangnya sebuah serial ini cukup membantu. Dengan begitu mereka tidak perlu lagi mengulang episode sebelumnya. Sehingga sudah pasti yang akan ditonton adalah episode selanjutnya. Penonton betul-betul digiring untuk menonton kelanjutannya hingga sampai episode terakhir.

Happy Ending

Ini tentu bagian yang paling dinanti. Akhir yang bahagia dari sebuah kisah percintaan yang dibalut komedi. Bagian yang paling saya sukai juga tentunya. Selain kita akhirnya tahu bagaimana akhirnya penyelesaian dari konflik yang dihadirkan, akhir yang bahagia ini seringkali membuat kita terbawa perasaan. Seakan ikut merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dialami para tokohnya.

Ada rasa puas di sana yang membuat rasanya tak sia-sia mengikuti kisah tersebut sampai akhir. Uniknya, walaupun kita tahu kisahnya selalu berakhir happy ending, kita tetap dibuat penasaran untuk mengikuti setiap episodnya. Rasanya tidak ingin curang untuk langsung menonton episode terakhirnya walaupun bisa. Apalagi jika ternyata akhirnya mengejutkan. Ini tentu menjadi kunci kenapa saya dan para pencinta Drakor lain selalu menonton setiap episodenya sampai selesai.

Saya sendiri tidak menyangka ketakutan saya memang terwujud pada akhirnya. Kecanduan Menonton Drakor alias benar-benar terjebak cinta Drama Korea. Mungkin kalau dibandingkan yang lain saya baru saja terkena virus Drakor ini. Jadi belum terlalu kecanduan lah ya. Masih bisa dikendalikan. Apalagi dengan seiring bertambah banyaknya aktivitas yang dilakukan. Membuat semakin sedikit waktu yang tersisa untuk bisa saya sisihkan menonton Drakor. Tapi, masih penasaran sih sebetulnya ingin menonton Drakor lainnya yang memang lebih seru dari yang sudah saya tonton. Boleh dong yang punya rekomendasi Drakor jagoanya kasih saya rekomendasi Drakor apa yang harus saya tonton selanjutnya? Tulis di komentar ya. Gomabseubnida!

*All pic cuplikan film by netflix & dramaid

My New Baby Girl is Born


“Tak adil rasanya kalau saya hanya mengabadikan kisah melahirkan kakaknya saja tapi adiknya tidak. Yeay..My New baby girl. Her Name is Allea Reizzati Syawali Nugroho. Allea berasal dari bahasa artinya rendah hati, Reizzati gabungan dari dua kata “Reizz” dari bahasa Jerman yang artinya perempuan dan “Izzati” dari bahasa arab yang artinya kemulyaan, “Syawali” dari kata “syawal” karena anak keduaku lahir di bulan syawal dan Nugroho nama ayahnya yang artinya anugerah. Silahkan simpulkan sendiri bagaimana mengartikannya ya.”

Tulisan di atas sudah menjadi draft dari 7 tahun yang lalu. Huft ….

Yes, 7 tahun yang lalu karena sebentar lagi anak ke-2 ku dan suami genap berusia 7 tahun. Genap di tanggal 25 Juli 2022. Walaupun sudah lewat, tulisan ini tetap harus kuselesaikan. Sebagai salah satu kado untuknya, agar kelak saat bundanya tidak ada dia masih bisa membaca tulisan ini, di sini.

This image has an empty alt attribute; its file name is allea-ultah.jpg

Hampir seminggu ini sibuk dengan public speaking karena menjadi pengisi acara di grooming class, beauty class/handsome class di beberapa hotel di Yogyakarta bersama tim Dtops Jafra. Malam ini, entah kenapa rasanya rindu menulis. Entah kenapa juga tiba-tiba log-in muncul draft-draft yang sepertinya meminta untuk diselesaikan, termasuk tulisan ini yang baru saja kubuat 1 alinea.

Oke. kita akan flash back ke kelahiran anak keduaku, Allea.

Masih ingat saat itu aku dan suami sedang menjalani Long Distance Marriage yang biasa disingkat LDM itu. Menjelang tanggal prediksi kelahiran aku terus berdoa dan mengajaknya yang masih di dalam rahimku berbicara.

“Dik, tunggu ayah pulang ya keluarnya, sabar….”

Tak terbayang jika tanpa suami yang mendampingi saat penting itu. Karena saat kelahiran anak pertama kamipun, Alhamdulillah suamiku mendampingi kelahiran buah hati kami.

Bukannya apa-apa, saat itu aku tinggal bersama mertua. Rasanya canggung jika aku harus merepotkan beliau-beliau yang harus menungguiku sampai aku bersalin. Di kota rantau karena tidak ada seorangpun keluargaku di Pekalongan, kota kelahiran mertuaku.

Singkat cerita, saat itu tidak ada ART yang biasa membantu mertuaku bersih-bersih di rumah. Sementara lantai dapur sudah sangat kotor. Bau aroma kencing dan kotoran kucing sudah tak sanggup lagi kuhirup karena kebetulan kamarku di rumah bagian belakang yang satu bangunan dengan dapur yang tentu jauh lebih luas dari kamar kami.

Dulunya kamar ini digunakan untuk anak-anak kost yang nge-kost di sana. Kebetulan sudah bertahun-tahun tidak terisi, jadilah kamar khusus untuk keluarga kami. Aku dan anaku, beserta suamiku di hari sabtu dan minggu. Waktu biasanya suamiku pulang.  Saat itu hari kamis, kebetulan sedang ada Kakak Iparku di rumah. Di bagian ini, aku skip aja ya. Biar hanya aku, Tuhan dan suamiku yang tahu.

Ketika peluh bercucuran di dahiku lalu turun ke pipi dan badanku aku merasa ada yang mengalir di area vitalku. Firasatku meyakini bahwa saatnya sudah dekat walau belum terasa ada kontraksi saat itu. Tapi karena aku tidak terbiasa untuk tidak menyelesaikan pekerjaan kuputuskan untuk menyelesaikan semuanya.

Mertuaku melihatku mulai kesakitan saat perutku menegang. Karena khawatir beliau menyarankanku untuk segera ke Puskesmas. Sebagai keluarga muda yang masih sangat jauh dari berkecukupan, tentu fasilitas BPJS tidak akan kami sia-siakan. Maka aku berangkat dengan bercak langganan mertuaku dengan membawa keperluan seadanya. Rencananya kalau menurut hasil pemeriksaan sudah waktunya, mertuaku akan menyusulku sambil membawa perlengkapan persalinan.

Bidan yang bertugas di Puskesmas sebagai Faskes 1 ku saat itu segera memeriksaku. Ketika dia melakukan pemeriksaan dalam tiba-tiba ada bunyi meletup terdengar, ternyata ketubanku pecah. Bukaan 2 saat itu, dan akhirnya aku ditempatkan di ruang para bumil yang akan melahirkan. Dari sore sampai malam jeritan, teriakan, tangisan kudengar berkali-kali. Mereka sudah lega karena proses persalinan sudah selesai.

Karena bukaanku tidak juga bertambah akhirnya aku dipindahkan ke kamar rawat inap setelah suamiku sampai di sana. Lega rasanya karena yang ditunggu akhirnya tiba. Aku bersyukur karena belum waktunya. Udara panas dengan AC yang kebetulan mati di ruang itu membuatku dan suami harus berjibaku dengan nyamuk.

Sampai sekarang tak habis pikir, kenapa kami tidak menggunakan lotion anti nyamuk ya waktu itu. Hmmm, sama sekali tidak terpikirkan. Maklum lagi tegang dan terlalu fokus dengan persalinan udah nggak perduli sama yang lain. hehe ….

Setelah magrib kontraksi terus menerus membuat perutku terasa sakit luar biasa. Setiap beberapa jam bidan memeriksaku dan masih sama, bukaan masih juga belum bertambah. Lagi-lagi peluh bercucuran karena suhu udara yang tidak bersahabat, rasa sakit, tambah lagi aku yang lelah sendiri karena belum juga mendapatkan posisi yang nyaman untuk berbaring. Gelisah semalaman, sangat tidak nyaman luar dalam.

Suamiku terus mengipasiku dan menghalau nyamuk-nyamuk yang begitu agresif menyerang kami sampai pagi. Mungkin bukannya tak terpikir membeli lotion nyamuk atau obat nyamuk, tapi dia khawatir meninggalkan aku sendirian. Setidaknya untuk itu pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dia tidak mau terjadi sesuatu dengan istrinya. Jiaaah… geer aja mending yah, daripada berprasangka buruk sama suami sendiri. Hihiw!! 😀

Ketubanku sudah pecah sedari letupan itu terdengar.  Membuat bidan tidak bisa melakukan pemeriksaan dalam lagi. Setiap buang air, rasanya cairan kental itu terus mengalir tak habis-habis. Aku was-was, tapi aku juga tidak tahu apa resikonya kalau terus menerus keluar seperti itu. Belum lagi merasakan rasa sakit yang semakin intens aku rasakan. Setiap kutanya bidan, lagi-lagi dia menjawab kalau belum juga bertambah bukaannya.

