Mencari Uang Sambil Belajar (Part 3)


Seneng deh, kamu masih mau baca tulisan yang tentang cara cari uang sambil belajar yang super panjang ini. Hehe…abis kalau udah nulis niat cuman sedikit jadi panjang dikali lebar begini nih. Hehehe…. Masih belajar menulis nih, tapi kali ini lagsung dari ahlinya dengan menjadi ‘pekerjanya’.

Belajar Menulis Buku dari Ahlinya

Tidak lama setelah itu saya juga mendapat informasi dari seorang teman seorang penulis terkenal dengan beberapa bukunya yang masuk best seller sedang mencari penulis tetap untuk Jasa penulisan yang ia miliki. Dengan beberapa kali wawancara on-line, by email saya diterima menjadi salah satu penulis tetapnya. Tentunya dengan semangat 45 saya terima tawarannya. Gajinya jauh lebih besar daripada saya ngantor dulu, dan saya enggak harus keluar rumah untuk ngerjain kerjaannya.

Setiap bahan naskah yang masuk harus saya selesaikan dalam waktu 2 minggu. Untuk artikel bahkan hanya 24 jam dengan panjang tulisan sekita 8-10 halaman. Di sini saya belajar banyak tetang menulis buku dan berbagai keilmuan yang saya tulis. Mulai dari Buku psikologi, bisnis, agama, kisah-kisah inspiratif para tokoh inspiratif, dll. (Ini nih yang bikin saya selalu saya bilang kalau menjadi penulis itu bisa jadi lebih pinter.)

Walaupun sedikit kecewa karena sudah tehenti 6 bulan sebelum waktunya perjanjian kontrak kerja berakhir. Alasannya perusahaan tidak mampu membayar saya karena pembayaran penerbit yang tersendat-sendat (katanya). Tapi ya sudahlah… Saya sudah cukup mendapatkan banyak ilmu dari beliau. Terutama motivasi-motivasi hebatnya untuk membuat saya tidak pernah berhenti bermimpi untuk menjadi seorang penulis hebat.

Beliau selalu bilang “Yakin, apapun yang Irma tulis pasti diterbitkan.” Katanya… Saya malu sendiri nulisnya. Tapi mungkin inilah yang dinamakan bahasa sugestif. Bikin saya Pede kalau ide-ide saya bisa jadi buku. Syukur-syukur bisa jadi best seller. Amin… Apapun yang beliau arahkan ketika tugas diberikan selalu saya ikuti. Hasilnya saya dapet bonus karena kata beliau naskah-naskah tulisan saya selalu sesuai dengan keinginan pemesan. Cihuyy…Guling-guling lagi. Ini nih beberapa karya saya bersama Si Bos:

Beberapa Karyaku

                                   Beberapa Karyaku

 

Tapi itu masa lalu yang tidak disesali tentunya. Karena akhirnya saya berani mengajukan Out Line, berani menerima tawaran menulis dari penerbit, dan berani menawarkan diri untuk menulis buku ke penerbit. Karena selain menulis adalah hobi dan pasion saya, dari  menulis saya juga bisa jadi Ibu dan istri yang tetap berpenghasilan walaupun tidak punya kantor. Rumah adalah kantor saya dan saya bersyukur karenanya. Walaupun sebagian orang mungkin mencibir. “Ngapain kuliah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya nyuci, masak, ngepel, di rumah-rumah aje”

Eits, jangan salah…Ketidak mungkinan saya untuk bisa ngantor justru membawa banyak berkah untuk saya. Selain membuat saya lebih kreatif juga membuat saya bisa berpenghasilan jauh lebih besar daripada saya ngantor dulu. Harus pergi subuh atau bahkan pulang tengah malam. Ngomong begitu-begitu aja setiap hari. Sampai hafal skenario on-line waktu jadi call center dulu. Engak disesali juga sih karena akhirnya berkat pekerjaan ini saya bisa nabung buat beli mesin cuci, buat nambahin biaya nikah, buat jalan-jalan, dan mandiri secara finansial hehehe…

Sekarang saya bisa kerja kapan saja saya mau. Kecuali kalau sedang dikejar dead line urusan domestik terpaksa harus sabar menanti. 😀 Ketika seseorang memberi kepercayaa pada saya maka itu adalah sebuah kehormatan untuk saya yang tidak akan saya sia-siakan. I’ll do the best for them. Saya akan berusaha untuk tepati dead line sampai titik darah penghabisan. #terbawa suasana kemerdekaan, kan besok agustusan. Merdeka!

