Blogger Sejati dan Blog Kerennya


Akhirnya diterima juga di Grup keren Kumpulan Emak2 Blogger (KEB). Senang sudah pasti, karena ini menjadi salah satu media yang dapat memberi saya banyak ilmu untuk menjadi seorang blogger sejati. Iya, tahu banget soal nge-blog dan bagaimana memanfaatkan blog semaksimal mungkin untuk menjadi ‘Sesuatu’. Mulai dari manfaatnya sebagai peninggal jejak kita untuk anak cucu hingga mendapatkan pundi-pundi rupiah yang nilainya bisa berjuta-juta.

Wiiih…beneran bikin ngiler. Hari gini, dari nge-blog bisa dapet hadiah atau penghasilan berjuta-juta siapa yang enggak mau coba? Tapi ternyata itu tidak mudah. Banyak hal yang harus kita tahu, harus kita pelajari dan pastinya tidak dalam waktu instan. Semua pasti berproses, dan proses itulah yang sedang saya coba nikmati saat ini. Mencari banyak ilmu dan belajar dari pengalaman para Emak Blogger di grup ini

Awalnya ketika diterima di grup seperti apa ya rasanya…Masuk ke sebuah pulau indah yang ramai. Penuh dengan hiruk pikuk orang yang berlalu lalang. Tidak hanya itu, di pulau ini juga banyak harta karun yang harus digali. Berisi banyak ilmu dan beribu kiat sukses menjadi blogger sejati. Bagaimana para emak-emak blogger ini membuat Blog mereka menjadi Blog yang diburu para internet marketer atau produsen berbagai produk untuk me-review produk mereka.

Ada yang hanya sekadar share tulisannya, tapi juga tidak sedikit yang share banyak ilmu dan pengalaman mereka di dunia blogger ini. Ada juga share lomba-lomba berhadiah macam-macam. Mulai dari souvenir keren dari dalam dan luar negeri, uang, gadget yang bernilai jutaan, paket wisata, dan banyak lagi yang lainnya. Makin ngences aja nih dibuatnya. Tapi tentunya para Emak blogger yang sudah sukses juga tidak langsung sukses. Mereka juga mengalami sebuah proses, sama seperti saya.

Akhirnya saya sadar bahwa banyak hal yang harus saya benahi untuk bisa seperti mereka. Dan proses itu dimulai dari sekarang. Saat saya sudah berada di sebuah grup yang dapat memberi saya ilmu yang banyak untuk menjadi seorang blogger sejati. Setidaknya membuat artikel-artikel yang saya tulis di blog sering dibaca orang atau membuat orang-orang dengan senang hati untuk secara rutin mengunjungi blog saya karena ketagihan membaca tulisan saya.

Ya, seperti saya ketika ketagihan untuk menginjungi blog-blog yang saya masukan ke dalam Notes saya yag berjudul ‘BLOG KEREN’. Terkait dengan tema-tema tertentu yang dengan mudah saya dapatkan di blog tersebut. Ah, ternyata! Saya baru saja menyadari satu ilmu bahwa Blog yang keren itu harus tematik 😉

Baru satu tuh yang saya sadari. Mungkin ada yang ingin menambahkan kriteria Blog Keren lainnya?? Boleh isi di kolom komentar ya. Mari para blogger sejati, berbagi ilmu agar ilmu yang kita miliki menjadi ilmu yang bermanfaat. Salah satu amalan yang tak terputus hingga kita meninggal nanti. Yuk…Mari…***

 

Pelecehan Seksual di JIS Memang Sadis


Pelecehan seksual di JIS (Jakarta International School) itu memang sadis. Makanya saya enggak mau nyalahin jaman lagi ah, karena sebenernya manusianya justru yang makin Edan. Mereka sadar enggak sih (pasti enggak) kalau mereka sudah menghancurkan generasi bangsa kita?  Bayangin aja, anak TK sudah mengalami trauma berat karena perilaku sadis para pelaku ini. Terakhir denger info kalau 1 tersangka yang juga saksi kunci bunuh diri juga dengan minum cairan pembersih kamar mandi.

