Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 1)

Akhirnya…6 bulan sudah, dan aku berhasil memberikan ASI eksklusif untuk Raqilla Felicita Ramadhani Nugroho, putri pertamaku, buah hatiku, Irma Essanovia dengan suami tercinta, Bima Novardias Nugroho.

Cukup sudah perkenalannya, lets get to the point!!
Dari dulu, sebelum aku menikah, aku memang sudah berkeinginan untuk menjadi The real woman, wanita sejati yang memberikan semua yang terbaik yang tidak bisa diberikan laki-laki untuk anaknya. Walaupun sebetulnya yang bisa diberikan laki-laki juga aku berikan untuk anakku.

Stop talk about gender, coz…laki-laki dan wanita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, saling menyempurnakan satu sama lain. Karena Tuhan memang sudah memberikan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki kedua insan ini, dan aku mengakui bahwa Aku bukan Wonder Woman..hehe..

Kembali ke point penting, yaitu strategi untuk menyukseskan ASI eksklusif. Salah satu yang istimewa sebagai wanita sejati yang telah ku lalui yaitu mengandung dan melahirkan anakku dengan normal dan menyusui. Aku tidak mengatakan bahwa yang melahirkan cesar atau ibu yang menyusui itu bukan wanita sejati loh..

Ini hanya sekedar obsesiku saja  Karena aku tahu memang pada kenyataannya banyak hal yang membuat wanita pada akhirnya tidak bisa melahirkan normal atau menyusui, seperti hal-hal berikut ini:
•    Air susu tidak keluar.
•    Organ menyusui tidak memungkinkan untuk disusui.
•    Bayi mengalami penyakit tertentu yang membuatnya terpaksa harus diberi susu formula.
•    Ibu yang memiliki penyakit tertentu yang membuat bayi tidak bisa diberi ASI.
•    Wanita Bekerja.
•    Ironisnya, ada beberapa wanita yang tidak ingin organ menyusui-nya kendur karena pemberian ASI.
•    Dan lain-lain, karena tak jarang faktor dari luar yang membuat sang ibu pada akhirnya tidak bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.

ASI eksklusif yang dianjurkan yaitu 6 bulan. Ini merupakan anjuran WHO yang dihasilkan dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan. Ini merupakan sebuah bentuk dari pemberian imunitas pada bayi. Bayi yang belum 6 bulan memiliki pencernaan yang masih lemah, sehingga pemberian makanan lain selain ASI seringkali menyebabkan bayi mengalami berbagai gangguan pada metabolisme tubuhnya, termasuk seringnya terserang penyakit dalam pertumbuhan dan perkembangnya.

Timbulnya penyakit ini dapat membuat bayi kita terhambat dalam tumbuh kembangnya. Semua orang tua tentunya ingin buah hatinya sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik bukan?, maka awali semuanya dengan pemberian ASI eksklusif untuk bayi Anda. ASI ini makanan terbaik untuk bayi dari 0-6 bulan, The one and only, manfaatnya tak tergantikan oleh apapun.

ASI adalah rezeki dari Tuhan untuk Anak, tidak salah jika orang tua jaman dahulu mengatakan “Setiap anak lahir dengan rezekinya”. Maka berikanlah apa yang menjadi hak nya, yaitu ASI sebagai rezeki dari Tuhan untuk anak kita. ASI memiliki manfaat yang sangat dahsyat tidak hanya untuk anak, tapi juga untuk Ibu dan juga Suami.

Manfaat-manfaat itu diantaranya sebagai berikut:
•    Bayi yang diberi ASI ekslusif biasanya memiliki kecerdasan yang tinggi karena mengandung minyak omega 3 dan asam linoleat alfa untuk perkembangan otak dan saraf.
•    Bayi lebih sehat karena dengan pemberian ASI eksklusif bayi dapat terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, kangker, diare, infeksi saluran pernafasan, dan juga alergi.
•    Dari segi psikologis, bayi yang diberi ekslusif cenderung tenang, tidak mudah gelisah dalam waktu yang lama, terutama ketika Ia berada dalam suatu kondisi yang dapat membuatnya tertekan. Ini juga sangat diperlukan untuk kepribadiannya di masa yang akan datang.
•    Bayi yang diberi ASI eksklusif juga, biasanya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang, karena Ia sudah merasakan kasih sayang yang cukup dari Ibunya.
•    Untuk Ibu, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan biasanya membuat tubuhnya bisa kembali langsing dengan cepat. Biasanya kebanyakan suami juga menyukai hal ini 😉
•    ASI eksklusif selama 6 bulan juga dapat dijadikan kontrasepsi alamiah untuk sang Ibu.
•    Dari segi ekonomis, ASI jelas lebih hemat dibandingkan dengan pemberian Susu formula.
•    Terhindar dari bahaya bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat dalam susu formula, terutama yang santer dibicarakan akhir-akhir ini.

To be continue


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s