Akhinya saya selalu percaya betapa baiknya Tuhan kepada saya. Semua kondisi memaksa yang Dia hadapkan pada saya membuat saya belajar banyak Hal. Banyak ilmu kehidupan yang justru tidak diajarkan secara tersurat pada setiap jenjang pendidikan formal yang saya lalui. Tapi saya belajar dari semua tugas, semua keadaan, dari semua situasi dan kondisi. Saya bersyukur bisa mencari uang sambil belajar. Terima kasih ya Allah, semua jalan yang Engkau bukakan selalu menuntun saya untuk terus berproses menjadi lebih baik. ***

Note:

Sudah tamat loh pembacaku yang setia. Terima kasih sudah membaca tulisan ini sampai selesai ya. Semoga tulisan ini menginspirasi, terutama untuk kalian yang merasa tidak bisa apa-apa…Salah tuh! Ketika kalian mencoba untuk berproses maka yakinlah akan banyak kemudahan selama kita terus berusaha dan memaksakan diri untuk bisa. Apapun itu. Sekarang percaya kan kalau kita bisa cari uang sambil belajar? 😉

Mencari Uang Sambil Belajar


Ini nih yang dicari

Ini nih yang dicari

“Gimana caranya cari uang sambil belajar?”

Disela-sela ketiadaan waktu untuk menulis karena harus bertemu realita bahwa tanggung jawab atas sebuah kepercayaan jauh lebih penting dari blogku sendiri. Maka untuk sementara semua ide untuk bahan tulisan di blog hanya dalam bentuk draft-draft saja. Berharap suatu saat bisa menjadi tulisan utuh.

Dua hari ini mencoba memetik motivasi kembali untuk mencoba mendekati kembali ilmu-ilmu para suhu internet marketing yang selalu membuat gelisah dengan pertanyaan “Kenapa sih saya enggak bisa seperti mereka?”…Hiks…

Walaupun sebenarnya saya juga tahu jawabannya “Karena kamu tidak fokus.”. Apa kabar ya fokus? Hehehe… “Nyari uang terus,kapan belajarnya?” Berharap sambil nyari uang sambil belajar. Toh selama ini saya belajar dari semua pekerjaan yang pernah saya jalani.

Belajar Jualan
Saya belajar jualan karena saya pernah jadi PR marketing di Toko buku komunitas yang pernah saya buat bersama beberapa sahabat. Di sana saya dipaksa untuk bisa bertemu dengan orang baru untuk berkomunikasi, menjaga hubungan baik dengan penerbit, dengan pembeli, cara membuat laporan bulanan, promosi, stategi marketing, dll.

Ilmu ini juga saya dapat karena saya pernah menjabat sebagai PR Marketing untuk Media Kampus Indi yang saya dan teman-teman sekelas saya buat sewaku kuliah dulu. (Pejabat ni yee…haha). Saya cukup berjibaku mencari pengiklan agar bisa menutupi biaya cetak dan foto copy media kami waktu itu.

Belajar Berkomunikasi & Berstrategi
Saya bisa berkomunikasi dan berani bertemu orang baru bahkan bisa menjadi seseorang dengan penuh strategi. Kenapa? Karena selain saya kuliah di fakultas komunikasi, saya mengambil bidang kajian jurnalistik yang memaksa saya untuk bertemu orang baru, mencari narasumber, bertanya sebanyak dan sedetil mungkin untuk menjadi bahan tulisan saya.

