Mudik yang Singkat


Sampai di Bandung tanggal 9 Juli 2016 dini hari, pulang lagi tanggal 13 Juli 2016 pagi. Mudik yang singkat memang. Tapi saya bersyukur karena masih bisa mudik dengan segala keterbatasan yang ada. Mulai dari waktu materi, sikon, dll. Untungnya pulang pergi lancar tidak sempat mengalami macetnya mudik yang kerap kali dirasakan para pemudik.

Bahkan tadinya saya sudah hampir merelakan untuk melupakan keinginan pulang ke kampung halaman yang nyatanya kota itu. Sudah mencoba mengikhlaskan untuk tidak pulang kampung lebaran tahun ini. E tapi… kemungkinan itu datang. Sang Suami menawarkan tawaran yang sulit untuk ditolak hingga akhirnya kesampaian juga melepas kangen sama keluarga di Bandung.

Walaupun tidak semua tapi cukup mewakili dan memberikan saya hangat yang sudah lama tidak saya rasakan bersama keluarga. Ya, hampir 2 tahun tinggal di kota yang asing untuk saya bukanlah perkara mudah. Mungkin akan menjadi 3 tahun karena si sulung sudah masuk sekolah di sini. Entah untuk satu tahun ke depan atau bahkan hingga lulus nanti. Ah…hanya Tuhan yang tahu.

Rencana pindah untuk bisa berkumpul dengan suami memang ada, tapi entah kapan akan terealisasi. Istri mana sih yang menolak untuk bisa berkumpul bersama suaminya? Lengkap dengan anak-anaknya dalam sebuah rumah. Apalagi rumah itu adalah rumah milik sendiri. Bisa jadi itu merupakan impian semua istri termasuk saya.

Sekarang biarkan saya dan suami mencoba merajut kembali mimpi kami. Satu per satu usaha kami lakukan untuk sampai di tujuan itu. Berkihtiar dengan cara kami masing-masing. Suami dengan pekerjaannya dan saya dengan pekerjaan saya. Pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah dengan diri sendiri sebagai bosnya. Jadi saya tahu betul bahwa berhasil tidaknya pekerjaan ini akan sangat tergantung pada sekeras apa usaha yang saya lakukan.

Ada setitik keraguan, tapi saya tidak akan tahu saya bisa menjalaninya jika saya tidak mencobanya. Seperti biasa, mencoba menaklukan tantangan dengan mengerjakan hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. “Lapak” sudah dibeli. Mulai besok dan seterusnya saya HARUS mengisinya dengan tulisan saya. Satu per satu. Dan kali ini saya akan mencoba untuk konsisten demi mimpi yang tak terbeli tanpa usaha. Bismillah…Doakan saya berhasil ya. Kalau saya berhasil dengan “Lapak” baru itu insya allah ceritanya akan saya bagi lagi di sini.

Ya, salah satu pekerjaan dengan penghasilan tak terbatas. Banyak orang yang sudah berhasil menjalani bisnis ini. Mereka bisa, kenapa saya tidak? Enggak nyambung sih ya dari judul…Tapi ya begitulah tulisan yang sebenarnya. Mengalir seperti air. Karena tulisan ini bukan tulisan komersil seperti yang biasa saya buat untuk klien-klien saya. Hehehe…Saya tahu, ketika semangat meredup kadang cara ini yang dapat membangkitkan semangat itu kembali.

Kesibukan Baruku


Gaya amat ya IRT sibuk.. hehehe ya begitulah. Allah itu memang udah ngatur setiap waktu yang harus saya lewati. Walaupun suami saya enggak pernah nyuruh saya kerja atau cari uang sebagai Istri yang terbiasa memiliki penghasilan sendiri tentu merasa ada yang kurang ketika tidak mendapatkan penghasilan sedikitpun dari apa yang saya lakukan. Apalagi saya merasa bertanggung jawab terhadap diri sendiri karena saya ingin ilmu yang saya dapatkan masih ada yang bisa terus saya manfaatkan dalam hidup saya.