Saya jadi berprasangka, jangan-jangan mereka memang ‘dipaksa’ bunuh diri.  Ya, demi menyelamatkan nama baik sekolah tempat mereka bekerja. Atau bisa jadi sebagai aksi  bunuh diri sebagai bentuk pengabdian mereka pada  sindikat pedhofilia ini. Berapa sih mereka dibayar untuk melancarkan misi mengancurkan generasi muda kita? Padahal mereka sendiri asli Indonesia. Sadis…Ah…entahlah hanya Tuhan dan mereka sendiri yang tahu.

Kata Ibu Elly R seorang  ahli parenting kalau otak manusia itu bisa semakin rusak bahkan menyerupai otak hewan.  Itulah mungkin yang membuat semakin banyak manusia jahat & sadis melebihi binatang. Ya iyalah…Binatang wajar sadis karena mereka tidak diberi kecerdasan seperti manusia. Sedangkan manusia pada dasarnya sudah diberi kecerdasan lebih. Itu dia yang membuat manusia bisa lebih sadis dari binatang.

Teman bunuh teman, anak bunuh orang tua, orang tua bunuh anak, dokter perkosa pasien, guru perkosa murid,  gurus siksa murid, dll. Parah…Sadis… Karena mereka sudah lebih dari hewan. Nurani mereka sudah dihapus menjadi insting kebinatangan. Setiap ada mangsa, sikat! Itulah kenapa mereka tidak pernah puas dengan satu korban.

Sepertinya binar di mata mereka sudah menjadi binar mata binatang. Melihat mangsa seperti kita melihat foto kuliner yang terlihat sangat lezat dan menggugah selera. Oh, tentu tidak…Justru lebih seperti serigala yang melihat kambing muda di depan matanya. Kalau kita ngeliat foto makanan yang kelihatannya enak banget  paling banter ngences. Tapi karena makananya enggak ada ya otomatis beralih pada objek lain yang lebih masuk akal untuk disantap atau melakukan aktivitas selain makan agar lupa betapa ngilernya kita lihat foto makanan tadi.  Saya sih gitu…hehe

Pokoknya saya sebagai salah seorang yang sangat mengutuk pelecehan seksual di JIS. Mungkin ini satu yang terungkap, mengingat nama besar JIS dan juga siapa korbannya. Sementara, anak-anak jalanan mungkin banyak yang mengalami kejadian serupa tapi tidak terpublikasikan. Karena siapa yang mau menuntut? Mereka hanya tinggal pasrah menerima nasib. Dan entah bagaimana masa depan mereka nanti.

Semoga anak-anak kita terlindung dari kebiadaban binatang-bintang yang masih memiliki rupa manusia itu. Semoga pelecehan seksual di JIS membuka mata kita semua bahwa betapa berharganya anak kita. Betapa mereka harus kita jaga dan harus kita ajari bagaimana menjaga diri mereka yang berharga. ***

 

 

Cita-Cita Dai Cilik


Suatu hari pada bulan Ramadhan tahun lalu saya menonton sebuah kontes Dai cilik di sebuah stasiun TV swasta. Ketika para Dai cilik ditanya mengenai cita-cita, ternyata jawaban mereka adalah menjadi dokter, presiden, guru, dll. Menjadi Dai ternyata bukanlah cita-cita mereka.

Senang rasanya ketika melihat anak-anak kecil berceramah dengan lantangnya. Ada yang terlihat seperti orang tua, namun tidak sedikit yang tampil percaya diri dengan kepolosan-kepolosan khas mereka.

Sekecil itu sudah hafal dan mengerti isi al quran dan hadits. Menjadikannya sebagai bagian dari materi ceramah mereka dalam kontes tersebut. Masyaallah..saya aja sudah setua ini masih awam dengan Quran dan Hadist. Membacanya hanya ketika merasa membutuhkan informasinya saja.