Bahkan saya bisa memikirkan banyak strategi untuk bisa bertemu narasumber yang terkadang so sibuk atau so seleb sampai akhirnya saya mendapatkan bahan yang lengkap untuk tulisan saya. Strategi ini saya aplikasikan juga ketika harus berhadapan dengan penerbit dan membuat mereka memberikan kepercayaan untuk menitipkan buku mereka untuk di jual di toko buku kami.

Belum abis loh cara cari uang sambil belajarnya…Ini nih lanjutannya yang pastinya lebih seru lagi -> (PART 2)

Manusia Itu Istimewa


Manusia itu berubah dari waktu ke waktu…hanya saja ada yang menjadi lebih dekat dengan Tuhannya ada juga yang semakin jauh dengan Tuhannya.

 

Youre special...Iya, Kamu! :)

Youre special…Iya, Kamu! 🙂

Tapi manusia tidak pernah bisa mengubah dirinya menjadi orang lain atau menjadi seperti orang lain karena setiap pribadi itu istimewa.

 

Hanya mereka orang terdekat tentunya yang dapat melihat keistimewaan itu. Karena hanya mereka yang mau dengan sabar mengenal…mau dengan ikhlas memahami, mengerti dan mau dengan senang hati untuk menunggu saat yang tepat untuk melihat keistimewaan itu.

 

Dan semua itu hanya datang dari sebuah ketulusan sementara tulus itu tidak mudah teman.  Itulah sebabnya ketika ada seseorang berkata bahwa Anda istimewa pastikan kata-kata itu bukan dari bibir mereka melainkan dari hati mereka.

 

Ya, tidak ada seorangpun yang dapat membaca hati seseorang karena hati hanya bisa dirasakan. Dirasakan oleh mereka yang punya ‘hati’. Untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki orang lain karena setiap orang itu istimewa.

 

Bahkan mereka yang terlahir dengan kekurangan fisik atau mental yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Mereka bukan cacat tapi istimewa. Jika kita semua menyadari hal ini maka tentu tidak akan pernah ada kosakata ‘cacat’ untuk sesama manusia melainkan ‘ berbeda’ atau ‘istimewa’.

 

Walau bagaimanapun Tuhan telah begitu baiknya dengan semua penciptaannya. Hanya kadang kitalah manusia yang kurang mensyukuri semua yang diberi Tuhan. Tak pernah merasa cukup, selalu merasa kurang. Begitulah manusia diciptakan.

 

Tapi bukankah manusia bisa lebih mulia dari Malaikat yang diciptakanya sebagai makhluk Tuhan yang patuh kepada Tuhannya? Malaikat yang selalu beribadah dan tak pernah berbuat dosa. Iya…sama halnya dengan manusia bejat yang taubat lalu meninggal dan sebaliknya kiyai yang semula berniat untuk menginsyafkan pelacur tapi justru ia mencobanya terlebih dahulu dan tiba-tiba ia dipanggil Sang Khalik.

 

Ketika seorang bertaubat nasuha maka ia akan sangat mencintai Tuhannya, merasa sangat dekat dengan Tuhannya. Hingga ia menyesali akan betapa jauhnya ia dengan Tuhan sebelumnya. Namun sebaliknya, yang dialami kiyai tersebut justru membuatnya masuk ke lembah kenistaan, tak sempat bertaubat maka ia meninggal dalam keadaan berhadast besar. Subhanallah…

 

Kita tidak akan pernah tahu berapa lama lagi kita akan hidup. Kematiaan selalu mengiringi kita kemanapun kita pergi. Bahkan ketika kita bersembunyi untuk melindungi diri dari berbagai kemungkinan kejahatan dan sesuatu yang mungkin dapat membuat kita meninggal. Hanya Dia yang tahu kapan saatnya.  Semoga kita meninggal di tempat yang baik, waktu yang tepat di saat kita sedang menjalankan perintah-Nya atau bahkan sedang berijihad di jalan’ya. Bersih dari hadats besar dan kecil.