Ya, setidaknya itulah yang saya lakukan saat ini. Mencoba mengambil setiap kesempatan yang datang sebagai ikhtiar saya untuk menjemput rezeki. Sepi di bisnis On Line saya selala setia dengan pekerjaan menulis saya. Sepi di nulis tambah rajin negblognya ūüėÄ Tapi enggak mesti¬† ya… kalau tetiba saya ingin posting ya, posting. Seperti sekarang ini. Padahal masih ada 7 artikel yang harus saya kerjakan. Hehe

Lah terus kesibukan barunya apa? Akhir-akhir ini saya disibukan dengan mainan baru saya. Bermula dari keinginan saya untuk memiliki guru yang bener untuk membantu saya belajar internet marketing akhirnya saya berjodoh dengan kesibukan baru ini. Setelah tawaran sebelumnya yang membutuhkan saya mengeluarkan uang yang cukup besar. ya.. sejuta bukan uang yang kecil untuk saya. Walaupun pada kenyataannya saya juga terpaksa merelakan uang sejuta saya karena harus mengundurkan diri ambil KPR karena suami meminta saya dan anak-anak untuk pindah ke kota lain.

bisnis jafra

Akhirnya dengan Pendaftaram membership Jafra Rp299.000,-  saya memulai kiprah saya sebagai aktifis MLM. Impian saya sejak lama yang akhirnya saya mulai juga. Awalnya memang bukan karena kosmetiknya tapi karena Internet marketingnya. Walaupun akhirnya saya juga mencoba menggunakan produknya yang memang oke banget itu. Soalnya yang udah sukses di bisnis ini juga kulitnya tuh kinclong-kinclong gitu. Wajah mereka cerah dengan kulit yang sehat dan cantik tentunya.

Ya gimana enggak gitu, penghasilan mereka aja udah puluhan juta dari bisnis ini. Tinggal pake produknya dan rasain nikmatnya jerih payah mereka membangun bisnis MLM mereka dari modal yang sama 299.000. Nah, akhirnya saya ikutan deh bisnis ini. Sekarang saya masih merintis, mencoba belajar banyak hal untuk bisa maksimal mendapatkan yang saya inginkan dari bisnis ini. Sepertinya Allah memang selalu tahu apa yang ada di hati saya. Buktinya, setiap yang saya inginkan dalam hati saya selalu diberi jalan untuk mewijudkannya.

Akhirnya sayapun memantapkan hati untuk serius menjalankannya. Tantangannya cukup berat.¬† Tapi saya yakin, insya Allah bisa. Doakan saya ya teman… Biar bisa segera SC3 dan bisa mencapai Poin grup yang disyaratkan untuk mendapatkan cash money sejuta. Hehehe..

Penasaran dengan bisnis saya? Sekarang saya menjadi konsultan independen Jafra di Pekalongan. Tertarik ikut bisnis ini biar kita bisa kaya bareng-bareng? Belajar internet marketing bareng-bareng senilai 1,5Juta yang GRATIS bereng saya. Boleh daftar member ke saya juga ya. Soalnya hanya lewat jaringan saya yang bisa dapet FREE Internet marketing class nya di grup FB rahasia.

Tertarik banget atau tertarik aja? Boleh kontak saya di SMS/Wa: 085220206238
BBM:5EBF1E57 untuk Join member, Konsultasi atau Order produk Jafra yang cetar membahana itu. Sekian curhat saya kali ini gaes. Saatnya kerjain PR saya lagi.

Berusaha untuk Menaklukan Tantangan


Berusaha untuk menaklukan tantangan. Itulah yang sedang saya lakukan saat ini. Berdoa untuk dibukakak pintu rezeki untuk membeli banyak keinginan yang selayaknya menjadi kebutuhan. Lalu…Pintu rezeki itu telah Allah bukakan dengan memberi saya kesempatan untuk bisa mendapatken rezeki secara teratur setiap bulannya dengan penghasilan tetap.

Jumlah yang saat ini saya rasa begitu besar mengingat penghasilan pribadi yang benar-benar terasa menurun begitu drastis beberapa bulan belakangan ini. Mendapat penghasilan bulanan tetap setidaknya membuat harapan saya kembali bersemi untuk bisa menutup sedikit demi sedikit lubang yang telanjur saya buat karena keadaan ekonomi yang terasa agak carut marut.