Perasaan malu memang kerap menyergap namun begitulah realita yang terjadi. Semakin kecil seseorang belajar maka ingatannya akan lebih tajam dibandingkan yang sudah berumur baru mulai untuk menghafal. Walaupun jika dilihat dari segi pemahaman tentu yang lebih berumur lebih bisa memahami ayat Allah dan riwayat nabi tersebut.

Tapi biarlah, toh di kemudian hari mereka masih bisa belajar untuk lebih memahami isi dari apa yang ia baca atau ia hafalkan saat ia masih kecil. Hingga ketika kelak ia dewasa ia tidak hanya hafal tapi juga memahami artinya dan juga bisa mengamalkannya dalam hidup sehari-hari. Itulah esensi yang sebenarnya dari menghafal kitab Allah dan hadist sedari kecil.

Menciptakan generasi muda yang istimewa. Penerus bangsa yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan mereka akan berbagai hal keduniaan tapi juga akhirat. Dengan begitu besar harapan kita bahwa kelak generasi muda inilah yang akan membawa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang maju. Karena mereka paham betul tentang arti dari sebuah kekuasaan, bagaimana korupsi di mata Islam, bagaimana caranya memegang amanah, dan bagaimana seharusnya ulil amri atau pemerintah berperilaku yang benar.

Hal-hal yang tidak dimiliki generasi sebelumnya yang hanya mementingkan kepintaran tapi tidak keshalehan. Menjadikan pendidikan mengenai keduniaan adalah segalanya dan mengesampingkan pendidikan agama. Itulah sebabnya keilmuan yang mereka miliki bukannya digunakan untuk kebaikan umat manusia melainkan sebaliknya.  Untuk mencari keuntungan diri sendiri sebanyak-banyaknya dengan berbuat curang, mencuri, menyebarkan fitnah dan keburukan, menteror, memecah belah orang lain hingga menghilangkan nyawa orang lain dianggap hal yang biasa.

Namun sebaliknya, tak jarang kita temui mereka yang mengetahui keakhiratan dengan baik juga menjadi buta mata dan hati mereka akibat tuntutan duniawi. Menjadikan ilmu agama yang mereka miliki dicampuradukan dengan sihir, meminta bantuan jin hingga akhirnya justru malah menjerumuskannya pada syirik, kejahatan, dan kemaksiatan. Hal ini membuat kita sulit membedakan manusia bersorban mana yang sesungguhnya menjadi pembela Allah. Dan lebih prihatin lagi karena ternyata orang tersebut terkenal sebagai seorang Dai Cilik…dulunya.

Bahkan beberapa waktu yang lalu ustadz yang seharusnya menjadi panutan, mengajarkan welas kasih kepada orang lain justru dengan sukses merendahkan martabat manusia lainnya. Ia mencaci maki, berkata kasar hingga merendahkan saudaranya sesama muslim untuk melampiaskan emosinya. Bagaimana ini?

Rupanya kini kebaikan dan kejahatan, orang baik dan orang jahat sungguh tidak bisa dibedakan lagi. Itulah sebabnya kewaspadaan kita harus semakin tinggi menghadapi orang-orang semacam ini. Lebih mudah melihat penjahat yang menampakan diri mereka dibandingkan yang bersembunyi di balik topeng-topeng ‘keshalehan’ mereka.

Saatnya kita bercermin pada diri kita sendiri, termasuk Anda para orang tua Dai cilik ini. Untuk menilai sejauh mana keimanan dan keshalehan kita dan anak kita. Agar kita terhindar dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Agar hidup kita senantiasa berada dalam limpahan cinta dan kasih sayang Nya. Agar kita selalu bisa membedakan dengan jelas mana saudara dan mana musuh kita. Hanya Dia lah tempat kita berlindung dari segala kejahatan.***

Customerku Sayang Customerku Malang


Sebuah percakapan melalui SMS pada suatu ketika…

 

Mrs Buyer: “Mbak klo bayar langsung bisa gak?