 

Para ibu yang sedang bejuang untuk melahirkan anaknya. Para suami yang sedang mencari nafkah untuk memberikan rezeki yang halal untuk anak dan istri mereka. Seorang ibu yang sedang menjalankan kewajibannya untuk mengurusi rumah tangga dan segenap kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri, pun dengan para pejuang yang sedang berjihad untuk membela agama, bangsa dan negara mereka.

 

Karena kita istimewa, maka sudah selayaknya kita gunakan keistimewaan kita untuk mendapatkan cinta dari Dia yang Maha Esa. Dia yang menjadikan kita dari segumpal darah. Dia yang meniupkan roh beserta takdir kita di dunia. Dia yang telah menjadikan kita makhluk yang Istimewa.

Dialah Adikku Satu-Satunya


irfa fixYa, dia adikku satu-satunya. Telah banyak cerita yang kami lalui bersama. Bahkan ketika aku pernah tiba-tiba menghilang dari kehidupannya. Aku menyayanginya  karena dia satu-satunya adikku. Lahir dari darah yang sama hingga lubang yang sama denganku saat aku dilahirkan. Dia memiliki banyak kelebihan daripadaku tapi juga mempunyai banyak kekurangan daripadaku. Itulah yang membuat kami berbeda.

Alasannya karena kami dilahirkan pada generasi yang berbeda. Aku lahir di tahun 80-an sedangkan adikku di era 90-an. Dulu ibuku hamil di usia yang teramat sangat dini. Hanya mengandalkan nasehat orang tua untuk menjagaku tetap sehat hingga aku dilahirkan. Tanpa suplemen, tanpa vitamin, tanpa susu ibu hamil, dll. Sementara adikku sebaliknya. Itulah salah satunya yang membuat kami berbeda.

Ia tumbuh lebih cepat dari aku, mendapatkan menstruasi pertama yang lebih dulu daripadaku, begitupun tinggi badannya yang kini sudah lebih tinggi dari aku. Dan banyak lagi kelebihan lainnya yang ia miliki. Tapi aku lahir normal sementara adikku lahir dengan susah payah. Semoga bukan karena engkau tidak siap dengan pertanyaan yang Tuhan telah berikan ketika kau akan dilahirkan ya Dek. Karena setiap kepahitan yang kita alami selalu berbuah manis pada akhirnya. Percaya deh 😉

Perasaan diabaikan, perasaan sedih, rasa putus asa, kecewa, rasa rendah diri, dan perasaan negatif yang seringkali kita rasakan juga dialami semua orang. Tapi mereka yang berhasil adalah mereka yang bisa melewati masa-masa itu. Sebaliknya, mereka yang gagal adalah mereka yang tidak bisa melewati semua kepahitan itu dan memilih menyerah pada hidup.

Jika kita bisa melewati saat-saat itu maka tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini selain tidak disayangi Tuhan. Karena jika Tuhan sayang maka ia akan selalu menuntun kita menuju kehidupan yang lebih baik setidaknya menurutnya. Karena “Apa yang menurut kita baik belum tentu baik di mataNya”. Entah siapa yang pertama kali merangkai kalimat itu. Tapi kalimat itu memang benar adanya. Sebagai kata penghibur yang paling menenangkan, setidaknya untukku.

Hari ini 18 tahun sudah usaiamu. Semoga ini adalah awal kedewasaanmu. Menjadi seorang yang berani menghadapi dunia dan segala kepahitan sendiri. Melewati semua tantangan yang membuatmu menjadi manusia yang lebih baik. Karena Warna warni hidup kita pada akhirnya hanya diri kita sendirilah yang menentukan bukan orang lain bahkan bukan aku, kakakmu…sedekat apapun kita.

Yakinlah bahwa kamu kuat, kamu bisa, menjadi apa yang kamu inginkan. Sehingga seberapa jauhpun kita terpisah, kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depanmu kelak. Usaha terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan semua cita-citamu.