Dan ternyata untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu tidaklah mudah. Saya harus bekerja lebih keras dari biasanya. Harus memaksimalkan waktu yang tersisa sedemikan mungkin untuk bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik. Setidaknya untuk menepati tenggat waktu yang telah ditentukan.

Seberapa banyak artikel yang saya buat tentang management waktu nyatanya tidak bisa membuat saya jauh lebih pandai dari orang kebanyakan untuk bisa mengatur waktu. Menjadi ibu rumah tangga dengan 2 anak, yang satu masih TK dan yang satu belum bisa merangkak cukup menyita banyak waktu dan kesabaran serta emosi yang luar biasa. Apalagi tanpa suami karena saya termasuk salah satu istri dengan suami weekend yang hanya ada di akhir pekan atau tanggal merah saja. Ini benar-benar tantangan yang cukup luar biasa untuk saya.

Siang hari harus berjibaku dengan tektek bengek yang seyogyanya saya lakukan sebagai ibu, sebagai menantu, sebagai sopir, dan peranan lainnya. Malam harinya saya harus berjibaku dengan pekerjaan saya. Pekerjaan yang bisa saya lakukan dengan baik pada malam hari. Waktu yang minimal dengan berbagai gangguan hingga membuat saya bisa lebih fokus menyelesaikan satu demi satu tugas yang telah diberikan pada saya. Sebagai salah satu kewajiban yang saya jalankan untuk menjemput rezeki yang telah Allah berikan untuk saya.

Tentu semua itu tidak bisa selalu mulus sesuai dengan harapan. Anak sakit, anak rewel, ketiduran karena ng-ASI, dll yang membuat pekerjaan tersebut menjadi tertunfa untuk diselesaikan. Apalagi ketika tenggat waktu akan segera tiba. Wih….seru rasanya. Seperti sedang memainkan sebuah permainan yang memacu adrenalin. Antara ingin menangis, rasa tak sabar ingin segera selesai, tapi juga ingin melakukan semuanya dengan baik, takut tidak bisa menepati tenggat waktu dan berbagai perasaan lainnya. Rasanya nikmat tiada tara.

Ah, saatnya kembali pada tugas…. Doakan saya agar semua yang saya lakukan ini menjadi ibadah untuk saya. Menjadi rezeki yang berkah untuk saya dan keluarga. Semoga semuanya lancar walaupun banyak rintangan yang datang dan pergi. Saya harus bisa! Saya harus bisa menyelesaikan apa yang telah Allah berikan kepada saya dengan baik. Menyelesaikan tugas yang sudah terlanjur saya terima dengan sedikit nekad karena artinya saya harus siap jungkir balik untuk mengerjakannya. Semoga semua lancar, bismillah…

 

Mual dengan Berita Trend


Saya tipe orang yang membaca sesuai dengan kebutuhan. Ketika merasa tidak penting, tidak menarik hati atau tidak saya butuhkan saya memilih untuk Skip. Nah, yang menjadi masalah adalah ketika saya ditugaskan untuk menuliskan berita yang trend saat ini. Saya harus buka mata, buka telinga dengan semua berita trend. Masalahnya lagi, entah saya yang kebetulan ngeliatnya berita-berita itu terus atau gimana ya… Saipul jamiel lagi, indra bekti, Mirna, LGBT, dan semacamnya.

Beberapa artikel masih oke lah…saya bisa tuliskan sembari menjawab rasa penasaran saya tentang kaum yang menjadikan pelangi sebagai simbol keberadaan mereka. Tapi lama-lama mual juga dengan semua berita-berita itu. Percayalah, semua ini hanya pintar-pintarnya media saja menggiring kita untuk membaca berita seputar itu-itu saja.

Sepertinya banyak berita penting lain yang layak untuk diberitakan daripada ngomongin mereka. Semakin diberitakan ya semakin eksis lah mereka. Sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Bukankah ketika saya turut serta menuliskan tentang tema ini saya juga menjadi salah satu yang berperan dalam meng-eksiskan mereka?