Pagi harinya, akhirnya lebih cepat dari prosedur yang seharusnya dokter yang memeriksaku merujuku untuk segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan tindakan. Karena tentu di RS fasilitas nya jauh lebih lengkap dibandingkan di Puskesmas. Saat itu kebetulan Ibu mertuaku yang menemaniku karena suamiku kusuruh mengurusi anak pertama kami yang waktu itu masih TK.

Saat itulah pertama kalinya aku menjadi penumpang ambulan. Dua orang perawat mendorongku di blangkar dorong dan memasukanku ke ambulan. Ibu mertuaku menemaniku di dalam. Beliaulah yang mencoba terus menguatkan aku untuk tetap kuat, terus bersabar dan berdoa. Beliau tahu kontraksi ini memang terjadi karena sebab lain yang berkaitan dengan kondisi psikisku saat itu yang sedang tidak baik-baik saja. Skip lagi deh bagian ini.

Sampailah akhirnya di RS Bendan, tentu dengan kondisi yang jauh lebih baik. Aku dimasukan ke ruang persiapan persalinan. Satu meja tindakan yang diawasi oleh 4 paramedis yang bersiap untuk melakukan penanganan yang diperlukan segera. Kebetulan semuanya perempuan karena dokter yang seharusnya menanganiku sedang libur/cuti.

Lalu lalang perawat dan dan dokter bahkan staff Rumah Sakit ke ruang tindakan, sementara aku hanya terbaring di kasur tindakan tak sambil merasakan kontraksi yang datang sesekali. Entah sudah bukaan berapa karena para bidanpun tidak bisa melakukan periksa dalam karena kondisi ketubanku yang hampir kering.

Kerap kali kontraksi kerap kali kutanyakan apakah sudah waktunya atau belum. Berkali-kali juga mereka melihat jalan lahirku dan menjawab belum. Hingga satu titik aku merasa sudah tidak sanggup lagi menahan sakit, apalagi setelah infus induksi tertancap di lenganku. Semakin sakit hingga air mata ini menetes sesekali. Suamiku terus menguatkanku sesekali mengusap kepalaku dan memintaku untuk bersabar.

Dek, ayo keluar. Bantuin Bunda, ayo Sayang, Bunda udah nggak tahan lagi nahan sakit. Kataku lirih sambil mengusap perutku. Lagi-lagi air mata menetes di sudut mata, tak kuat lagi menahan sakit.  Cairan induksi rupanya sudah terus bereaksi. Hingga tetiba rasa ingin buang air membuatku meminta suamiku untuk mengantarku.

Baru beranjak ke posisi duduk rasanya aku tak bisa melanjutkan. Ada sesuatu yang mengganjal membuatku sulit menekuk kakiku. Akupun merintih dan para bidan berlari serentak ke arahku. Tak lama kemudian lahirlah anak keduaku yang juga perempuan. Allea Reizzati Syawali Nugroho. Rasa lega dan tangis haru lagi-lagi aku rasakan, sama dengan ketika anak pertamaku lahir.

Walaupun tidak sesuai keinginan kami, rencana Allah selalu lebih indah dan lebih baik, aku yakin itu. Manusia hanya bisa berkeinginan, merencanakan dan berusaha. Hasil akhirnya Allah juga yang menentukan. Kadang apa yang kita pikir baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang kita inginkan kadang memang bukan yang kita butuhkan. Begitulah takdir yang telah Allah tuliskan 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Wallahu ‘alam bissawab.***

Apakah Sabar itu Tak Berbatas?


“Sabar itu tak berbatas, jika ada batasnya maka itu bukanlah sabar.” Mungkin sayapun pernah mengatakan hal ini, pun dengan banyak orang di dunia ini.

Akhirnya keingintahuan saya ini kontan mendapatkan jawaban dengan judul kajian yang saya ikuti Sabtu pagi, 2 Juli 2022 di Mesjid Pandawa, Salatiga. Ah, ini bukan berita ya jadi tidak akan saya kupas dengan detail mengenai tempat kejadian. Hehe….

Kajian pagi ini mengangkat tema “Memahami Konsep Sabar” yang dibawakan oleh Ustadz Ujang Pramudhiarto,Lc, Mpd.

FYI, dalam Al Quran kata Sabar dan turunannya ini disebutkan dalam 69 ayat. Itu artinya sabar ini memiliki kedudukan yang sangat penting. Setiap kata yang di tulis dalam Al-Quran pasti memiliki makna. Bahkan kata-kata seperti “Yasin”, “Alif Laammim”, dll. Hanya Allah yang tahu maknanya sebagai sebuah keunikan sekaligus bukti bahwa Al-Quran ini adalah sebuah mukjizat, sehingga terdapat kata-kata yang bahkan tidak pernah digunakan oleh manusia.

Terkait sabar kita pahami dulu terkait dengan hidayah dan taufik. Bedanya hidayah itu membuat hati seseorang tergerak untuk memeluk agama Islam sedangkan Taufik adalah kemudahan yang diberikan oleh Allah untuk melaksanakan semua ajaran Islam yang meliputi melaksanakan rukun iman dan rukun Islam.

Untuk melakukan keduanya dibutuhkan kesabaran. Pun dalam rangka bertakwa dengan mengerjakan apa yang diperintahkannya serta menjauhi apa yang dilarangnya dalam Quran dan Hadits.

Sabar berasal dari bahasa Arab “Sobaro” artinya menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu.

Salah satu ayat tentang kesabaran ini terdapat dalam surat Al-Kahfi 18:28 yang artinya:

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”

Itulah salah satu perintah Allah untuk bersabar. Janji Allah, Dia akan menyiapkan surga bagi siapa saja yang mengikuti ajaran Islam, tentunya dengan mengamalkan semua ajarannya sesuai Quran dan Hadits. Mereka yang melaksanakan semua yang diperintahkannya setidaknya hanya dengan melakukan rukun Islam dan Iman saja insya allah kita sudah bisa masuk surga dan disanalah kita bisa melihat wajah Allah sebagaimana kita bisa melihat bulan purnama ketika di dunia.

Jangan sampai kita berpaling dari orang-orang yang menyerukan dakwah Islam. Tahan lah diri kita untuk selalu bersama mereka untuk sama-sama berupaya untuk menjalankan semua syariat Islam.

Ada 3 bentuk kesabaran:

  1. Sabar dalam melakukan ketaatan pada Allah SWT

Hakikatnya kesabaran mulai dari sebelum melakukan, saat melakukan dan setelah melakukan harus dalam kesabaran. Hakikatnya tidak semua bentuk ketaatan yang dilakukan mudah untuk dilakukan. Misalnya untuk para lelaki, ketaatan untuk shalat subuh berjamaah di Mesjid. Untuk kita kaum perempuan menggunakan jilbab. Keduanya adalah ketaatan yang membutuhkan waktu yang panjang karena itu perintah dari Allah SWT tapi harus dilakukan terus menerus. Itulah sebabnya untuk bisa terus melakukannya dibutuhkan kesabaran. Tidak semua orang mampu melakukannya.

Dalam hal ini ustadz memberikan analogi, jika seadainya shalat hanya dilakukan seminggu sekali, setiap hari Jumat misalnya pasti akan penuh mesjid setiap hari Jumat. Tapi karena kewajiban Shalat dilakukan setiap hari, bahkan 5 kali dalam sehari maka hanya sebagian orang saja yang tetap bisa sabar menjalankan ketaatan ini.

Sebelum melakukan niatkan hanya untuk Allah sebgai bentuk ibadah atau ketaatan kita kepada Allah. Ingat, apa yang kita dapat sesuai dengan apa yang kita niatkan. Contohnya ketika seorang suami keluar rumah untuk bekerja ia niatkan untuk mendapatkan uang maka hanya uang saja yang ia dapatkan. Lain halnya jika dia bekerja diniatkan untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya, maka tidak hanya uang yang dia dapatkan tapi juga pahala.

Saat melakukan ketaatan juga hendaknya niat ini tidak berubah atau berbelok, dan untuk itulah dibutuhkan kesabaran pun setelahnya. Jika terbersit tujuan lain di luar yang diniatkan sebelumnya, ria misalanya, maka artinya kita sudah gagal untuk bersabar dalam melakukan ketaatan ini.

2. Sabar untuk tidak melakukan kemaksiatan

Dalam hal ini ketika kita tahu bahwa apa yang mungkin akan atau bisa kita lakukan itu adalah kemaksiatan maka kita harus bisa bersabar untuk berpegang teguh untuk tidak melakukannya. Dalam prosesnya sama, mulai dari niatnya menjauhi kemaksiatan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Saat berusaha meninggalkannya juga karena Allah. Begitu juga setelahnya, cukup Allah saja yang tahu kalau kita sudah bisa bersabar untuk tidak melakukan kemaksiatan itu.

Contohnya banyak sekali dan mungkin kita sama-sama pernah berada di posisi diuji untuk tidak melakukan kemaksiatan ini. Hal yang paling sering untuk kami, kaum perempuan adalah cobaan untuk tidak bergibah. Sudah berusaha untuk menahan tapi kadang sulit untuk tidak terpancing. Hanya karena kita bertanya “Kenapa memangnya?” Hmmm…. terjadilah kemaksiatan yang bahkan kita sendiri menyadarinya, tapi sulit untuk menghindar. Benar-benar dibutuhkan kesabaran untuk menjauhinya.

