Hati-hati Berita Televisi!


Tadi liat berita di TV anak perempuan 10 tahun nekad naik tower BTS karena sering digebukin orang tua nya…

Geli sekaligus miris…Ni anak kebanyakan nonton berita kali yah. Jadi ngikutin aksi-aksi panjat-panjat tower kaya gini.

Bener-bener yah… Di satu sisi ada berita sebagai sumber informasi ada efek positif, sisi lain ya yang kaya gini ini..ckckckc…

Apa jangan-jangan anak di bawah umur juga harus dilarang nonton berita juga kali ya???

Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 3)


Berikut ini Tips agar Bayi tetap mendapatkan ASI walaupun Anda pergi, bahkan jika Anda bekerja.

    Perah ASI pada waktu Serangan itu muncul
Ibu dan bayinya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, sehingga ketika bayi lapar, susu pun secara otomatis seperti terpompa keluar. Bagi Anda yang sudah pernah menyusui pasti mengetahui rasanya. Di mana saat ini ASI akan keluar sangat banyak, bahkan jika terpaksa tidak bisa diberikan pada bayi ASI akan mengalir sangat deras dan tak tertahan, sehingga banyak Ibu menggunakan busa khusus untuk menahan air susu yang dapat membuat baju Anda basah.

Inilah saat yang tepat untuk menyusui bayi, waktu yang tepat pula untuk memerah ASI untuk stock yang dapat Anda gunakan sewaktu-waktu, ketika Anda tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Jangan di tahan, karena air susu ini adalah kodrat yang tidak perlu dilawan. Semakin diperah maka semakin deras.

Jadi Anda tidak usah khawatir jika ternyata bayi Anda rakus ketika menyusu karena ASI tidak akan pernah habis. Justru jika sedang keluar tidak disusui atau ditahan, maka lama-lama Ia akan malas berproduksi, sehingga akhirnya produksi susu akan berkurang, kondisi teparahnya ASI tidak berproduksi lagi.

    Jika tidak muncul dan harus memerah, lakukan teknik marmet, caranya:
1)    Perah saat kondisi puncak.
2)    Jika tidak, namun Anda ada kesempatan untuk memerah maka rangsang puting susu dengan menggelitiknya sampai tegang.
3)    Jika sudah tegang, makatekan-tekan dengan irama yang sama saat bayi Anda menyusui.
4)    Jika ASI keluar maka perah, dan ASI akan mengalir dengan deras.
5)    Cara memerah ASI yang baik caranya yaitu dengan menekan bagian sekitar aerola di dua bagian yang saling berlawanan. Perlahan tapi pasti. Hehe..
6)    Jangan menekan bagian puting karena selan ASI tidak keluar akan menyakiti diri Anda sendiri.

    Menggunakan tangan lebih efektif daripada menggunakan pompa.
Skin to skin lebih baik daripada menggunakan alat pemompa. Selain membuat tangan kita menjadi pahit karena penggunaan karet pemompa, Air susu akan lebih banyak dan cepat keluar dengan adanya sentuhan-sentuhan dari kulit ke kulit ini. Semakin disentuh maka produksi susu semakin meningkat.

    Simpan ASI dengan benar
Simpan di tempat khusus untuk ASI. Pisahkan dengan makanan lain, terutama yang berbau. Pastikan dalam keadaan tertutup. Jika tidak ada, maka jangan simpan ASI deilemari es lebih dari 3×24 jam.
    Daya tahan ASI

  • Jika hasil perahan tangan tahan sampai 3×24 jam di dalam lemari es, jika dengan pompa hanya 1×24 jam saja.
  • Jika disimpan di ruangan biasa tahan hanya 4 jam
  • Jika diruang yang ber AC tahan sampai 6 jam asalkan pastikan AC tidak rusak.
  • Jika disimpan di lemari es di tempat biasa tahan 6 hari
  • Jika disimpan di freezer tahan sampai 6 bulan
  • Jika Anda memerah ASI bisa digabungkan dalam 1 tempat, asalkan tidak lebih ari 1×24 jam.