Selamat Ulang tahun yang ke 18 tahun adikku tersayang. Semoga panjang umur, sehat selalu, semakin dewasa, semakin bijak dalam menjalani dan menikmati hidup. Semoga semua cita-citamu tercapai. Selama kita yakin, selama kita tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa maka tidak ada yang tak mungkin. Teruntuk adikku satu-satunya Irfa Essameita.***

Menjadi Pemenang


Wah, kangen juga menulis di blogku ini. Kesibukan menulis untuk mengejar setoran membuatku lupa dan tak ada waktu untuk menulis di sini. Kali ini aku ingin berbagi tentang perasaan senang ketika kita menjadi pemenang. Pengertian pemenang ini sebetulnya bisa apa saja,  termasuk berhasil menyelesaikan permasalahan kita dengan baik tanpa menyakiti atau mengorbankan orang lain. Namun, dalam hal ini lebih kepada suatu situasi dimana kita menjadi seseorang yang memenangkan sebuah kompetisi. Entah itu pemenang dalam kompetisi besar atau kecil, kompetisi dengan hadiah besar atau kecil, atau bahkan kompetisi yang memang tidak ada hadiahnya.

Tapi percayalah bahwa kau akan menjadi pemenang pada saat yang tepat. Seolah Tuhan memang telah menakdirkannya untuk kita. Seperti hari itu, ketika aku datang ke sebuah komunitas baru untuk menemukan orang yang memiliki minat yang sama di dunia kepenulisan. Bonusnya kali itu 25 orang yang datang pertama akan mendapatkan brownies dan buku. Wow! Tentunya menggiurkan untuk aku yang pencinta cokelat ini.

Dengan berbekal sebuah testimoni yang kukirim lewat email ke panitia, aku pergi bersama seorang teman baru yang juga anggota baru di grup tersebut. Datang terlambat karena situasi yang agak menyulitkan untuk teman baruku ini. Tapi tak apalah, yang penting kami sampai dan menepati janji kami untuk datang ke acara teresebut. Dalam pikiranku hanya itu yang terpenting saat itu. Kami duduk paling belakang dan sempat membuat gaduh karena kami membawa anak batita dan hanya tersisa satu kursi. Yang tak kalah heboh, anakku Raqilla yang sedang tidak mau diam. Berjalan ke sana kemari sampai sandalkupun putus dibuatnya.

Panik bukan main, untungnya aku tak kehilangan akal. Ku gunakan peniti untuk mengakali sandalku agar masih bisa digunakan sementara. Setelah kupastikan bisa dipakai, aku bergegas keluar karena raqilla sudah mulai tak terkendali. Selain tak mau diam, suaranya juga membuat gaduh seisi ruangan.

Akhirnya di tempat pertemuan itu aku hanya bermain bersama anakku saja. Naik turun tangga, mengikuti ke mana anakku ingin melangkah. Sesekali mengalihkan perhatiannya pada berbagai benda yang mungkin bisa menarik untuknya. Setidaknya untuk menghemat energiku untuk duduk beberapa menit.

Hingga akhirnya satu jam berlalu tak terasa. Acara hampir ditutup dengan terdengarnya seorang pria mengatakan bahwa ia akan mengumumkan pemenang dari lomba testimoni pada kue andalan perusahaannya tersebut. Disebutlah juara ke tiga dengan nada suara yang didramatisir. Entah kenapa, di dalam hati dan di kepalaku ada suara yang keras dan ramai berkata “Irma Essanovia” berulang-ulang.

Hingga akhirnya namaku benar-benar disebut. Aku menjadi juara ke-dua lomba tulis itu. Pertama kalinya aku memenagkan lomba dari menulis. Akupun bergegas masuk ruangan sementara ibu-ibu mulai berbisik dan berkata bahwa aku tak jadi datang. Ibu-Ibu yang bahkan tidak pernah bertemu denganku. Mereka yang sempat bertegur sapa denganku di dunia maya saja, dan itupun tidak sering.

Sambil menggendong anakku aku maju. Mereka menyalami aku dan menyerahkan sebuah amplop dan bingkisan. Isinya cukup lumayan untukku saat itu. Seorang Ibu yan baru mulai bekerja dan sudah kehabisan tabungan sisa gajinya dari kantor tempatnya bekerja sebelumnya. Wow! Benar-benar kejutan yang menyenangkan. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur, Ini benar-benar rezeki dari Allah.