O.M.G… kalau kaya gini saya mending enggak nyari referensi dari situs-situs besar yang katanya pusat berita trend di Indonesia. Baiklah…Lanjut googling karena saya janji malam ini akan posting berta trend terbaru minimal ¬†5 postingan ya, wiww… Nulis apa ya? Hmmm…

Pencapain essanovia.wordpress.com di Tahun 2015


Sebetulnya ini memang bukan pencapaian yang wow untuk sebuah blog. Sudah pasti banyak yang jauh hebat dari saya. Tapi buat saya, ini sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Akhirnya, saya tahu bahwa blog ini tidak sekadar hadir untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Ya, untuk kalian pembaca setia blog saya. Terima kasih. ūüôā

WP 2015

15.747 Visitor buat saya sudah Wow. Secara postingan ga konsisten, engga rajin share setiap postingan, kalau Blog walking kadang jarang comment karena seringnya pake HP jadul yang memang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya juga seringkali posting sesuka saya tanpa berpegangan pada prinsip SEO seperti artikel-artikel buatan saya yang lain yang tiada lain adalah pesanan klien, dll yang merupakan dosa para blogging pada umumnya… hehe.

Nah, ajaibnya…ada beberapa postingan yang walaupun tidak saya buat dengan prinsip SEO tapi justru dengan suka cita dan penuh semangat membara justru berada di top 3 postingan yang paling banyak pembacanya. Ternyata ini lebih penting dari sekadar SEO. Atau bisa jadi membuat penulisannya justru ter-SEO secara alami. Ah entahlah, tapi senang sekali ketika kata kunci tersebut berada pada page 1 pencarian google.¬†View.JPG

8.858 orang sudah membaca salah satu postingan saya dengan judul “Ini Loh Resep Seblak Asli”. Mungkin karena seblak juga memang selalu happening ya dalam beberapa tahun terakhir ini. Jadi banyak orang yang penasaran dengan resep seblak dan ingin membuat seblak sendiri. Juara 2 nya artikel yang berjudul “Keep Fighting” dengan total viewer 2.712. Cukup jauh sih ya perbedaannya dengan yang tadi, tapi ternyata kata-kata sakti ini juga mengundang banyak orang yang penasaran dengan kata-kata ini. Untuk yang lainnya bisa dilihat di situ ya.

visitorPembacanya udah pasti sebagian besar orang Indonesia sebanyak 8.016 viewer. peringkat ke-2 dari US dengan 5.554 viewer. Mereka nemu sesuatu enggak ya kira-kira di mari? Tapi dari sekian banyak postingan saya yakin pasti mereka mendapat sesuatu dari salah satu atau beberapa postingan. semoga.

Beberapa postingan di blog ini ada beberapa artikel yang saya ikutkan lomba. Mulai dari kontes SEO, GA atau lomba menulis. Nah, untuk yang ini..haduh malu banget. Saya enggak pernah menang lomba. Mungkin, karena tulisannya memang tidak sesuai dengan selera juri, kurang berkualitas, dll… Artinya banyak kekurangan ¬†yang harus dibenahi. Ok, next lebih diseriusin lagi khusus untuk yang satu ini. Hehe…

Dan, sayangnya saya seringkali patah semangat tiap kali kalah dalam berbagai kontes dan GA ini. Hiks… jadinya males ikuta GA, kontes, lomba, dll…lagi. Padahal keinginan untuk menang masih menggebu-gebu. Lah gimana mau menang kalau enggak ikutan ya? ūüėÄ Oke deh, bersiap berburu info lomba dan GA lagi. Mudah-mudahan banyak yang temanya cocok dan ada waktu juga untuk ikutan. Soalnya akhir-akhir ini seringkali tidak cukup waktu untuk khusus membuat artikel untuk ikutan lomba-lomba ini. Saya lebih ngejar yang pasti-pasti aja dulu dapet bayarannya…hehe. #kumat¬†Masalahnya menulis kini menjadi pencaharian pokok saya karena olshop nya sepi.