Saya: “Boleh aja klo rumahnya deket, jadi kan gak pake Ongkir”

Mrs Buyer: “Bukan, maksud saya karyawan Mbak suruh kirim barangnya ke sini, nanti saya bayar klo udah nyampe” (Dikiranya makanan siap saji/la****)

Saya:”Wah, saya belum punya karyawan Mbak. Ga apa-apa transfernya pulang kerja aja Mbk.” (Doain biar saya jadi pengusaha besar biar punya banyak karyawan ya Mbak)

Mrs Buyer:”Saya masuk jam 9 pagi, pulangnya jam 10 malem. (Kaget ternyata ada yang lebih tidak manusiawi, jam kerja ampe 13 jam gitu)

Saya: “ATM kan 24 jam Mbak” (Kecuali klo ATM nya di toko/mall yang bukanya nggak 24 jam)

Mrs Buyer: “Saya enggak punya ATM mbak.” (La iya, ATM kan punya Bank bukan punya Mbk, saya juga gak punya klo ATM. cuma kartunya aja, dan beberapa kartunya malah udah enggak ada saldonya.).

Saya: Serius? Ya udah nebeng temen aja minta transferin, nanti Mbak bayar Cash ke dia” (Jangan bilang klo Mbak juga gak punya temen.)

Mrs Buyer:”Mbak di jalan apa?” (Saran saya ga digubris, Saya mah di dalem rumah Mbak gak di jalan, takut ketabrak :D)

Saya: “Rumah saya di Baleendah.” (Belum tau dia klo di baleendah udah ada internet)

Mrs Buyer: “Wah jauh…” (Iya, apalagi klo jalan kaki, sambil puasa pula pasti berasa jauh banget)

Saya: “Ya udah Mbak transfernya besok aja, kan ada weekend banking sekarang. Mandiri di Bubat, BCA di Asia Afrika atau BTC. Nanti Mbak transfer manual aja ya, klo udah kabarin saya biar barangnya segera dikirim”  (Berharap ini jadi jurus pamungkas)

Mrs. Buyer:  Minta no rekeningnya Mbak, besok saya transfer.

Saya: 13000xxxxxxxxx (disamarkan karena takut dibobol rekeningnya sama penipu “Saya berminat membeli rumah Anda….:D)

Mrs. Buyer:  Berapa tadi Mbak, sms nya kehapus. Ga bisa kurang lagi Mbak? (Yey….udah mau transfer masih aja nawar.)

Saya:  Rpxxx.xxx Udah pas Mbak, harga murah banget tuh Mbak 🙂 (Pake senyum bisi  pundung.)

Mrs. Buyer:  Makasih ya…

Saya: Sama-sama… 🙂

 

Bagaimana Anda menyingkapi percakapan di atas?

Kalau saya sih sebagai orang yang mengalaminya merasa cukup miris sekaligus tersenyum-senyum sendiri bacanya. Percakapan ini cukup lama saya tulis karena ini termasuk salah satu kejadian unik yang ingin saya abadikan selama menjalani bisnis on-line.  Dan ternyata faktanya begitu banyak orang yang masih buta akan jual beli on line. Termasuk masih ada rasa takut bahwa ia akan ditipu, dll. Biasanya dialami oleh orang yang pertama kali memberi barang secara on-line.

Padahal sebetulnya banyak sekali kemudahan yang dapat diperoleh jika kita membeli on-line. Berikut diantaranya:

  1. Kita tidak harus keluar rumah, ber make-up ria, atau memikirkan baju apa yang akan kita kenakan.

  2. Kita tidak harus panas-panasan atau terjebak macet, diteror pengamen atau pengemis ‘nakal’, sport jantung karena sopir ugal-ugalan atau kendaraan umum yang ngetem.

  3. Kita juga tidak harus menguras energi ketika di jalan bertemu orang yang mungkin nantinya bisa membuat kita kesal, marah atau mengumpat orang tersebut.

  4. Kita juga tidak harus repot membawa banyak tentengan belanjaan karena belanjaan kita akan datang sendiri ke depan rumah kita tentunya diantar kurir ekspedisi.

  5. Kita tidak harus ketakutan akan dicopet atau berhubungan dengan orang-orang yang tidak diharapkan. Seperti para penjahat, penjambret, orang gila, penipu, psiko, dll.