Akhirnya, dengan uang itu, aku belikan anakku boneka Timmy yang dia sukai, sandal jepit pengganti sandalku yang sudah putus sebelah, dan modal untukku merubah penampilanku dengan mulai menutup aurat. Karena aku tahu bahwa di balik semua ini Tuhan ingin membuatku menjadi lebih baik. 1 Januari 2012, tepatnya hari pertamaku berhijab.

Dari situ hidupku juga mulai berubah perlahan. Aku sempat menang kuis dengan hadiah 2 bungkus kopi terkenal di Bandung, menang lomba buat tag line obat batuk anak, bertemu dengan seorang yang cukup menginspirasiku, ceritaku dimuat di RDI dengan honor yang cukup lumayan, dan banyak lagi yang lainnya. Aku merasa Tuhan begitu baik padaku. Terima kasih Tuhan….telah membuatku mencicipi rasanya kemenangan. Dan, itu adalah sebuah perasaan yang indah dan menjadi candu bagiku.

Jangan Putus Asa Jika Doa Belum Diijabah


“Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang Doa, ketika Allah menunda ijabah Doa itu. Dialah yang menjamin ijabah Doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu. Kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.” (Ibnu Atha’ilah)

 

Jadi kalau Doa Anda belum terwujud, belum diijabah jangan pernah berhenti untuk melakukan Doa yang sama. Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan Doa umatnya. Banyak orang yang sudah membuktikannya, termasuk saya. Dari dulu saya selalu percaya bahwa apapun yang saya minta dalam Doa.

 

Selama itu baik menurut Allah, bukan menurut saya pasti dikabulkan. Hanya masalah waktu yang menjadi misteri, kita tidak pernah tahu kapan Doa itu akan dikabulkan. Tapi, selama kita berusaha untuk mewujudkan keinginan kita, dengan selalu diiringi dengan Doa, pasti Doa itu akan terkabul, mimpi dan keinginan itu pasti akan menjadi kenyataan.

 

Tinggal kita yang harus lebih pandai bersabar dan bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah beri untuk kita hari ini. Jangan lupa juga untuk membagi nikmat itu dengan orang lain, karena berbagi itu indah. Kecuali berbagi suami…hehehe..(amit-amit) Dengan lebih sering berbagi kenikmatan, kenikmatan itu juga ternyata memang akan semakin ditambah. Termasuk kenikmatan iman dan Islam.

 

Saya bukan orang muslim yang sangat muslimah, tetapi Insyaalah setiap hari selalu belajar untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada salahnya kan saling mengingatkan? Karena kita bersaudara.  Ya, Saya dan Anda… kita saudara. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua sebagai bahan renungan dan motivasi untuk selalu berDoa dan tidak berputus asa jika Doa kita belum dikabulkan. Sabar ya… Semuanya akan indah pada waktunya. 😉 ***

Personal Management


Tidak pernah ada akhir jika tidak ada awal. Tak ada hasil jika tidak dikerjakan. Dan..tidak ada pekerjaan jika tidak dimulai..sebesar apapun niat yang ada di dalam hati. Semenggebu apapun semangat yang ada dalam diri. Kita hanya perlu memulai saja. Just say Action and do that!!

Semua proses berawal dari sebuah imajinasi. Adanya gambaran apa yang akan dibayangkan dan gambaran itu adalah tujuan yang ingin kita capai. Target dari proses yang harus dilakukan. Dalam management kita kenal dengan istilah P.O.A.C. Satu lagi saya tambahkan ‘A’ untuk Achievment. Semua proses ini karena saya utamakan untuk pribadi saya namakan ‘Personal Management‘.