Cara memberikan ASI hasil perahan
•    Hangatkan ASI dengan menyimpannya di dalam gelas atau baskom berisi air hangat sampai susu menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika ASI di simpan di freezer ASI menjadi beku, untuk mencairkannya bisa dengan cara yang sama atau di tim untuk mencairkannya. Jika sudah dalam keadaan cair tiriskan hingga ASI menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika sudah dipanaskan bisa dikonsumsi sampai 4 jam, tapi jika tidak habis dalam 4 jam susu tidak dapat dikonsumsi lagi sehingga harus dibuang.
Itulah hasil pengalaman dan research kecil-kecilan yang saya coba untuk menyukseskan ASI eksklusif 6 bulan. Untuk memastikan bayi Anda selalu sehat dan mengalami tumbuh kembang yang baik, jangan lupa lakukan imunisasi ke bidan, posyandu atau dokter spesialis anak.

Biasanya dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) ada angka yang menunjukan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang dapat dijadikan pedoman. Jika ternyata dengan pemberian ASI justru ada pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat berarti ada yang salah dengan asupan yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Makanlah selalu makanan yang sehat, hindari rokok, asap rokok, alkohol, atau obat-obatan yang membahayakan bayi Anda. Agar ASI selalu hangat dan enak minumlah minuman yang hangat dan manis dan juga makanan-makanan lezat yang sehat lainnya, selain junk food tentunya.

Makan jika Anda lapar dan minumlah ketika Anda merasa kehausan karena itu artinya Anda kekurangan cairan. Atau lihat urine Anda, jika warnanya keruh atau pekat tandanya Anda kekurangan cairan, segera konsumsi air putih secukupnya. Selamat mencoba dan menyusui. Semoga sukses 😉 ***

The end…

Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 2)


Nah..ini dia yang ditunggu-tunggu…bagaimana caranya untuk menyukseskan ASI eksklusif 6 bulan.
Kendala yang sering timbul di awal ibu melahirkan dan cara mengatasinya
1.    Susu tidak keluar
Untuk menghindari kejadian ini, hendaknya seorang ibu yang sedang hamil mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat terutama sayur mayur yang berpengaruh terhadap volume ASI ibu seperti daun katup, pepaya muda, lalap-lalapan, labu, jagung manis, dan lain sebagainya.
Selain itu, ketika hamil sering-seringlah membersihkan puting susu, karena seringkali air susu tidak keluar karena terhalang pleh kotoran yang menempel pada puting sang Ibu. Caranya, bersihkan selagi mandi cukup dengan memijat dan menyiraminya dengan air.
2.    Puting susu tidak keluar sehingga bayi kesulitan untuk menyusu.
Agar hal ini tidak sampai terjadi, maka sering-seringlah lakukan pijatan di di daerah puting dengan gerakan  memutar dan menarik puting agar menjadi lebih panjang, sehingga bayi menjadi mudah disusui.
Jika hal ini terlanjur terjadi Anda bisa menggunakan puting palsu yang saat ini sudah tersedia di alat-alt perlengkapan bayi. Jika tidak tersedia juga, jangan menyerah, terus paksakan untuk menyusui bayi Anda, karena lama kelamaan Ia akan beradaptasi dengan kekurangan yang dimiliki Ibunya ini, sehingga semakin hari semakin pandai menyusui walaupun puting Ibu tidak keluar.
3.    Puting susu luka/lecet
Pada awal-awal menyusui, hampir sebagian besar wanita mengalami hal ini. Tips jitunya adalah meneguhkan hati Anda untuk terus memberikan yang terbaik untuk Bayi Anda. Karena keinginan yang kuat ini akan mengalahkan rasa sakit Anda. Tidak usah khawatir Tuhan telah menyediakan obatnya langsung. Cukup Oleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui.

Selain memudahkan bayi untuk menyusu, ASI yang Anda oleskan juga menjadi obat yang sangat manjur untuk mengobati luka lecet pada puting Anda. Tidak perlu obat-obatan lain, apalagi jika ternyata Anda lupa membersihkannya, ini dapat menyebabkan bayi Anda trauma, dan pada akhirnya tidak mau menyusu.

Bayi lebih sering tidur sehingga jarang menyusui

Jika bayi Anda lebih sering tertidur usahakan untuk membangunkannya, setidaknya dua jam sekali, terutama pada siang hari. Hal ini untuk menjaga ASI tetap berproduksi dan agar bayi Anda tidak kelaparan tentunya.