3. Sabar dalam menghadapi takdir buruk atau baik yang terjadi dalah kehidupan kita

Salah satu rukun iman yang terakhir adalah iman kepada qadha dan qodar. Takdir baik ataupun takdir buruk yang sudah terjadi sudah menjadi ketentuan Allah. Biasanya yang berat adalah ketika kita harus sabar dalam menerima takdir buruk yang sudah terjadi dalam kehidupan kita.

Banyak contohnya mulai dari kehilangan barang, ditinggal wafat orang yang kita cintai, kegagalan, dan banyak lagi yang lainnya. Takdir yang seharusnya bisa kita terima dengan sabar. Yakinlah bahwa semua yang terjadi memang sudah takdir kita. Kita harus ikhlas menerima dan menjalaninya. Jika kita sabar, ikhlas maka pahalanya adalah surga. Masyaallah.

Biasanya jika kita sabar, ikhlas maka Allah akan memberikan kita gantinya yang jauh lebih baik atau lebih besar untuk kita. Percayalah Allah tahu apa yang kita butuhkan. Jadi bersabarlah.

Mudah diucapkan tapi terkadang berat untuk dilakukan terutama jika hal itu terjadi pada diri kita sendiri. Allah bersama orang-orang yanga sabar. Sabar dan shalat adalah penolong untuk segala permasalahan kita. Wallahu ‘alam bishawab.

Pilihan Bisnis Tepat di Masa Pandemi


Anda sedang mencari bisnis yang tepat untuk dijalankan di masa pandemi? Yes, beruntungnya Anda ada di halaman yang tepat saat ini. Kali ini saya akan berbagi informasi yang sedang Anda cari. Pilihan bisnis yang tepat untuk dijalankan terutama untuk Anda yang justru menjadi salah satu korban Pandemi ini. Entah karena di PHK atau dikurangi gaji atau berkurang waktu kerjanya, dll sebagai imbas dari diberlakukannya PPKM dan semacamnya.

Ada beberapa bisnis yang bisa Anda jadikan alternatif. Tentu sesuai dengan kondisi yang sedang alami saat ini. Jadi walaupun sebetulnya Anda merasa bukan pebisinis tapi saya jamin Anda akan bisa melakukanya.

Bisnis dengan Modal Kecil

Disadari atau tidak, yang terkena dampak cukup parah dari Pandemi ini secara ekonomi adalah orang-orang dengan perekonomian menengah ke bawah. Untuk itu secara kondisi keuangan sudah pasti pilihan bisnis yang tepat adalah bisnis dengan modal kecil. Harapannya dengan sisa sedikit uang yang kita miliki bisa menjadi modal awal untuk berbisnis. Dengan begitu, walaupun harus kehilangan pekerjaan atau penghasilan, kita bisa memulai bisnis baru dengan sisa uang kita yang sedikit itu.

Sedikit ini relatif ya, karena kemampuan setiap orang berbeda. Jika ada pilihan bisnis yang bisa dilakukan bahkan dengan modal 0, hanya dengan bekal kemampuan dan kemauan saja tentu akan sangat membantu perekonomian kita. Tapi jelas upayanya sudah tentu harus jauh lebih keras daripada mereka yang masih memiliki uang untuk dijadikan modal. Ada loh ternyata bisnis yang modalnya saja tidak sampai 400.000 bahkan bisa dilakukan tanpa modal. Untuk info lengkap silahkan klik saya.

Peluang Penghasilannya Besar

Realita yang terjadi pada kondisi pandemi ini justru kebutuhan kita meningkat. Ada kebutuhan-kebutuhan baru yang harus kita penuhi terutama dalam menjaga kesehatan kita. Misalnya saja untuk membeli masker, swap mandiri, vitamin dan obat-obatan yang berupa suplemen atau bahkan rempah yang dipercaya bisa menguatkan imunitas kita.

Itulah sebabnya jika saja bisa maka tentu bisnis yang dibutuhkan adalah bisnis yang tidak hanya bermodal kecil saja atau modal nol, tapi harus memiliki peluang penghasilan yang besar. Dengan begitu bisnis ini tidak hanya bisa membuat kita bertahan hidup, tapi juga bisa tetap membuat kita dan keluarga bisa hidup cukup atau hidup dengan layak. Hmm nampaknya bisnis ini juga bisa dicoba untuk menjadi pilihan bisnis di masa pandemi.

Bisa Dilakukan Walaupun di Rumah Saja

Ini rupanya bukanlah satu hal sepele karena kerap kali di masa pandemi ini kita tidak bisa bergerak dengan leluasa untuk melakukan bisnis kita, apapun ya bisnisnya. Oleh karena itu, pilihlah bisnis yang bisa dilakukan dimana saja, bahkan hanya di dari rumah tentu bisa menjadi alternatif bisnis tepat yang bisa kita pilih untuk bisa survive di masa pandemi. Di era teknologi tentu teknologi bisa kita gunakan untuk tools bisnis yang dilakukan.

Nilai plus nya tentu ketika bisnis ini justru bisa jauh lebih berkembang dengan cepat saat kita sudah berada dalam kondisi normal. Sehingga, bisnis ini masih bisa kita lakukan dalam jangka panjang tidak hanya bisa membuat kita bertahan di era pandemi saja tapi bahkan bisa membuat hidup kita makmur saat kondisi sudah normal kembali. Senangnya lagi, karena ternyata ada loh bisnis yang bisa dilakukan bahkan walaupun kita hanya di rumah saja. Penasaran? Klik saya ya!

Bisnis yang Bisa Dilakukan oleh Siapa Saja

Ini juga tak kalah penting ternyata karena pada kenyataannya tidak semua orang berbakat bisnis. Jadi bagaimana caranya walaupun tanpa bakat bisnis tetap bisa mejalankan  bisnis ini. Salah satunya karena bisnis ini haruslah memiliki sistem yang jelas dan trasparan hingga mudah untuk dijalankan oleh siapa saja. Bahkan tak perduli dengan tingkat pendidikan apapun.

Pilihlah bisnis yang dibekali training atau pelatihan untuk memulai bisnis, setidaknya sampai bisa balik modal. Jika ada leader yang bisa mendampingi secara langsung di lapangan tentu akan lebih bagus lagi. Dengan begitu, kita sebagai new bie akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan khusus dari leader hingga kita bisa berhasil menjalankan bisnis ini dari 0 sampai bisa berhasil. Nah, jika ini yang Anda inginkan, bisnis ini adalah pilihan bisnis yang tepat yang bisa Anda pilih untuk menjadi laternatif bisnis di era pandemi ini.

bisnis tepat di masa pandemi

Akhir kata semoga informasi ini bermanfaat untuk Ada. Terutama yang sedang mencari pilihan bisnis tepat di masa pandemi ini. Untuk lengkap mengenai bisnis yang memiliki kempat kriteria di atas Anda bisa kunjungi website nya langsung di www.cantikotomatis.com. Tidak ada kata terlambat untuk memulai bisnis karena bisnis itu memang harus dimulai, bukam terus dipikirkan. Selamat mencoba!

Dakwah Rosullulloh di Penghujung Bulan Syaban


Bismillah ….

Ini tulisan pertama saya tentang Islam walaupun sebetulnya secara spiritual sering saya sisipkan di tulisan-tulisan saya yang lain. Sungguh di sini saya bukan menggurui apalagi menceramahi karena sayapun masih terus belajar tentang agama yang saya anut yaitu Islam. Masih banyak kekurangan saya. Karena ya … saya juga masih belajar. Disclaimer dulu boleh ya … hehe

Tapi ijinkan saya menjadikan blog pribadi saya ini bisa lebih bermanfaat dan jadi amalan jariyah sampai kelak saya tidak ada nanti. Di rubrik ini saya akan menuliskan benang merah dari kajian-kajian yang pernah saya ikuti. Agar bisa menjadi pengingat untuk diri saya sendiri, dan semoga bisa menjadi pengingat juga untuk kamu yang saat ini sedang membaca tulisan saya.

Nah, Mumpung masih hangat nih. Kali ini saya akan sampaikan benah merah yang saya dapat di kajian terakhir yang saya ikuti bersama Ibu-Ibu Perum Permata Gunungsari dengan Ustazah Luluk sebagai pemberi tausiyah. Beliau seorang Uztazah di SD IT Nidaul Hikmah yang juga aktif mengisi tausiyah di beberapa majelis Ilmu.

Karena ini hanya catatan saya, jangan harap isinya lengkap ya karena ini hanya poin-poin yang menurut saya penting untuk kita ketahui sebagai muslim. Terutama yang dapat kita aplikasiakan langsung di Bulan Ramadhan ini.

Ada beberapa poin penting yang  saya garis bawahi dalam rangka mengikuti nasehat rosullullah dalam dakwah beliau di penghujung bulan Syaban.

Ada sebuah riwayat dimana ada dua orang yang sama-sama meninggal. Muslim yang satu mati syahid sebelum datangnya bulan Ramadhan karena suatu hal. Seorang muslim yang lain meninggal setelah bulan Ramdhan. Dia adalah seorang muslim yang bersungguh-sungguh melakukan ibadah di bulan ramadhan. Apa yang terjadi? Ternyata seorang muslim yang ke-2 yang meninggal setelah bersungguh-sungguh melakukan ibadahnya di bulan Ramadhan bahkan sudah lebih dulu masuk surga dibandingkan dengan muslim pertama yang mati Syahid. Masya allah, Artinya kita tidak boleh meremehkan ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini.

