Tahun Ke-5 Menjadi Mrs.Bima


Tahun 2003 pertama kali aku melihat sosok laki-laki bercelana robek+kaos hitam+celana jins dan sepatu kanvas di Stasiun Yogyakarta. Tak terpikirkan sama sekali bahwa ia akan menjadi teman hidupku untuk selamanya.

Perjalanan panjang kita lalui dengan kisah cinta jarak jauh dengan banyak kisah, suka dan duka, beserta semua rasa yang menyertainya. Bahkan pernah mencoba untuk berpisah dan menjalani hidup sendiri-sendiri. Hingga akhirnya kita tahu bahwa  kita tak bisa “hidup” tanpa yang lainnya. Rasa kehilangan satu sama lain akhirnya membuat kita kembali dan mencoba untuk lebih dewasa menjalani hubungan jarak jauh ini.

Berjuang bersama saling menguatkan selalu ketika satu diantara kita merasa tak tahan dengan keadaan dan ingin menyerah hingga 4 tahun Allah menyatukan kita dalam sebuah ikatan suci. Dimana hitungan matematika itu dipatahkan mentah-mentah karena 1+1 bukanlah 2 tapi menjadi 1. Tidak ada lagi aku dan kamu, yang ada hanyalah kita.

Mencoba menapaki selangkah demi selangkah perjalanan cinta kita. 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun…yang tentu tidaklah mudah untuk kita. Berjuang berdua dengan segenap kemampuan yang kita punya. Berkali-kali saling marah, saling mengecewakan, saling menuding, saling berteriak satu sama lain atau sebaliknya ketika perbedaan pendapat atau sikap menghadapi sebuah cobaan yang kerap kali datang di kehidupan kita.

Dan akhirnya hari ini.. genap 5 tahun pernikahan kita. Kita masih terus berjuang dan mencoba untuk menjadikan kehidupan kita lebih baik lagi. Tidak hanya untuk kita, tapi juga untuk orang-orang yang menyayangi kita.

Happy 5’th anniversary ya yang…

Pulau Cinta

Sekian tahun yang lalu…

Terima kasih untuk selalu berusaha menjadi suami yang lebih baik dari sebelumnya. Menjadi imam untuku dan anak kita. Terus berjuang untuk membuat kehidupan kita lebih baik lagi. Semoga Allah terus melimpahkan rahmat, hidayah dan kasih sayangnya untuk kita semua. Selalu membantu kita untuk terus memupuk rasa cinta ini agar selalu diliputi kemuliaan, kesetiaan, dan kasih sayang.

Semoga Allah tak henti untuk terus membimbing dan membukakan jalan-Nya agar kita bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah hingga kita menua bersama. Berbahagia di dunia dan di akhirat kelak. Amin YRA…