Mudik yang Singkat


Sampai di Bandung tanggal 9 Juli 2016 dini hari, pulang lagi tanggal 13 Juli 2016 pagi. Mudik yang singkat memang. Tapi saya bersyukur karena masih bisa mudik dengan segala keterbatasan yang ada. Mulai dari waktu materi, sikon, dll. Untungnya pulang pergi lancar tidak sempat mengalami macetnya mudik yang kerap kali dirasakan para pemudik.

Bahkan tadinya saya sudah hampir merelakan untuk melupakan keinginan pulang ke kampung halaman yang nyatanya kota itu. Sudah mencoba mengikhlaskan untuk tidak pulang kampung lebaran tahun ini. E tapi… kemungkinan itu datang. Sang Suami menawarkan tawaran yang sulit untuk ditolak hingga akhirnya kesampaian juga melepas kangen sama keluarga di Bandung.

Walaupun tidak semua tapi cukup mewakili dan memberikan saya hangat yang sudah lama tidak saya rasakan bersama keluarga. Ya, hampir 2 tahun tinggal di kota yang asing untuk saya bukanlah perkara mudah. Mungkin akan menjadi 3 tahun karena si sulung sudah masuk sekolah di sini. Entah untuk satu tahun ke depan atau bahkan hingga lulus nanti. Ah…hanya Tuhan yang tahu.

Rencana pindah untuk bisa berkumpul dengan suami memang ada, tapi entah kapan akan terealisasi. Istri mana sih yang menolak untuk bisa berkumpul bersama suaminya? Lengkap dengan anak-anaknya dalam sebuah rumah. Apalagi rumah itu adalah rumah milik sendiri. Bisa jadi itu merupakan impian semua istri termasuk saya.

Sekarang biarkan saya dan suami mencoba merajut kembali mimpi kami. Satu per satu usaha kami lakukan untuk sampai di tujuan itu. Berkihtiar dengan cara kami masing-masing. Suami dengan pekerjaannya dan saya dengan pekerjaan saya. Pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah dengan diri sendiri sebagai bosnya. Jadi saya tahu betul bahwa berhasil tidaknya pekerjaan ini akan sangat tergantung pada sekeras apa usaha yang saya lakukan.

Ada setitik keraguan, tapi saya tidak akan tahu saya bisa menjalaninya jika saya tidak mencobanya. Seperti biasa, mencoba menaklukan tantangan dengan mengerjakan hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. “Lapak” sudah dibeli. Mulai besok dan seterusnya saya HARUS mengisinya dengan tulisan saya. Satu per satu. Dan kali ini saya akan mencoba untuk konsisten demi mimpi yang tak terbeli tanpa usaha. Bismillah…Doakan saya berhasil ya. Kalau saya berhasil dengan “Lapak” baru itu insya allah ceritanya akan saya bagi lagi di sini.

Ya, salah satu pekerjaan dengan penghasilan tak terbatas. Banyak orang yang sudah berhasil menjalani bisnis ini. Mereka bisa, kenapa saya tidak? Enggak nyambung sih ya dari judul…Tapi ya begitulah tulisan yang sebenarnya. Mengalir seperti air. Karena tulisan ini bukan tulisan komersil seperti yang biasa saya buat untuk klien-klien saya. Hehehe…Saya tahu, ketika semangat meredup kadang cara ini yang dapat membangkitkan semangat itu kembali.

Iklan