 “Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.”

Dikatakan hari-hari yang utama karena pada bulan inilah Allah tetapkan kewajiban berpuasa di siang hari bagi kamu muslimin. Malam-malamnya ada 1 malam yang setara dengan seribu bulan. Saat di mana Al-Quran, kitab suci umat Islam diturunkan. Malam-malam dimana malaikat dan jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan kita. Malam dimana Allah memerintahkan kita untuk melakukan shalat Sunah Tarawih yang merupakan shalat sunah muakad di bulan suci ini.

Barang siapa berpuasa dan shalat di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya selama setahun. Itulah sebabnya jika tidak ada uzur maka tentu berpuasa di bulan Ramadhan wajib dilakukan.

Pada Bulan Ramadhan, Ibadah wajib yang kita lakukan nilainya sama dengan 70x ibadah fardhu  di bulan yang lain. Barangsiapa yang melakukan Ibadah Sunnah di bulan Ramadhan maka nilainya sama dengan ibadah fardhu di bulan selain Ramadhan. Sayang ya rasanya kalau kita  sia-siakan bulan yang mulia ini.

Waktunya untuk kita menambah kekhususan ibadah fardhu kita dan meningkatkan ibadah sunah kita. salah satunya adalah shalat sunah rawatib. Keutamaannya jika kita melakukan shalat rawatib sebanyak  12 rakaat dalam satu hari maka Allah bangunkan rumah di surga. Shalat tersebut: 2 rakaat sebelum subuh, 4 dan 2 rakaat sebelum dan sesudah dzhuhur, dan 2 rakaat setelah magrib dan isya. Bahkan yang biasanya jarang shalat malam, di  bulan Ramadhan kita lakukan shalat malam dengan bertarawih.

Dalam kajian lain bahkan saya sempat mendengar bahwa ada keutamaan shalat Rawatib 4 rakaat sebelum dan sesudah shalat Dzuhur setiap hari maka api neraka tidak akan bisa menyentuhnya. Masya allah. Sebegitu utamanya, dan jujur ini masih berat untuk saya apalagi kalau sedang hektik menghadapi kehidupan. Tapi kembali lagi, No pain No Gain. Kalau kita bersungguh-sungguh maka Allah tidak pernah ingkar janji.

Sudah terbiasa shalat Dhuha? Biasanya 2 bisa ditingkatkan jadi 4, yang biasa 4 bisa jadi 6 khusus di bulan Ramadhan ini. Pahalanya seperti shalat Fardhu. Banyak discount yang Allah kasih untuk kita menambah timbahan amal ibadah di bulan ini. Promo terbatas hanya 30 hari saja. Jadi, hayuu … jangan sampai dilewatkan begitu saja ya bestie. J  

Amalan berikutnya adalah memperbanyak membaca Al quran, sedekah. Masih ingat kan pahalanya. Jangan lupa, dilipatgandakan khusus di bulan Ramadhan saja bestie. Jangan  sampai Ramadhan berlalu dan kita hanya dapat lapar dan dahaganya saja ya.

Ramadhan disebut juga bulan kesabaran, dan kesabaran itu pahalanya surga. Sabar ini juga kadang sulit saya lakukan. Apalagi kalau udah lihat rumah berantakan, kerjaan numpuk, banyak terget yang belum sampai. Huaaa …. Nah, saatnya kita latih yuk di bulan ini. Semoga setelah Ramadhan kita menjadi orang yang lebih bersabar.

Marah sama anak-anak gimana? Ini sih udah jelas, di hari-hari biasa juga nggak boleh ya. Kecuali marah jika anak kita melanggar perintah Allah. Ini boleh kata Ustadzah Luluk. Tapi kembali lagi, disesuaikan dengan usia anak kita ya. Karena beda usia treatmentnya juga beda. Marahnya dengan lembut ya, jangan sampai menyakiti hati mereka apalagi kalau masih balita.

Bentakan kita bisa membuat syaraf-syaraf di otak mereka rusak loh bestie. Jangan yah. Harus banyak latihan relaksasi kalau yang ini. Tapi pasti bisa kok. Insya Allah. Jangan lupa minta pertolongan Allah ya. Pastinya banyak-banyak istighfar. Bisa jadi kenakalan anak kita itu karena dosa-dosa kita di masa lalu, terutama pada orang tua kita.

Bulan Ramadhaan juga merupakan bulan kedermawanan. Allah berjanji rezeki akan menambah rezeki  orang-orang yang beriman di bulan Ramadhan ini.ada THR, dapet takjil gratis, bahkan kalau kita memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa maka Allah akan mengampuni dosa kita, akan dibebaskan dari siksa api neraka dan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Jujur nih, denger ini saya jadi ingat sistem pembagian bonus dan keuntungan langsung di Jafra, hehe. Karena ketika ada tim kita yang bergabung dia jualan, dia akan mendapatkan keutungan yang sama dengan keuntungan kita ketika dia berhasil menjual. Ketika kita mendapatkan bonus karena sudah membina tim kita, membantu tim untuk bisa mendapatkan penghasilan atau bonus dari Jafra, kita akan mendapatkan bonus dari Jafra tanpa mengurangi bonus tim kita sedikitpun atau bahkan keutungan yang didapatkan tim kita. Eh

Kembali lagi ke topik utama ya. hehe ….

Allah juga akan memberikan berkah pada orang yang berbuka puasa walaupun hanya sebiji kurma.  Jadi dalam hal ini, seandainya kita yang mendapatkan buka puasa gratis,atau ketika kita bisa memberikan buka puasa gratis untuk orang berpuasan ternyata sama-sama mendapat keutamaan. Berbagi pahala puasa karena tidak mengurangi pahala puasa kita sedikipun. Iya juga ya.

Bahkan ada sebuah hadits yang mengatakan “Barang siapa memberi seteguk minuman untuk orang yang berpuasa, maka allah akan memberinya minum dari dari telaga-Nya. Dimana air minum itu jika diminum walaupun hanya sekali maka dia tidak akan merasa haus selamanya. Masya Allah.

Nah, ini adalah keutamaan lain di bulan Ramadhan. Dimana 10 hr pertama di bulan Ramadhan Allah akan menurunkan rahmat dan kasih sayang Allah. Hari ke-11-20 Ramadhan Allah akan memberikan ampunan dan di 10 hari terakhir Allah akan membebaskan hambanya dari api neraka.

Pesan terakhirnya sebaiknya kita perbanyak melakukan 4 hal:

2 hal membuat allah ridho dan ikhlas pada kita. 2 hal itu yaitu syahadat dan istighfar  (lailahalilallah dan astagfirullahaladzim). Untuk Istigfar terutama di waktu sahur

2 hal pasti kita butuh memohon ridho dan surga dan berlindung untuk dijauhkan dari kemarahan dan siksa api neraka yang doanya pasti kita baca saat melakukan Tarawih. Ini juga bisa dilakukan di waktu-waktu yang lain terutama di saat mustazab doa. Menjelang berbuka puasa, saat buka puasa, saat hujan, saat bersafari, dll.

Itulah benang merah dari isi dakwah rosullullah SAW di penghujung bulan Syaban, Alhamdulillah, besok hari Minggu, 3 April 2022 sudah ditentukan sebagai hari pertama Ramadhan oleh pemerintah atas hasil pengamatan dan perhitungan tertentu. Besok kita akan mulai berpuasa. Semoga kita semua diberi kesehatan sehingga bisa melaksanakan ibadah kita dengan maksimal. Selamat menunaikan semua Ibadah di bulan suci Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.

Speak Up Perempuan Indonesia


Wahai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa.

QS Al-Hujurat 13

Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS An-Nahl: 97

Sudah saatnya sebagai perempuan untuk bisa speak up. Sekarang bukan jamannyanya lagi perempuan hanya mengurusi dapur, sumur dan kasur karena pada kenyataannya perempuan bahkan bisa mengubah banyak hal ke arah yang lebih baik. Seandainya saja wanita tidak hanya diam, berada di pihak yang lemah, resesif maka tidak akan terjadi banyaknya korban pelecehan seksual, korban kekerasaan atau bahkan trafficking perempuan.

Kebetulah kemarin, Rabu, 23 Maret 2022 saya diundang untuk hadir ke salah satu kegiatan yang diadakan oleh Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah dalam rangka Peningkatan  Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan tahun 2022. Kegiatan pelatihan ini diadakan di Kantor Caban Dinas ESDM Wil.Ungaran-Telomoyo, Jl.Adi Sucipto No. 24 Kec.Sideorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Dalam acara pelatihan ini hadir 3 orang pemateri yang menyampaikan materi terkait dengan isu ini. Ada Ustaz Jasiman, Lc  dan Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd dari Komisi E DPRD Jateng. Topik yang dibahas secara berurutan yaitu  “Kesetaraan Keadilan Gender” dan “Perempuan dalam Pengambilan Keputusan”. Terakhir adalah tema mengenai “Keterwakilan Perempuan di Legislatif” yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa tengah Bapak Quatly Abdulkadir Alkatiri.