Stress
Stress ini sering terjadi pada ibu pasca melahirkan, banyak hal tentunya yang menjadi pikiran dari sang Ibu, apalagi jika ia baru melahirkan anak pertamanya. Ketakutan tidak bisa memandikan bayi, takut terjadi sesuatu pada bayinya, takut badannya tidak kembali ke bentuk semula, dan yang paling berat adalah takut tidak bisa menyusui bahkan takut ASI tidak ada sama sekali.
Ketakutan semacam ini harus dihilangkan. Karena stress juga berakibat terhadap produksi air susu. Bebaskan pikiran Anda dan ASI pun akan berproduksi tiada batas.

Ketakutan adanya kerusakan pada organ menyusui
Ini adalah ketakutan yang salah karena menurut penelitian dari American Society of Plastic Surgeons pada tahun 2007 menemukan bahwa menyusui sama sekali tidak membuat payudara kendur. Penelitian tersebut menemukan bahwa penyebab payudara kendur itu yaitu:

  • Membesarnya ukuran payudara baik karena kehamilan atau kenaikan berat badan yang drastis.
  • Usia yang semakin tua
    Semakin bertambah usia Anda, maka kekencangan payudara juga mengalami perubahan. Kekencangannya akan berkurang karena kelenjar payudara juga akan berkurang, sehingga digantikan oleh jaringan lemak yang memang lebih kendur. Ketika muda payudara tampak lebih kencang karena adanya hormon esterogen yang cukup tinggi.
  • Merokok
    Merokok adalah salah satu penyebab berkurangnya elastisitas kulit, tidak hanya pada payudara tapi juga pada kulit tubuh lainnya. Jadi sebetulnya sudah kodratnya bahwa semua wanita pada akhirnya payudaranya akan mengendur, BUKAN KARENA MENYUSUI. Tidak hamil dan tidak menyusui pun tetap saja pada akhirnya payudara akan mengendur karena organ istimewa ini bukanlah otot.

Karena itulah, dapat dipastikan pula bahwa tidak ada olah raga yang dapat mengencangkannya. Selain itu, organ ini juga tanpa tulang, sehingga sangat mudah terpengaruh gaya gravitasi dari bumi ini. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menggunakan bra sport jika hendak beraktivitas yang akan mengguncang bagian istimewa ini.

Rasa tidak yakin
Perasaan ini muncul bisa dari diri sendiri  atau pengaruh dari orang lain. Perasaan ini harus dihilangkan. Biarlah orang berkata apapun, jika tekad dan keyakinan kita kuat, maka semua halangan dan rintangan dapat teratasi.
Jadi teringat ketika terlontar kata-kata ini:
“Klo kasih susu formula atau makanan lain berarti ga sayang sama cucu nya” kataku sedih ketika ibu ku sendiri memintaku untuk memberi si kecil susu formula ketika usia anakku baru dua bulan. Waktu itu aku mengikuti training menulis selama 2 minggu agar bisa bekerja di rumah sebagai seorang penulis.

Pelatihan ini membuatku harus meninggalkan nya dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Maklum lokasinya cukup jauh dan perjalanan ke tempat tersebut adalah daerah macet. Alhasil..aku bisa, hanya dengan meluangkan waktu 30-60 menit waktu istirahatku untuk memerah susu untuk keesokan harinya.

Malamnya, jika merasa kurang banyak aku perah lagi agar tidak kekurangan. Untuk urusan memerah ASI ini, setiap ada kesempatan maka perahlah. Terutama untuk Anda yang bekerja dan terpaksa harus meninggalkan si kecil.

To be continue

Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 1)


Akhirnya…6 bulan sudah, dan aku berhasil memberikan ASI eksklusif untuk Raqilla Felicita Ramadhani Nugroho, putri pertamaku, buah hatiku, Irma Essanovia dengan suami tercinta, Bima Novardias Nugroho.

Cukup sudah perkenalannya, lets get to the point!!
Dari dulu, sebelum aku menikah, aku memang sudah berkeinginan untuk menjadi The real woman, wanita sejati yang memberikan semua yang terbaik yang tidak bisa diberikan laki-laki untuk anaknya. Walaupun sebetulnya yang bisa diberikan laki-laki juga aku berikan untuk anakku.