Itu dia pencapaian blog ini tahun 2015. Nah, sekarang udah 2016. Harapannya tentu tahun ini saya HARUS dapet sesuatu dari BLOG http://www.essanovia.wordpress.com ini. Apapun itu. Saya juga masih berusaha untuk bisa konsisten posting. Walaupun enggak tiap hari, minimal setiap minggu ada yang baru di blog ini. . Bismillah.

 

 

 

 

 

Blogging Itu Perjuangan


Blogging adalah salah satu bentuk perjuangan yang dilakukan seorang blogger. Posting artikel setiap hari 1 itu ternyata tidak mudah. Hah Heh Hoh…Istilahnya klo kata saya mah. Hehe…

 

Tapi saya tetap mencoba berjuang agar bisa memenuhi target pribadi saya itu. Namanya juga usaha. Tidak apalah berdarah-darah di awal. Siapa tahu bisa menuai hasil yang manis di kemudian hari. Untuk Blog yang baru saja lahir ini. Blog yang isinya Cinta melulu.

 

Ya, tadinya saya pikir cinta adalah tema yang paling mudah untuk dijadikan bahan tulisan. Tapi pada kenyataannya tidak juga. Tetap diperlukan banyak pemikiran dan menguras otak. Termasuk semua teori dan fakta-fakta seputar cinta ini. Aih!!

 

Jadi seiring perjalanan, ternyata menulis itu tidak cukup dengan cuap-cuap enggak jelas. Selalu harus ada ‚Äėpesan‚Äô yang ingin disampaikan lewat tulisan itu. Walaupun misalnya pesannya hanya ‚ÄėKesetiaan itu harus di jaga‚Äô atau ‚ÄėCinta itu harus mau berkorban‚Äô. That‚Äôs all.

 

Berharap isi postingan tidak hanya membuat orang membaca tapi juga  mengajak mereka berpikir dan berdiskusi dengan diri sendiri tentang apa yang saya tuliskan dalam postingan tersebut. Jadi jangan pernah menyepelekan profesi seorang penulis ya. Seringan apapun topik yang ingin mereka sampaikan, penulis yang baik tetap berdiskusi alot dengan otak dan perasaannya.

 

Hingga akhirnya, hasil tulisan yang berupa postingan demi postingan tidak hanya enak dibaca tapi juga memberi makna. Sekalipun ia mengambil dari sumber bacaan lain. Dia tetap melakukan seleksi dan berusaha mengemas apa yang ingin ia sampaikan dengan caranya sendiri. Beda lagi sama yang suka posting copy paste aja ya!

 

Saya memang masih belum tahu bisa atau tidak nantinya menuai hasil seperti yang saya harapkan. Tapi, sejauh ini mencoba untuk tetap berusaha untuk bisa. Mencoba membangun blog yang semoga seiring dengan perjalanannya juga tidak hanya bermanfaat bagi saya pribadi tapi juga bagi semua orang yang membaca blog saya itu.

 

Memberi manfaat tidak selalu harus membuat pembaca berpikir keras, tapi jugaberpikir mudah dan praktis. Bahkan tanpa berpikir ia sudah bisa mencerna apa isi pesan yang ingin saya sampaikan di dalam setiap postingan yang saya buat. Itulah prosesnya yang paling penting dalam perjalanan sebuah blog.

 

Semoga perjalanan yang akan dilalui selalu dapat terlewati dengan baik. Terutama dalam mengorbankan beberapa menit untuk menulis dan melahirkan sebuah postingan. Setiap hari‚ĶBahkan jika ada hari yang bolong terlewat karena kesibukan dan lain hal. Saya dapat segera menambalnya di hari lain. Ah, saya tahu memang tidak mudah untuk blogging setiap hari. Tapi saya akan tetap mencobanya. Doakan saya bisa! ūüėČ

 

Belajar Managemen Waktu dengan Shalat 17 Rakaat


“Abang udah Shalat Dzuhur belum?” kata sang Ibu kepada anaknya yang baru masuk ke dalam sebuah rental komputer yang tiada lain adalah rental milik orang tuanya.