Planing
Tahap pertama dari personal management ini adalah Planing = Merencanakan..diawali dengan niat tentunya. Lalu diolah di otak menjadi sebuah gambaran yang jelas tentang tujuan yang ingin dicapai serta strategi yang akan diambil untuk mencapainya. Jangan lupa membuat Plan B untuk mengantisipasi kemungkinan gagalnya Plan A.
Kebanyakan orang berhenti sampai pada tahap ini. Banyak alasan yang dijadikan kambing hitam dari tidak berjalannya suatu usaha. Tapi tidak usah khawatir karena Anda sudah 1 langkah lebih maju dari orang yang hanya berniat saja. 🙂

Organizing
Kegiatan mengorganisasikan ini dalam personal management adalah mengelompokan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan misi pencapaian tujuan. Termasuk SDM yang diperlukan untuk proses pengerjaan nanti.
Biasanya terhambat jika apa yang akan diorganisir tidak tersedia. Tapi tenang..jika anda bersolo karir atau bekerja seorang diri..mulailah buat jadwal kerj untuk mengatur apa-apa yang dibutuhkan termasuk management waktu dengan sebaik mungkin.

Actuating

Bertindak adalah langkah yang paling berat dalam personal management ini. Membutuhkan banyak keberanian dan banyak pengorbanan. Bismillah saja tidaklah cukup jika tidak disertai dengan tindakan. Ini saatnya Anda menentukan keberhasilan dari apa yang selama ini Anda tuju. Apa yang Anda rencanakan dalam planing yang telah dibuat sebelumnya.

Yakinlah akan ada kemudahan jika usaha yang akan Anda jalankan halal dengan tujuan untuk beribadah. Misalnya membantu suami dalam kehidupan perekonomian keluarga Anda, membantu orang tua mengatasi permasalahan keuangannya, dan lain sebagainya. Berhasil atau tidak itu urusan nanti, yang penting bertindaklah. Lakukan semua perencanaan yang telah dibuat di awal. Setidaknya Anda sudah memulai, dan jangan pernah berpikir untuk kembali.

Controlling

Jika sudah sampai pada tahap ini, Anda sudah bisa sedikit bersantai dalam menjalankan personal management ini karena semua sudah dilakukan sesuai dengan rencana. Hanya perlu waspada dan tidak membiarkan diri Anda terbuai dengan keuntungan awal yang di dapat. Tetaplah usahakan semua berjala sesuai dengan jalurnya. Sama persis dengan SOP (Standar Operation Procedur-nya). Hal itu dilakukan agar keuntungan semakin hari semakin bertambah. Dengan begitu, bisnis yang Anda pilih nantinya bisa menjadi lebih besar dan lebih besar lagi.

Achievment

sebetulnya bagian yang ini relatif karena setiap orang memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dalam pencapaian yang sama. Setiap titik pencapaian tujuan yang Anda sudah dapatkan akan menuntut pencapaian-pencapaian lain yang lebih besar lagi. Seperti kodratnya manusia yang tidak pernah puas. .

Namun dalam hal ini akan berdampak positif tentunya untuk kemajuan usaha Anda. Membuat Anda terus mengembangkan dan menambah produk yang Anda jual baik barang maupun jasa. Seperti falsafah hidup saya yang menganggap bahwa hidup ini seperti lari marathon. Sedikit demi sedikit berlari terus pada akhirnya akan sampai ke garis finish.

Berlari dengan kecepatan konstan biasanya lebih baik dibandingkan dengan cepat di awal. Artinya segala yang dilakukan memang membuntuhkan perencanaan yang matang. Setelah jarak tempuh pertama terlewati terus maju ke jarak tempuh berikutnya, dan begitulah seterusnya. Hingga akhirnya sampai pada garis finish dan Anda menjadi juaranya. Terus berusaha, berdoa, bersyukur, dan berbagi atas apa yang telah didapat dari kerja keras Anda, Insyaallah menjadi berkah.

Sebetulnya ini adalah tulisan untuk menyemangati diri saya sendiri, mengingatkan diri saya untuk segera bertindak. Hmmm..menjalankannya memang tidak semudah menuliskannya. Tapi…Saya akan berusaha. Bismillah…Mudah-mudahan Anda juga terispirasi dengan tulisan ini. Semoga bermanfaat dan selamat menjadi The best personal manager for your self. ;).***