Dari materi yang disampaian jelas bahwa Dewan Legislatif yang didukung oleh Pemerintah sama-sama mengharapkan agar perempuan mulai mengambil peranan dalam proses pengambilan keputusan. Tentunya dengan tersistematis. Ambil contoh mulai dari kelompok kecil, yaitu keluarga, lanjut pada keterlibatan perempuan dalam Musrenbangkel yang merupakan singkatan dari Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan, lanjut ke Kec, dst sampai ke DPRD hingga ke DPRRI.

Keseluruhan materi yang disampaikan benar-benar membukakan mata saya, bahkan mungkin para peserta lain yang hadir yg semuanya adalah Ibu-Ibu dari berbagai profesi. Ada yang hanya Ibu rumah tangga, pengajar, Ibu rumah tangga yang merangkap sebagai pembisnis, dan berbaga profesi karena memang sifatnya mewakili. Terkait dengan keterbatasan ruang dan efektifitas kegiatan.

Benah merah yang dapat saya tarik dari semua materi yang diuraikan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:

Memahami  Konsep Seks dan Gender

Sebelum berbicara tentang partisipasi perempuan, kita harus pahami dulu kedua konsep ini yang kerap kali disalah artikan. Gender dalam hal ini lebih kepada perbedaan laki-laki dan perempuan bukan karena kodrat dari Yang Maha Pencipta, melainkan karena sifat, peran dan posisi mereka dalam masyarakat. Gender ini bisa berubah  tergantung tempat dan waktu tidak seperti seks yang secara kodrat seharusnya tidak bisa diubah yang kita pahami sebagi seks.

Itulah sebabnya, sebagai perempuan kita masih sangat mungkin untuk bisa menikmati kesetaraan gender ini. Dalam hal ini perempuan juga berhak bersuara, berpendapat, beraspirasi hingga suara-suara perempuan bisa terdengar. Harapannya tentu dari suara perempuan inilah akhirnya menjadi sebuah kebijakan atau keputusan yang bisa mengakomodir kebutuhan, kepentingan dan berbagai hal yang berkaitan dengan isu-isu perempuan dan anak. Tentunya yang akan membawa perubahan para kaum perempuan dan anak ke arah yang jauh lebih baik.

Terpenting adalah jangan sampai terjadi berbagai bentuk ketidak adilan gender. Entah itu marginalisasi, adanya pihak yang memikul beban ganda, kekerasan, subordinasi, atau stereotype terhadap perempuan. Untuk itu diperlukan akses yang sama dan setara yang diberikan seperti pada laki-laki. Berikan kesempatan yang sama berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki  bukan berdasarkan jenis kelamin.  So, mari kita belajar untuk mulai terlibat dalam pengambilan keputusan. Mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, dawis, PKK, dst. Lets Speak Up bestie!

The Power of Emak-Emak

Jargon ini sering kita dengar akhir-akhir ini. Tapi please, kali ini jangan lihat dari segi negatifnya. Tapi mari kita lihat dari kacamata yang positif. Karena pada kenyataannya, tidak semua “Power of emak-emak” itu seakan-akan membuat perempuan selalu benar termasuk ketika menyalahi aturan yang berlaku. Dalam hal ini terutama dalam berkendara. Di mana kalau ada yang nyetirnya ragu-ragu, salah kasih sen,  atau jalannya lambat dan menghalangi pengendara lain, dll. Hey, tidak semua emak-emak seperti itu Ferguso. Hehe …

Jangan lupa, perempuan juga diciptakan Allah dengan berbagai kemampuan yang luar bisa. Senada dengan yang disampaikan oleh Bu Hj. Ida Nurul Farida bahwa perempuan itu kodratnya memiliki 3 x lipat kosa kata  yang dimiliki oleh laki-laki yang hanya 7000 kata saja dalam sehari. Perempuan juga bisa melakukan multitasking dan hasilnya sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya itu saja, banyak kecenderungan yang dimiliki wanita yang terkadang sangat penting untuk dimiliki atau memang dibutuhkan pada jabatan atau posisi tertentu dalam organisasi mulai dari lini terendah sampai tertinggi.

Karena dalam hal ini berkaitan dengan partisipasi, itu artinya sekarang saatnya perempuan bisa speak up. Menyuarakan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Dalam hal ini keputusannya dalam bersikap terhadap sesuatu.

Hendaknya keputusan itu harus mempertimbangkan dampak yang mungkin akan terjadi. Sadari juga bahwa semua tak sama, jadi bersiapkan menghormati orang lain dan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Kita juga harus bersikap kritis, gunakan akal sehat dan nalar dalam menyampaiakannya. Jangan mudah percaya hoaks, jika belum yakin kebenarannya lebih baik tidak perlu desebarkan. Jangan lupa untuk menggunakan data dan fakta  agar kita memiliki kekuatan dengan pendapat kita. Terakhir ikuti prosedur dan gunakan kalimat yang jelas serta tidak menyinggung seperti yang telah disampaiakan para pemateri.

Jadi salah jika ada yang berpikiran permpuan tidak usah sekolah tinggi-tinggi, atau tidak udah ikut-ikut organisasi, atau komunitas, dll yang sifatnya bisa meningkatkan potensi dan membuat para perempuan ini bisa mengaktualisasikan dirinya atau bahkan berprestasi. Stop memandang perempuan sebelah mata, karena kadang pemikiran brilian itu keluar dari pemikiran perempuan yang katanya lebih mendahulukan perasaannya dibandingkan logika. Padahal nyatanya kadang karena perasaannya yang halus inilah, dia tahu apa yang akan berhasil untuk dilakukan dan mana yang kemungkinan besar akan gagal. Faktanya banyak pemimpin wanita yang justru berhasil menjadi leader atau pimpinan yang baik dalam perusahaan atau organisasi.

Ada Perempuan Hebat di Balik Laki-Laki yang Sukses

Ini ada benarnya tapi tidak sepenunya benar karena laki-laki dan perempuan kini memilki kesetaraan. Artinya jika perempuan bisa menjadi sosok yang hebat kenapa dia harus bersembunyi di balik kesuksesan suaminya? Seharusnya show your self. Apalagi jika banyak sekali ide brilian di kepala kita yang mungkin bisa jadi sangat dibutuhkan atau bahkan bermanfaat untuk lingkungan kita dan sekita n kita atau bahkan efeknya bisa sampai kepada seluruh rakyat Indonesia.

Bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat? Jadi jika ada kesempatan atau diberi kepercayaan untuk berbicara, untuk berkontribusi, untuk berpendapat, untuk memberikan aspirasi, untuk memberikan peranan, dll sebaiknya jangan disia-siakan. Sudah saatnya perempuan bisa aktif berpendapat dan untuk mengambil keputusan. Sudah saatnya ide-ide brilian kita sampai ke atas. Itulah sebabnya mulai dari sekarang, mulai dari lingkungan terkecil.

Speak Up Bestie! Kamu Pasti Bisa!

Jadilah warga yang aktif. Sudah tidak jamannya lagi ngomong di belakang. Karena tidak berani speak up akhirnya ngedumel dalam hati ketika kebijakan dirasa tidak sesuai atau kurang sreg di hati. Asal dengan cara yang benar, beretika, dan tidak melanggar hukum atau peraturan yang ada. Berani bebicara mengungkapkan sesuatu, siapa tahu pendapat kita akan bermanfaat untuk banyak orang. Mungkin awalnya akan terasa berat bestie. Tapi semakin terbiasa, semua pasti akan menjadi lebih mudah.

Untuk itu, aktiflah di komunitas positif terutama yang mendukung berkembangnya pengetahuan dan keahlian kita. Kadang kita tidak berani speak up karena ragu apa yang akan kita katakan benar atau tidak. Itulah sebabnya kita jangan pernah berhenti menjadi manusia pembelajar. Menuntut ilmu tidak mengenal usia. Bukankan Allah juga akan mengangkat mereka yang berilmu beberapa derajat? Jadi jangan berhenti belajar.

Perempuan Berpolitik? Siapa Takut?

Di Indonesia berbagai kebijakan dan perundang-undangan dibuat oleh lembaga legislatif  yaitu DPR dan MPR. Inilah puncaknya aspirasi perempuan bisa menjadi sebuah langkah besar yang bisa mengubah hidup dan nasib perempuan dan anak-anak Indonesia. Dalam hal ini untuk mendapatkan hak dan perlindungan termasuk adanya kesetaraan gender dalam berbagai kebijakan yang diambil. Jangan lupa, ada 30% perempuan yang harus ada dalam perleman. Saatnya perempuan berani maju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Di Jawa Tengah sendiri jika dilihat dari ketercapaian target tentang keterlibatan perempuan di parlemen menunurut UUD No , Tentang penyelenggaraan Pemili pasal 5 ayat  yang mengamanatkan 30% perempuan terlibat di parlemen masih jauh  yaitu kisaran 18,80%. Artinya kita sebagai perempuan masih dharapkan untuk bisa terlibat di parlemen mengisi 30% kuota yang disediakan. Amananah dan kesempatan ini jangan sampai disia-siakan.