Kita hanya tinggal membuka lap top atau HP kita, order, transfer dan barang sampai dengan selamat. Untuk mempermudah transaksi ini ada baiknya kita memiliki rekening tabungan di salah satu bank yang cukup terkemuka. Bank yang banyak digunakan orang dan tentunya memiliki banyak ATM. Jika ingin lebih praktis lagi daftarkan sms bangking, mobile banking atau internet bangking beserta aktivasi token pin-nya agar bisa bertransaksi melalui internet banking.

Untuk info lebih lanjut silahkan googling ya…banyak informasi mengenai berbagai fasilitas bank yang memudahkan kita untuk bertransaksi tanpa harus ke ATM.

Hey! Semua itu ada pertama kalinya. Tuhan memberi kita otak untuk berpikir, mulut untuk bertanya, jari tangan untuk googling, fisik yang lengkap untuk bisa bertindak. Jadi tunggu apalagi? Buka rekening di bank bukan dosa kan? Gajian tanggal 1 besok langsung buka rekening ya customerku sayang…

 

 

 

Operasi Plastik demi Kecantikan Palsu


Membaca sharing seorang teman di Facebook tentang trend operasi plastik di Korea cukup membuat bibir ini  tak henti berucap “Ya Allah…” sambil meringis. Inilah ternyata salah satu faktor yang membuat para wanta Korea berwajah sama atau seragam. Karena bentuk wajah seseorang adalah salah satu trend yang diikuti banyak wanita-wanita Korea. Tak heran jika terkadang sukar membedakan wajah mereka jika kita tidak benar-benar seorang K-Pop atau penggemar film Korea sejati.

Biarlah saya menikmati film, lagu atau tarian mereka saja tanpa harus mengenal mereka lebih dekat. Karena toh juga tidak terlalu berguna untuk hidup saya. Mereka juga justru dengan senang hati membuat mereka menjadi mirip satu sama lain. Menjadi manusia yang tidak berkarakter karena wajahlah salah satu bagian yang dapat menunjukan karakter seseorang. Apabila diubah maka otomatis karakter wajah mereka hilang dan berganti menjadi karakter sosok lain yang bisa jadi jauh dari karakter asli mereka.Image

Karena yang saat ini yag sedang trend di Korea adalah mata bulat, hidung mancung, rahang dan dagu kecil maka bentuk wajah inilah yang menjadi acuan seseorang menilai kecantikan diri mereka sendiri. Sementara kenyataanya wanita-wanita Korea cenderung memiliki mata yang sipit, hidung yang biasa saja sedangkan rahang mereka cenderung kotak dengan dagu panjang. Artinya banyak sekali yang harus mereka koreksi dari wajah mereka. Hingga pemotongan dagu dan rahang menjadi salah satu hal biasa di Korea sana.

Untuk mengikuti trend agar terlihat cantik mereka siap dengan berbagai resiko pemotongan rahang ini. Termasuk harus membayar biaya yang tidak sedikit untuk terlihat cantik. Bahkan membuat penampilan baru mereka nyaris tidak dapat dikenali lagi. Apakah hal ini tidak membuat krisis identitas? Operasi plastik membuat orang-orang tidak lagi mengenali mereka sebagai sosok sebelumnya. Berapa banyak teman yang akan hilang,kekasih sejati yang pergi atau bahkan kerabat yang tidak dapat mengenali mereka lagi?

Saya bersyukur bahwa saya bukan orang Korea. Walaupun wajah saya termasuk jenis wajah bulat tapi saya sudah memiliki mata yang besar, dagu yang kecil dan hidung yang cukup mancung. Hahaha…Tak apalah jika Anda bilang saya narsis, tapi saya merasa jauh lebih cantik daripada mereka yang yang melakukan operasi-operasi plastik ini. Itu artinya mereka membenarkan bahwa wajah mereka buruk hingga harus operasi plastik.