“Belum Mi, nanti aja lah shalatnya Abang sekaliin malem ya, 17 rakaat.” katanya dengan polosnya sambil ngeloyor keluar lagi.

Mendengar itu saya yang sedang serius mengetik Tugas Akhir di rental itupun terkekeh. Jawaban anak-anak memang selalu tak terduga. begitupun jawaban si Abang yang waktu itu belum genap berusia 6 tahun ini.

Tetiba saya teringat jaman kuliah dulu. Kejadian ini sewaktu jaman-jamannya perjuangan Tugas Akhir dulu di sebuah rental komputer langganan yang paling nyaman. Walaupun tempatnya sederhana, begitupun fasilitasnya. Tapi tarifnya murah, bisa bantuin kalau tiba-tiba bermasalah dengan komputer hingga teknik pengetikan, dan lengkap dengan toilet dan mushala. Jadi selama apapun mengetik, semua orang bisa shalat ketika waktunya tiba.

Sekilas hal ini terpikir karena baru saja saya melakukan shalat Isya dijamak takhir dengan shalat Magrib karena Baby Allea malah bangun saat magrib dan tidak memungkinkan untuk ditinggal. Antara mau bobo dan pengen main. jadinya serba salah, dan hasilnya sampai waktu Adzan Isya berkumandang shalat magribpun terlewat.

Setelah selesai shalat Isya 3 rakaat. sayapun kembali berdiri untuk melanjutkan Shalat Isyanya. Terpikir untuk mengqosornya. Tapi dalam hati “Nanti kalau rezeki saya diringkas juga sama Allah gimana?” hahaha…konyol memang, tapi..pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat saya takut atau mengurungkan niat ketika mencoba untuk memilih sesuatu yang lebih mudah dalam menjalankan perintah-Nya. Dan ini seringkali bekerja dengan baik. Sayapun mencoba melakukan trik ini dalam bernegosiasi dengan si kecil meyangkut ketaatannya untuk berbuat baik, bersyukur, tidak malas, dll. Dan, seringkali berhasil juga.

Akhirnya saya mengurungkan diri untuk shalat 2 rakaat dan tetap melakukannya 4 rakaat. Walaupun setelahnya rasanya kok badan ini pegal. Sudah terakumulasi juga dengan frekwensi menggendong baby Allea yang sekarang di usianya yang baru 5 bulan berat badannya 8,3Kg dengan tinggi 80cm. Serta, faktor Umur juga mungkin ya. Usia yang sudah tidak belia lagi. Hehehe..

 

Ternyata Allah itu sudah mengatur sedemikian rupa kebutuhan dan kemampuan kita dalam beribadah ya. Shalat sehari 17 rakaat yang dilakukan dalam 5 kali tidak dalam 1 waktu. Shalat subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat,

Managemen Waktu

                             Managemen Waktu

Ashar 4 rakaat, magrib 3 rakaat, dan Isya 4 rakaat. Tapi masih juga kita lalai dalam melakukannya. Padahal, coba deh, gimana bagusnya managemen waktu yang sudah diatur untuk kita.

Shalat Subuh dari jam 04:30. Semakin cepat kita bangun, kita bisa mandi lebih pagi. Setelah mandi kita tenang karena bisa lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktivitas. Apalagi untuk Ibu-Ibu ya. Harus ngurusin semua keperluan anak-anak, suami. Belum lagi beres-beres, nyuci, masak, belanja, dan berbagai aktivitas domestik lainnya. Dan saat bangun kesiangan sampai kelewat shalat Subuh itu rasanya ada sesuatu yang terlewatkan, dan pastinya keteteran dengan berbagai hal.

Setelah beres ini itu dan berbagai keriuhan di pagi hari. Untuk Ibu rumah tangga yang terbiasa shalat Dzuha, shalat sunat 2 rakaat ini sedikit memberi jeda waktu beristirahat untuk kita. Merasakan air wudhu dan merasakan ketenangan sejenak dari kesibukan pagi hari itu. Banyak loh manfaat dari Shalat Dhuha ini selain sebagai pembuka pintu rezeki. Hati yang seringkali menjadi kemerungsung di pagi hari bisa kembali seperti sedia kala setelah Shalat Dhuha.