Menurut Bapak Quatly Abdulkadir Alkatiri ada beberapa alasan pentingnya perempuan di arena politik. Pertama tentunya untuk mewakili dan membela hak perempuan. Kedua, untuk membela hak perempuan dalam HAM. Ketiga, mengabaikan perempuan dalam proses politik sama dengan meniadakan demokrasi sejati. Keempat, prinsip demokrasi adalah datu orang satu suara, jadi betapa berharanya suara  orang perempuan dalam parlemen ini. Terakhir karena perpektif gender pada semua lini kehidupan termasuk dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah adalah suatu kebutuhan.

Kegiatan ini menurut saya sangat bagus dan sebagai salah satu peserta yang hadir dan menyimak materi secara keseluruhan saya merasa bahwa tujuan dari kegiatan ini sangat bisa dicapai. Terutama dengan pemaparan materi-materi yang disampaiakan yang sifatnya bentul-betul membangkitkan semangat dan motivasi untuk kaum perempuan agar berani speak up. Aktif dalam organisasi, berani menyuarkan pendapatnya tentu untuk kepentingan warga masyarakat dari lingkup terkecil bahkan jika bisa sampai ke parlemen itu sungguh sesuatu yang luar biasa. Terutama dalam hal ini untuk kepetingan perempuan dan anak-anak di Indonesia.

Sudah saatnya perempuan maju ke depan untuk menyuarakan suara perempuan. Bekali diri dengan sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman, lebih sering berinteraksi dengan banyak orang agar bisa membaca dan menganalisis apa saja yang dibutuhkan, yang perlu diperbaiki, dievaluasi dari berbagai kegiatan dan kebijakan yang sudah ada. Terutama aktif dalam organisi atau komunitas postitif agar bisa bertumbuh dan berkembang menjadi perempuan yang berkualitas. Hingga jika suatu saat nanti ada di kursi parlemen benar-benar bisa mewakili kepentingan perempuan dan anak-anak di Indonesia. Hidup perempuan Indonesia. See you on top!

Tips Ngemil Bijak Wajib Dicoba Nih!!


Tips ngemil bijak ini rupanya akan meramaikan dunia perblogan Ibu-Ibu dari tanggal 23 Agustus sampai tanggal 12 September 2020. Selain karena IIDN sedang mengadakan lomba blog ini juga karena ini adalah salah satu topik yang selalu hot di kalangan perempuan, terutama ibu-ibu, termasuk saya. Habisnya bagaimana ya, camilan itu menjadi suatu yang identik dengan kita kaum perempuan.

Camilan di Mana-Mana

Tidak salah jika akhirnya jika camilan menjadi sesuatu yang wajib dibeli tiap kali pergi ke minimarket. Seperti sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi. Bahkan seringkali kalap dengan berbagai snack terbaru yang selalu bermunculan hampir setiap bulan. Kalau belum coba itu rasanya seperti ada sesuatu yang hilang yang harus segera dipenuhi. Terutama camilan yang menjanjikan no calories, rendah gula, penuntas lapar tanpa merasa berasalah, dll.

Untuk anak juga sama, banyak sekali camilan baru setiap bulannya. Kadang saya sebagai ibunya mau tak mau harus ikut sibuk mencari camilan untuk anak-anak. Camilan yang dicari tentu yang bentuknya lucu-lucu, warna kemasannya menarik, kandungannya baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Pastinya, camilan favorit anak-anak jangan sampai lupa yang sudah jelas anak-anak suka. Camilan manis, asin sudah ingat betul rasanya yang mana yang pasti disukai anak-anak.

Buat Camilan Sendiri

Belum lagi di rumahpun, ketika sudah tidak ada lagi camilan siap makan, saya sebagai ibu mau tidak mau juga harus berkreasi membuat camilan untuk keluarga. Tak jarang yang saya buat adalah camilan yang mengenyangkan. Harapannya ketika anak-anak saya tidak mau  makan, mereka memakan camilan itupun sudah cukup untuk memberi mereka energi dan cukup mengenyangkan. Itulah sebabnya, tepung terigu, tepung kanji, pop corn, mentega, krimer cair, meses, choco chips atau keju harus selalu ada di rumah.

Dari bahan-bahan itulah nantinya saya akan berkreasi untuk membuatkan camilan untuk anak-anak, dan kami sekeluarga pastinya. Mulai dari donat, bakpao, pizza, roti goreng, pie susu, pie buah, dan aneka ragam jenis pie lainnya. Cireng, cilok, kentang crispy, tahu crispy, pisang goreng, dan berbagai kreasi gorengan lainnya. Ternyata, semua itu adalah camilan favorit saya yang menular juga pada anak-anak.

Camilan Ibu ya Camilan Anaknya

tara de thouars

Jadi saat ikut Virtual Sharing Season Mondelez X IIDN dengan tema Tips dan Trik  #NgemilBijak dalam keluarga yang diadakan pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020 lalu itu rasanya seperti ditampar dong. Ternyata…benar ya, kata psikolog klinis cantik Tara De Thouars bahwa anak-anak akan ngemil makanan yang sama dengan ibunya, karena kita sebagai modeling mereka. Tugas kitalah sebagai ibu untuk  menjaga dan mengatur asupan terbaik untuk anak-anak kita. Kita juga harus tega dan tidak memedulikan lingkungan sekitar. Dalam artian jangan takut dibilang pelit atau jahat jika kita mengontrol kebiasaan ngemil anak-anak.

Ngemil boleh dan butuh untuk memenuhi rasa lapar sebelum waktu makan, tapi tidak berlebihan. Hingga akhirnya saatnya anak makan mereka tidak mau makan karena sudah kenyang dengan camilan yang sudah mereka makan sebelumnya di sela jam makan mereka. Nah ini nih yang agak sulit. Apalagi saat camilan yang mereka makan adalah camilan favorit mereka.

Aha! Ini dia Tips #NgemilBijak yang Dinanti

Bahagianya saya ikut acara sharing ini karena tidak hanya diperlihatkan fakta-fakta yang membuka mata saya terhadap kebiasaan ngemil keluarga saja, tapi juga mendapatkan tips ngemil bijak yang sangat saya butuhkan. Tentunya dalam memperbaiki kebiasaan ngemil saya dan keluarga di rumah. Pasti Ibu-Ibu mau tahu juga kan. Oke ini dia tips nya ya, saya berikan penjelasan juga agar lebih mudah diaplikasikan tips nya nanti.

3 Tips Ngemil Bijak :
1. Kenali isyarat tubuh mengapa Anda ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood.

Kadang ketika kita ingin ngemil bisa jadi diantara 2 ini penyebabnya. Bisa karena kita lapar tapi belum saatnya makan atau karena merasa perlu untuk mengembalikan mood. Boleh kok dan memang perlu. Kita tidak bisa mengatakan camilan tidak perlu karena fungsinya bisa memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Hal ini juga yang akan membedakan porsi camilannya nanti, seberapa banyak yang kita butuhkan. Tentu camilan saat lapar porsinya akan lebih banyak daripada ketika kita ingin ngemil hanya untuk mood booster saja.

Kadang diantara jam makan ini kita seringkali merasakan lapar, perut kriuk kriuk, padahal belum lama makan. Apalagi anak-anak, baru aja selesai makan “Ada makanan atau minuman?” Kebiasaan si Sulung kalau baru selesai makan. Biasanya saya, terutama ayahnya anak-anak yang selalu bilang, makan dulu nanti baru ngemil. Jadi mungkin mereka makan sebagai bentuk formalitas, tidak kenyang tidak apa-apa yang penting makan dulu karena habis makan mereka bisa ngemil camilan yang mereka suka. Duh, dilema deh jadinya.

Mood booster, kalau saya biasanya cokelat. Entah itu cokelat batang atau seduh pokokya coklat. Alternatif lain yaitu makanan pedas. Nah temannya ini yang jadi bahaya biasanya karena kalau makan pedas cenderung jadi lebih nafsu makannya. Entah itu rasa pedas dari sambal ulek buatan sendiri, abon cabe, cabe kering atau hanya dari saos sambal botolan.

Rasanya ingin nambah terus, kecuali jika sudah terpuaskan dengan rasa pedasnya. Faktanya, rasa pedas ini selalu naik levelnya dari yang paling rendah, sedang, hingga paling tinggi. Dari pengalaman saya selama ini makan makanan pedas kondisi badan menjadi berkeringat seperti kita berolah raga. Itulah sebabnya konon makanan pedas juga membantu untuk untuk mengeluarkan hormon bahagia yaitu serotonin yang dapat membuat kita lebih siap menghadapi stress, depresi, kecemasan atau kemarahan.

Ternyata kita bisa mengerem ngemil ini jika kita bisa benar-benar mengenali isyarat tubuh kita. Untuk mengenali isyarat tubuh ini kita bisa melatih dengan kondisi tubuh yang relaks. Tarik nafas dalam, tahan, keluarkan pelan-pelan. Kenali perasaan ingin ngemil ini. Apakah tubuh kita memang benar-benar butuh atau hanya lapar mata saja. Karena kalau ternyata hanya lapar mata atau rasa kepengen saja maka kita sangat bisa mengurungkan niat kita untuk ngemil tadi.