Harusnya mereka bersedih jika setelah operasi plastik mereka mulai menjadi populer atau bahkan dipuja banyak orang dibandingkan ketika mereka belum melakukan operasi plastik. Itu artinya semua orang yang mendekati mereka hanya tertarik pada wajah mereka saja, tidak pada diri mereka secara utuh atau pada kepribadian mereka. Tapi pada kecantikan palsu yang mereka pasang untuk membuat diri mereka dikagumi banyak orang.

Para pengagum mereka yang baru tidak akan rela jika suatu saat mereka menua atau bahkan terkena efek buruk akibat operasi plastik atau potong rahang yang mereka lakukan saat ini. Mereka harus siap jika orang yang mereka cintai mulai menjauhi mereka ketika mereka menua dan menjadi jelek. Padahal hampir semua wanita bermimpi untuk bisa hidup bahagia hingga kakek nenek dengan pasangan yang mereka cintai.

Dari sini kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwa kecantikan yang sesungguhnya memang berasal dari diri kita sendiri. Saat kita merasa cantik, merasa menarik maka begitulah kita di mata orang sekitar kita. Begitupun sebaliknya ketika kita merasa jelek, tidak menarik begitulah orang-orang akan memandang kita. Alasannya hanya ada dua yaitu diri kita sendiri dan pikiran kita.

Bersyukurlah jika Anda sudah merasa cantik dan menarik karena artinya Anda termasuk orang-orang yang bersyukur. Allah sudah berjanji bahwa ia akan menambah nikmat orang-orang yang bersyukur. Dan Allah adalah satu-satunya Dzat yang tidak pernah ingkar. Masihkan berpikir untuk operasi plastik?***

Seleksi Keren KEB


Logo KEBBaru kali ini untuk masuk sebuah grup facebook ada seleksi kerennya. Awalnya sempat tersenyum sendiri, tapi seketika batin membenarkan bahwa seharusnya memang semua grup atau komunitas tertentu sebaiknya memang disaring dulu agar anggota tidak hanya sekadar menjadi anggota saja melainkan juga menjadi salah satu bagian yang keberadaannya ‘dianggap’ oleh anggota grup mapun pengurus grup tersebut.

Sebelumnya saya juga dikagetkan dengan salam selamat datang dari admin grup untuk memperkenalkan diri saya sendiri dan tentunya karena ini Komunitas Bloger, saya harus memberikan mereka link untuk blogwalking ke blog saya. Wow, kapan lagi blog kita dikunjungi tamu penting tanpa promosi?

Maksudnya mendatangkan orang untuk berkunjung ke blog pribadi kita kenyataannya memang tidak mudah. Banyak faktor yang membuat orang lain dengan rela hati berkunjung ke blog kita, membaca bahkan mengapresiasi tulisan-tulisan kita di blog. Di komunitas ini justru seseorang yang akan menjadi anggota dikunjungi dulu secara khusus blognya untuk memastikan calon anggota tidak salah masuk grup.

Ya, kadang saya juga sering tidak menyadari tiba-tiba dapat notifikasi dari grup ‘ini’ grup ‘itu’ padahal saya tidak merasa bergabung dengan grup tersebut. Hasinya ya saya leave deh grup-grup itu. Kecuali, kalau ternyata setelah baca grupnya memang ‘Gue banget’ kaya grup Kumpulan Emak Bloger (KEB)  ini baru saya pertahankan.

Tapi jangan harap ya masuk grup ini secara cuma-cuma. Buktinya untuk masuk grup ini saya tidak begitu saja diterima tapi harus memenuhi beberapa syarat selain mempunyai Blog pribadi tentunya. Syarat tersebut salah satunya harus memposting 5 tulisan terbaru dulu di tahun 2014 ini.

Secara, udah lama banget blog ini kosong melompong karena saya tenggelam dalam kesibukan saya mencari uang. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk kembali menjadi bloger, tapi kali ini saya harus membuat blog saya ‘Istimewa’ seperti blognya anggota-anggota KEB. Itulah sebabnya saya akan lakukan apapun untuk bisa menjadi anggota komunitas ini.

Menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman yang belum pernah saya ketahui dan saya alami. Selain menulis ratusan artikel untuk website milik orang lain. Salah satu usaha mencari uang untuk berkontribusi meningkatkan trafic web mereka.

Nah, itu dia…kenapa saya tidak bisa memanfaatkan blog saya sendiri untuk membuatnya juga ‘menghasilkan’. Itu dia salah satu rahasia yang ingin saya dapat dari Emak-Emak keren anggota KEB ini. Mereka yang sudah melahirkan banyak karya, apresiasi, bahkan pundi-pundi uang dari blog mereka.

Benar-benar istimewa! Semoga saya bisa menjadi salah satu Emak-Emak keren itu nantinya. Menjadi bagian dari Kumpulan Emak-Emak Bloger atau yang beken dengan sebutan KEB. Pleasa welcome to newbie like me…let me to join this cool comunity. Tenang, saya pasti berhasil melewati seleksi keren ini***

Menjadi Penulis Adalah Pilihan Cerdas


Saya semakin yakin kalau menjadi penulis adalah pilihan cerdas untuk dijadikan pekerjaan tetap. Terutama bagi saya yang sangat mendambakan pekerjaan yang membuat otak saya terus bekerja dan terasah.Terlepas dari apakah saya penulis tetap atau penulis freelance. Atau bahkan ketika saya tidak terikat kontrak sama sekali dengan perusahaan media atau penerbit manapun.

Dengan menjadi penulis saya tidak hanya hanya mengasah kemampuan menulis saya tapi juga belajar banyak hal baru. Menulis artikel tentang berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, politik, kuliner, dll. Membuat wawasan saya bertambah setiap kali saya menulis mengenai hal tersebut. Semakin banyak yang saya tulis maka semakin banyak juga yang saya tahu karena semakin banyak juga yang saya baca.

Ya, saya memang termasuk orang yang harus dipaksa. Rasanya sulit melakukan sesuatu hal tanpa sebuah motivasi atau tujuan yang jelas. Dengan menerima sebuah tawaran menulis artikel maka saya harus siap dengan konsekwensinya untuk membuat artikel yang baik dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan. Begitupun dengan ketentuan penulisannya yang tidak bisa ‘semau gue’. Sehingga saya harus membaca agar bisa membuat sebuah artikel yang tidak hanya memenuhi aturan penulisan tapi juga berisi dan bisa dimengerti pembaca.

Menjadi Penulis Artikel

Tidak sedikit artikel yang saya tulis di bidang lain yang sama sekali tidak saya ketahui sebelumnya. Jangankan tahu, tertarik saja mungkin tidak. Tapi karena tanggung jawab saya sebagai penulis maka mengharuskan saya untuk lebih tahu dari pembaca. Itulah sebabnya saya harus lebih banyak mencari tahu agar informasi yang saya bagikan bisa menjadi sebuah tulisan yang dapat menjawab keingintahuaan pembaca atau dapat menginspirasi mereka.

Menjadi Penulis Buku

Ketika saya menulis atau membantu penulisan sebuah buku tidak sedikit juga yang berisi tema-tema di luar bidang saya. Bahkan 3 buah naskah buku solo yang sudah saya tulis sama sekali di luar bidang saya. Ya, 3 buah naskah buku kesehatan sudah masuk penerbit dan menunggu antrian untuk dicetak. Padahal saya sama sekali bukan pakar kesehatan. Tapi karena itulah saya bisa berkenalan dengan ahlinya, bahkan berbincang langsung dengan mereka untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya.

Hasil obrolan saya dengan mereka membuat buku saya semakin berisi. Selain dari buku-buku lain tentang tema yang saya tulis tentunya. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari profesi ini. Terutama dari sei keilmuan dan wawasan yang saya dapatkan. Semakin banyak yang saya tahu semakin banyak yang saya tulis. Bisa jadi sebaliknya semakin banyak yang harus saya tulis membuat saya harus semakin banyak mencari tahu. Ini membuat saya semakin yakin bahwa menjadi penulis adalah pilihan cerdas yang saya ambil.***