Selanjutnya melanjutkan berbagai aktivitas. Kalau saya sih mengasuh anak disambi dengan berbagai hal yang memungkinkan untuk dikerjakan. Termasuk nemenin Qilla main, ngerjain orderan artikel, ngeblog, belajar, baca, browsing, dll. Sebisa-bisanya memanfaatkan waktu luang yang sempit. Nah loh! Dzuhur Tiba, saatnya istirahat lagi dan mendinginkan hati dan pikiran yang sudah mulai terkontaminasi berbagai hal termasuk emosi yang berlarian karena aktivitas yang baru dilakukan.

Setelah itu lanjut aktivitas ibu-ibu bekerja di rumah dan seperangkat liku-likunya. Mulai dari Kakaknya Allea yang kebanyakan energi yang kadang menguras emosi dan air mata, hallah… Adeknya yang suka bikin bingung maunya apa, gadget yang tiba-tiba error, dll. Tidak hanya menguras energi tapi juga emosi. Akhirnya tiba waktu Ashar. Saatnya kembali cooling down. Membasuh muka dengan air wudhu, bertemu Allah lagi, kadang mengadu dengan berbagai hal yang baru saja dialami. Segar kembali walaupun mulai terasa agak letih. Tapi segar kembali dan siap untuk berjuang lagi dengan kesibukan di sore hari.

Semua aktivitas selesai dan Adzan magribpun berkumandang. Saatnya shalat Magrib, menyegarkan badan yang sudah mulai letih. Terutama dengan memberinya makanan rohani. Shalat magrib dan Isya itu rasanya berbeda dengan shalat lainnya. Waktunya berekatan, tapi jujur…saya termasuk orang yang suka mengakhirkan shalat Isya. Maksudnya biar klo semua aktivitas selesai, wudhu menjadi aktivitas terakhir bersentuhan dengan air. Hingga Shalat Isyapun menjadi rutinitas sebelum tidur. Bonusnya saya tidur dalam keadaan memiliki wudhu.¬†Biasanya tengah malam dibangunkan juga untuk shalat malam. Selain karena baby Allea menangis karena basah atau minta mimik tentunya.

Tapi tentu semuanya tidak selalu berjalan mulus. Kadang ada saja hal yang membuat shalat yang seharusnya bisa saya lakukan tepat waktu menjadi mundur. Bisa jadi seperti hari ini. Shalat magrib terlewat hingga menjama shalat tersebut di waktu Isya. Shalat dzuhurpun tak jauh berbeda. Paling apes ketika terlewat shalat Ashar dan Subuh, karena tidak bisa dikerjakan di waktu yang lain. So, sekarang saya belajar menyegerakan shalat sebelum tidak sempat lagi. Karena saya tidak pernah tahu kapan Baby Allea akan rewel dan tidak bisa ditinggal atau kapan saya bisa menitipkan baby Allea untuk Shalat.

Nah, kalimat terakhir saya tadi oke juga ya kalau diganti. “So, sekarang saya belajar menyegerakan shalat sebelum tidak sempat lagi. Saya juga tidak pernah tahu kapan saya akan mati. Saya juga tidak akan pernah tahu sampai kapan saya sehat dan bisa shalat seperti ini.” Ngeri ya kalau ingat, bahwa di dunia ini hanya sebentar, sementara akhirat itu kekal adanya.

Yuk ah, yang masih bolong-bolong shalatnya, yang masih males-malesan kita perbaiki. Shalat itu nikmat, apalagi kalau bisa shalat dengan khusyu dan penuh rasa syukur. Hanya 17 rakaat, dalam 5 kali waktu yang pas, dan rakaat yang juga pas hingga tidak membuat kita sampai kecapean atau letih karena shalat. Hanya meluangkan waktu 10 menit saja, kenapa tidak bisa? Sementara Allah meluangkan sepanjang waktunya untuk kita saat kita membutuhkannya atau tidak.***