Dalam hal ini yang saya garis bawahi dari pernyataan Mbk Tara De Thouars bahwa makanan apapun yang tidak sesuai kebutuhan, inilah yang akan membuat kita mengalami kelebihan berat badan. Oleh karena itu, berlatih untuk mengenali isyarat tubuh sangat bermanfaat untuk dilakukan dalam mengendalikan hasrat untuk ngemil kita dan keluarga.


2. Kemudian Anda bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika Anda ngemil.

Jika sudah tahu bagaimana isyarat tubuh kita, apakah memang betul-betul butuh ngemil? Kalau jawabannya iya, maka langkah selanjutnya adalah memilih camilannya. Apakah beragam chips, snack-snack ringan buatan atau pabrikan, kue, roti, buah? Nah untuk ngemil bijak ini kita harus menjadi juri terbaik dalam memilih camilan yang mana yang kita butuhkan saat itu sesuai dengan isyarat tubuh kita dengan memerhatikan juga segi waktu. Misal ketika malam hari setelah makan malam, tengah malam kita belum tidur dan perut terasa lapar, memilih buah tentu lebih baik daripada chips.

Jika sudah tahu yang mana yang akan dipilih, maka kita juga bisa mempertimbangkan berapa porsi yang kita butuhkan untuk prosesi ngemil ini. Tentu disesuaikan dengan camilannya ya, seberapa mengenyangkan camilan ini, atau seberapa banyak kita membutuhkan camilan itu jika hanya sekadar untuk mood booster. Jadi selanjutnya ambil piring atau wadah apapun dan ambil camilan yang akan kita makan sesuai dengan porsi yang sudah kita tentukan tadi.

Jangan pernah ngemil dengan toplesnya atau dipegang dengan bungkusnya ya! Secara psikologi pasti kita ingin menghabiskan semuanya. Kecuali jika kemasannya memang sudah pas dengan porsi yang kita butuhkan saat itu. Misalnya 1 kemasan kecil krakers yang isinya hanya 3 keping biskuit saja. Untuk kue, potong dan pindahkan ke piring sesuai porsi yang memang kita butuhkan saat itu, jangan diambil 1 kotaknya. Teknik ini juga dapat membantu kita dalam ngemil bijak.


3. Perhatikan bagaimana Anda ngemil, dengan memaksimalkan semua indera Anda, karena Anda akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil.

Maksudnya, ketika kita sudah memilih makanan apa yang akan kita makan untuk memenuhi rasa lapar atau bahkan sekadar untuk mood booster tadi mengemilah dengan sepenuh hati dan jiwa. Makanlah dengan sadar, mindfull snacking istilahnya. Dimana kita benar-benar memanfaatkan seluruh indra kita mulai dari ketika kita memegang camilan yang akan kita makan sampai saat kita makan untuk benar-benar bisa menikmati camilan yang kita makan ini.

Mbak Tara mencontohkan dengan biskuat dari Mondelez saat acara. Teknik yang dilakukan untuk mindfull snacking ini yaitu mulai dari melihat kemasannya, kita perhatikan gambarnya warnanya, merasakan tekstur dari kemasanya sampai membuka snack tersebut. Setelah dibuka, cium aromanya, rasakah seperti apa harumnya sampai rasanya seolah sudah bisa kita bayangkan.

Langkah berikutnya yaitu memegang biskuitnya, lihat dan perhatikan bentuknya dengan seksama, ternyata ada gambarnya, ada coraknya. rasakan teksturnya. Tiap lekukan permukaan si biskuit tersebut. Selanjutnya gigit. Dengarkan bagaimana bunyi renyah ketika kita menggigit biskuit tersebut dari satu gigitan demi gigitan. Rasakan disemua indra pengecap kita hingga kita bisa merasakan manis, asam, asin atau gurihnya yang ada di biskuit ini.

Makanlah dengan rasa bahagia, nikmati, syukuri setiap gigitan yang kita kunyah sambil terus merasakan isyarat tubuh kita hingga bisa jadi porsi yang tadinya sudah kita siapkan sedemikian banyak tidak sampai kita habiskan karena kita sudah mengenali isyarat kenyang dari tubuh kita dengan teknik mindfull snacking ini.

Proses yang lama dari langkah demi langkah yang kita lakukan untuk ngemil bijak ini juga memakan banyak waktu. Dengan begitu, rasa kenyang juga lebih cepat kita rasakan. Otak kita juga akan segera mengirimkan signal kenyang dan akhirnya kita bisa menghentikan ngemil kita sesegera mungkin. Itu artinya porsi yang kita makan juga jadi lebih berkurang.

Kenali dengan Baik, Cinta atau Kasihan

Jangan lupa mom, kita juga harus mengenali yang mana cinta dan mana kasihan. Karena jika kita mencintai tubuh dan kesehatan kita maka kita bisa sangat selektif dalam memilih camilan juga menentukan seberapa banyak porsinya, dan berbagai pertimbangan lain. Tidak hanya untuk kita tapi juga semua keluarga. Karena walau bagaimanapun, kegiatan ngemil bersama juga penting dilakukan ntuk menguatkan kedekatan kita dan membangun memory bersama keluarga tercinta.

Nah, di sini tugas kitalah sebagai seorang Ibu yang bisa menjadi pengendali kebiasaan ngemil keluarga kita. Perlahan tapi pasti kita bisa mulai mengenalkan dan mengajak anak-anak kita dan suami untuk mulai melakukan kebiasaan ngemil bijak ini. Lakukan sendiri, ajak dan ajari anak-anak kita untuk juga melakukannya, pun dengan suami yang mempunyai kebiasaan ngemil juga. Sehingga ngemil mendapatkan porsi yang sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh. Dengan begitu tubuh bisa tetap sehat, berat badan juga terkntrol dengan baik karena kita makan atau ngemil sesuai dengan kebutuhan saja.

Dengan menanamkan kebiasaan ngemil bijak ini sejak dini maka akan menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa nanti. Harapannya tentu anak-anak kita bisa mengalami tumbuh kembang yang baik tanpa harus mengalami kelebihan atau kekurangan berat badan. Badan mereka juga lebih sehat karena metabolisme tubuh berjalan dengan baik.

Anak-anak kita juga lebih pandai bersyukur mulai dari setiap makanan yang mereka makan setiap harinya. Tentu ini juga akan memberikan dampak yang baik untuk hidup mereka kelak. Nah kitalah sebagai ibu yang menjadi gawang keberhasilan dari menanamkan kebiasaan ngemil bijak ini. Semangat Mom, kita pasti bisa!! Mulai dari diri sendiri.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ngemil Bijak yang diadakan oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis



Trend Skip Care Jadikan Skin Care-an Lebih Efisien


Trend Skip Care di dunia kecantikan ternyata sangat menunjang produktifitas dan efisiensi ya. Terutama untuk ibu-ibu yang super duper sibuk. Full time mom, ibu bekerja atau Ibu bekerja di rumah sama-sama merasa diuntungkan dengan teknologi Skip care ini. Lega rasanya ketika step by step skin care bisa berkurang banyak. Dulu, saya menggunakan 5 langkah untuk ritual skin care pagi dan malam sebelum tidur. Sekarang Cukup 3 langkah saja dengan teknologi ini.

Tidak hanya efisien dari segi waktu tapi juga dari segi pengeluaran ya. Karena yang tadinya kita harus membeli 3 produk, sekarang cukup 1 produk saja dengan manfaat yang mewakili dan melingkupi manfaat lainnya. Dengan begitu nutrisi dan manfaat step-step yang dihilangkan tadi sudah dipenuhi oleh 1 produk berteknologi skip care ini.

Yuk kita langsung lihat beberapa contoh produk berteknologi Skip care ini ya. Pastinya dari yang saya punya dan sudah pernah saya gunakan ya. Jadi saya juga bisa sedikit memberikan review dari produk-produk ini. Siapa tahu juga bisa jadi referensi buat kamu yang sedang mencari skin care berteknologi skip care agar perawatan wajah tidak menjadi sebuah hal yang riweuh alias ribed ya.

Micelar Cleansing Water

Pernah coba mainin board mainan anak yang pakai magnet nggak? Nah, seperti ini kerjanya Micelar Cleansing Water dari Jafra. Molekul misel yang terkandung dalam Micelar water ini  bekerja seperti magnet dalam mengangkat sisa make up, debu dan kotoran yang masih menempel di wajah. Cara penggunaannya cukup diaplikasikan ke kapas khusus untuk wajah lalu bersihkan seliruh wajah dan leher. Sisa make up, kotoran dan debu bersih tanpa harus dibilas. Urusan membersihkan beres hanya dalam 1 menit saja, tidak usah basah-basahan dan kedinginan kena air malam-malam atau pagi-pagi.

Micellar Cleansing Water

Kandungannya lengkap dan bermanfaat untuk membersihkan wajah kita. 1 produk ini menggantikan fungsi make up remover, cleanser dan toner dalam 1 produk saja. Sehingga hanya dengan menggunakan micelar water ini kulit kita bersih, terbebas dari radikal bebas, kulit tetap lembab, dan pori-pori pun tersamarkan. Micelar water ini cocok untuk semua jenis kulit ya, termasuk untuk kamu yang memiliki kulit hiper sensitif.