Stop talk about gender, coz…laki-laki dan wanita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, saling menyempurnakan satu sama lain. Karena Tuhan memang sudah memberikan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki kedua insan ini, dan aku mengakui bahwa Aku bukan Wonder Woman..hehe..

Kembali ke point penting, yaitu strategi untuk menyukseskan ASI eksklusif. Salah satu yang istimewa sebagai wanita sejati yang telah ku lalui yaitu mengandung dan melahirkan anakku dengan normal dan menyusui. Aku tidak mengatakan bahwa yang melahirkan cesar atau ibu yang menyusui itu bukan wanita sejati loh..

Ini hanya sekedar obsesiku saja  Karena aku tahu memang pada kenyataannya banyak hal yang membuat wanita pada akhirnya tidak bisa melahirkan normal atau menyusui, seperti hal-hal berikut ini:
•    Air susu tidak keluar.
•    Organ menyusui tidak memungkinkan untuk disusui.
•    Bayi mengalami penyakit tertentu yang membuatnya terpaksa harus diberi susu formula.
•    Ibu yang memiliki penyakit tertentu yang membuat bayi tidak bisa diberi ASI.
•    Wanita Bekerja.
•    Ironisnya, ada beberapa wanita yang tidak ingin organ menyusui-nya kendur karena pemberian ASI.
•    Dan lain-lain, karena tak jarang faktor dari luar yang membuat sang ibu pada akhirnya tidak bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.

ASI eksklusif yang dianjurkan yaitu 6 bulan. Ini merupakan anjuran WHO yang dihasilkan dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan. Ini merupakan sebuah bentuk dari pemberian imunitas pada bayi. Bayi yang belum 6 bulan memiliki pencernaan yang masih lemah, sehingga pemberian makanan lain selain ASI seringkali menyebabkan bayi mengalami berbagai gangguan pada metabolisme tubuhnya, termasuk seringnya terserang penyakit dalam pertumbuhan dan perkembangnya.

Timbulnya penyakit ini dapat membuat bayi kita terhambat dalam tumbuh kembangnya. Semua orang tua tentunya ingin buah hatinya sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik bukan?, maka awali semuanya dengan pemberian ASI eksklusif untuk bayi Anda. ASI ini makanan terbaik untuk bayi dari 0-6 bulan, The one and only, manfaatnya tak tergantikan oleh apapun.

ASI adalah rezeki dari Tuhan untuk Anak, tidak salah jika orang tua jaman dahulu mengatakan “Setiap anak lahir dengan rezekinya”. Maka berikanlah apa yang menjadi hak nya, yaitu ASI sebagai rezeki dari Tuhan untuk anak kita. ASI memiliki manfaat yang sangat dahsyat tidak hanya untuk anak, tapi juga untuk Ibu dan juga Suami.

Manfaat-manfaat itu diantaranya sebagai berikut:
•    Bayi yang diberi ASI ekslusif biasanya memiliki kecerdasan yang tinggi karena mengandung minyak omega 3 dan asam linoleat alfa untuk perkembangan otak dan saraf.
•    Bayi lebih sehat karena dengan pemberian ASI eksklusif bayi dapat terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, kangker, diare, infeksi saluran pernafasan, dan juga alergi.
•    Dari segi psikologis, bayi yang diberi ekslusif cenderung tenang, tidak mudah gelisah dalam waktu yang lama, terutama ketika Ia berada dalam suatu kondisi yang dapat membuatnya tertekan. Ini juga sangat diperlukan untuk kepribadiannya di masa yang akan datang.
•    Bayi yang diberi ASI eksklusif juga, biasanya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang, karena Ia sudah merasakan kasih sayang yang cukup dari Ibunya.
•    Untuk Ibu, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan biasanya membuat tubuhnya bisa kembali langsing dengan cepat. Biasanya kebanyakan suami juga menyukai hal ini 😉
•    ASI eksklusif selama 6 bulan juga dapat dijadikan kontrasepsi alamiah untuk sang Ibu.
•    Dari segi ekonomis, ASI jelas lebih hemat dibandingkan dengan pemberian Susu formula.
•    Terhindar dari bahaya bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat dalam susu formula, terutama yang santer dibicarakan akhir-akhir ini.

To be continue