Cleanse & Tones Wipes

Ini termasuk produk skip care favorit saya juga loh. Apalagi di perumahan ini sering banget berkendala dengan air. Mulai dari jet pump perum tertutup lumpur sampai rusak total, pulsa pompa habis, dan lain-lain. Pengalaman selama 2 tahun tinggal di sini. So, produk ini sangat bermanfaat karena bisa membantu mengurangi penggunaan air untuk cuci muka sehari 2 kali sehari, pagi dan malam hari sebelum tidur.

Cleansing and Tone Wipes

Kandungannya seperti produk jafra lainnya, tiada lain adalah bahan botanical yang berkhasiat. Pada Cleanse & Tone Wipes ini terdapat kandungan matcha dan air kelapa yang tidak hanya membersihkan, tapi juga menanangkan dan melembabkan. Itulah sebabnya, produk ini juga aman untuk digunakan semua jenis kulit termasuk kulit yang sensitif. Penggunaannya sangat praktis karena bentuknya seperti tisu basah, cukup kita keluarkan dari tempatnya dan langsung diaplikasikan untuk membersihkan wajah. Segar, tanpa perlu dibilas. Cocok juga ya untuk kamu yang kebetulan tinggal di daerah yang kondisi mineral air kurang bersahabat Ph nya untuk kulit.

Produk Jafra ini tidak dijual di market place ya karena sistem penjualannya direct selling ya. Jadi kalau kamu mau coba menggunakan produknya bisa order langsung ke Cantik Otomatis ya. Kenapa harus order di sini, karena dengan kamu membeli di konsultan resmi Jafra, kamu akan mendapatkan produk yang sudah pasti ori. Kamu juga bisa berkonsultasi kapan saja secara gratis untuk mendapatkan saran dan rekomendasi perawatan dan rangkaian produk yang kamu butuhkan untuk jenis kulit dan masalah kulit kamu. SKip care ini buat saya super efisien, jadi rekomended banget buat kamu yang punya sedikit waktu tapi kulit tetap terawat.***

Allea Udah Putus


Masa belajar di rumah aja yang berlangsung menjelang setengah tahun ini sudah mulai membuat anak-anaku bosan. Sebelumnya untungnya anak-anakku memang sudah paham betul bahwa masa pandemi ini mereka memang harus di rumah saja. Tidak boleh ke mana-mana dulu, bahkan untuk bermain di luar rumahpun tidak boleh.

Hanya orang dewasa saja yang boleh keluar rumah itupun hanya jika sangat penting saja. Informasi dari guru, media akan bagaimana berkembangnya virus covid-19 ini memang cukup wow. Bersyukurnya mereka paham akan hal itu, tentunya setelah diberi pnjelasan. Bulan pertama sampai ke-3 di rumah aja mereka terlihat Fun. Kakak beradik ini tidak ada pilihan lain selain berteman dan bermain berdua saja.

New normal diumumkan dan melihat situasi sekitar sudah mulai aman, ditambah lagi anak-anak sudah mulai bermain seperti sediakala akhirnya membuatku mulai membebaskan anak-anak untuk boleh main keluar. Dengan syarat menggunakan masker, tetap jaga jarak dan sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Terutama setiap mau keluar ata mau masuk ke rumah.

Beberapa hari ini anaku sering main dengan Ganesh, anak tetangga juga yang masih satu komplek. Karena Kakaknya sering main ke sini dengan Raqilla, Anak sulungku. Jadi adiknya main dengan Allea, anak bungsuku. Mereka berbeda 1 tahun, lebih muda Allea. Dalam beberapa jam saja mereka sudah akrab dan mau bermain bersama. Ganesh ini anak laki-laki ya, dia selalu ikut kemanapun kakaknya pergi. Jadi di mana ada Fira, Kakaknya, di situ ada Ganesh. Beda dengan anaku yang justru tidak mau kalau adiknya ikut bermain. Untungnya si bungsu tidak mudah menangis kalau tidak diajak main Kakaknya, seperti yang Ganesh lakukan bila tidak diajak main kakaknya.

Suatu siang tiba-tiba Allea masuk ke rumah. Duduk dengan lesu di kursi di ruang TV.

“Kenapa Dek?”

“Bosen” Katanya lunglai.

“Tumben kok nggak main sama Ganesh”

“Alle udah putus sama Ganesh”

Allea udah Putus

Aku dan si sulung berpandangan dan tertawa mengekeh.

“Emang kapan jadiannya, kok udah putus lagi?” Tanya Kakaknya sambil terkekeh.

Allea masih lunglai sambil menjawab sambil mengangkat kedua tangan dan bahunya ke atas bak orang dewasa yang memberi isyarat kalau yang terjadi di luar kendalinya.

“Emang putus tuh apa sih dek?” Tanyaku

“Ganesh nggak mau main sama Allea lagi, udah nggak mau deket-deket sama Allea lagi.”

Owwwh…..gituuu….

Aku dan kakaknya terkekeh geli.

“Oh, jadi Allea tuh udah nggak sahabatan lagi ya sama Ganesh?, jadi putus persahabatan gitu ya?

“Iya”

Hmm baiklah…Emaknya sambil mikir, dari mana ni anak dapet kosakata “putus” ini…Mikirrr….***

Makna Tahun Baru Hijriah Versi Saya


Hari ini tepat hari pertama di tahun 1442 Hijriah ya. Bismiilah, hari pertama kalinya lagi saya menulis di sini. Blog pertama, blog yang membawa saya pada pengalaman-pengalaman menulis yang lain. Blog yang menjadi awal keberanian saya untuk menulis dan membagikannya kepada dunia. Ah, klise yah…Tapi memang benar, menulis butuh keberanian.

Beranin dikomentari, berani dikritik atau bahkan dihujat. Serem yah..Tapi semoga Netizen yang nyangkut di blog saya ini hanya netizen yang budiman saja. Netizen yang baik ahlaknya, jadi tidak memberikan kritik pedas sepedas cabe rawit atau cabe setan. Oh My God…Pedes banget loh itu.

Bukan apa-apa, saya termasuk penulis yang masih suka baper. Padahal jujur aja, saya sendiri termasuk penulis yang suka pedes juga kalau mengungkapkan isi hati. Pedes gaes…tajam, setajam silet kalau ada sesuatu yang nyangkut di hati saya atau yang tidak sejalan dengan pikiran saya. Pasti lagi bayangin Kak Feny Rose ya dengan acara infotainment yang nge-Hits banget pada jamannya itu.

Tapi tak apalah, sama seperti kehidupan yang juga penuh dengan berbagai proses. Suka atau duka harus tetap dijalani. Begitupun dalam menulis ada naik, ada turun. Tapi bener sih, kita enggak akan bisa lari dari passion kita. kemanapun kita melangkah ujung-ujungnya balik lagi deh ke passion kita. Dan saya tahu, di sini lah saya. Inilah diri saya yang sebenarnya.

Asyik sendiri dengan saya, dan kamu, yang saat ini sedang membaca tulisan saya. Sedang bersama-sama saya untuk menyelami pikiran dan hati saya. Mengarungi samudera pikiran saya yang sesekali melompat ke masa lalu, sesekali melompat ke masa yang akan datang walau sebatas baru mengangankan. Ah, semoga yang baik-baik saja yah. Karena tidak akan ada seorangpun yang ingin masa depan yang buruk.

Saya ingat, pertama kali saya memutuskan untuk berhijab itu juga tahun baru hijriah. Saya lupa tepatnya tahun berapa. Kemungkinan waktu anak saya yang pertama belum 1 tahun. Dan hari ini, tahun baru lagi, walaupun sudah terlewat bertahun-tahun. Saya meyakinkian diri sendiri untuk kembali menulis. Ah, semoga kali ini setelah kembali nggak akan pergi lagi ya tau bahkan melupakan. Karena di dalam lubuk hati saya, saya nggak bisa berhenti menulis, karena itu mimpi saya.

3 naskah sudah saya selesaikan awal tahun 2020, sebelum Covid-19 melanda. Walaupun belum jelas gimana fee nya. Ya sudah lah. Anggap itu pemanasan ya biar saya terbiasa lagi merangkai kata. Lanjut lagi dengan konsistensi saya di Medsos untuk bisa men-shara apapun itu yang bermanfaat untuk teman-teman saya di Medsos. Sayapun kembali lagi ke grup penulis yang juga mempunyai andil besar dalam dunia kepenulisan saya.

Lanjut lagi dengan kejar tayang blog jualan saya yang juga sudah lama tidak tersentuh. dan akhirnya. Hari ini sampai juga ke sini setelah kesulitan untuk log in karena email saya yang yahoo juga udah nggak pernah saya buka dan dinonaktifkan yahoo. Kalau dipikir-pikir ya, beberapa bulan ini seperti sebuah proses untuk mengumpulkan keberanian saya untuk menulis lagi di sini. Ternyata saya harus kemana-mana dulu untuk sampai di sini. Luar biasa.

Semoga kali ini Blog saya bisa lebih bermanfaat untuk semua pembaca setia saya. Bisa lebih rajin ya postingnya dan yang pasti semakin banyak juga pengikutnya. Biar tambah semangat nulisnya. Semoga kamu juga jadi makin betah berlama-lama di sini ya. Baca postingan-postingan saya yang dulu atau yang terbaru dong ya. Aamiin YRA. Inilah makna tahun baru hijriah 1442H untuk saya. Kamu gimana?***