Cokelat Rasa Strawberry


Dia sama sekali tidak pernah aku cintai. Aku hanya suka karena dia termasuk anak yang manis di kelasku. Mungkin itu juga yang membuat beberapa teman sekelasku yang lain menggilainya. Zico namanya, berperawakan atletis, rambut cepak, dan kulit hitam manis. Wajahnya, jika  ku beri skor dari 1 sampai 10 maka ku beri dia nilai 7. Tapi senyumnya aku berani memberi skor 8. Manis…sekali…

Suatu hari Sepulang sekolah, seperti biasanya kami pulang bersama dengan kendaraan umum. Aku, Loli, dan Zico, kali ini Fikri sahabat Zico kebetulan tidak bersama kami, sehingga kali ini Zico dibuat mati kutu di depanku. Mati kutu karena perasaan yang ia miliki kepadaku. Zico menyukai aku sejak aku kelas 2 dulu. Informasi penting ini ku dapat dari Fikri sahabatnya.

Saat itu aku ingin sekali memakan cokelat silverqueen kesukaanku. Kebetulan uang sakuku habis karena aku memang selalu diberi uang yang pas-pas an oleh orang tuaku. Katanya agar aku bisa berhemat dan mendahulukan apa yang terpenting dalam setiap waktu. Tiba-tiba terlintas pikiranku untuk menguji perasaan Zico padaku. Tepatnya mengambil kesempatan atau memanfaatkannya.

Ini pertama kalinya aku memanfaatkan perasaan seorang laki-laki untuk kepentinganku. Karena itulah hal ini membuatku terlihat sangat canggung. Malu-malu tapi mau, ingin tapi tak mau terlihat ingin, butuh tapi tak ingin dia tahu aku butuh. Karena bagaimanapun sebagai seorang wanita yang punya harga diri aku tidak mau dicap kalau aku ‘cewek matre’ atau sejenisnya.

Akhirnya terlontar dari mulutku.

“Pengen cokelat ih…” Kataku keras-keras, agar Zico mendengar apa yang ku katakan.

“Beli dong…” Jawab Loli sekenanya.

“Cokelat itu ga dijual sembarangan Lol, di toko itu pasti ga ada.” Kataku sambil menunjuk toko di seberang jalan yang sebetulnya memang cukup lengkap.

“Emang cokelat apa sih Vic?”

“Cokelat favorit kamu bukannya Silverqueen?” sambung Loli sambil bertanya penasaran.

Aku mencuri pandang pada Zico, ingin tahu reaksinya. Ternyata diam-diam Zico mendengarkan percakapan kami dengan seksama. Tapi dia hanya diam dan tak berkomentar apapun.

“Iya…tapi ini Silverqueen yang ini beda.”

“Maksud kamu?” Tanya Loli semakin penasaran.

“Silverqueennya rasa strawberry, satu-satunya cokelat rasa strawberry.”

“Iya gitu? Kayaknya aku baru denger deh, cokelat ya rasa cokelat aja…mana ada cokelat rasa strawberry.” Jawab Loli tak percaya.

“Ya udah klo ga percaya.” Kataku sambil menyebrang karena jalanan sudah kosong.

Zico masih tak  berkomentar apapun, dia hanya tersenyum sesekali mendengar percakapanku dengan Loli.

*

Pukul 4 Sore, tiba tiba telepon rumahku berdering. Kebetulan Bunda yang mengangkat teleponnya.

“Waalaikum salam..”

“Ada, dari siapa ini?”

“Oh…sebentar ya…”

“Vicky!!!” Seru bunda memanggilku.

“Iya Bun.” Jawabku.

“Ada telepon dari Zico.” Sambil memegang gagang telepon dan memberikannya kepadaku.

“Zico…” Gumamku. Ada apa ini anak telepon, tumben.

“Halo”

“Vicky ya??”

“Iya…Zico??”

“Iya ini aku.” Jawabnya dengan suara tersenyum. Terbayang sudah senyuman manisnya.

“Ada apa Zi..?”

“Kamu ada di rumah kan sekarang, lagi sibuk ga, gak akan ke mana-mana kan” pertanyaannya menyerbuku.

“Ada, enggak, kenapa gitu?” Tanyaku penasaran.

“Aku sama Fikri lagi di jalan nih, mau ke rumah kamu, mau liat catatan Biologi yang tadi siang.”

“Owh…Boleh…ke sini aja.”

“Oke deh..tunggu yah..Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” Jawabku sambil bertanya-tanya. Sepertinya tidak mungkin Zico yang rajin tidak mencatat pelajaran Biologi yang hanya satu halaman saja hari ini.

*

Ting Tong!!

Bel berbunyi, aku langsung bergegas dan membuka pintu.

“Hey..ayo masuk!” Ajakku pada kedua orang laki-laki ini.

“Tunggu yah, aku ambil dulu bukunya.” Kataku sambil setengah berlari ke kamar dan mengambil buku catatan biologiku.

“Iya” jawab zico sambil tersenyum. Sore itu dia rapi dan wangi sekali. Amat berbeda dengan Fikri yang terlihat seperti biasanya.

“Eh kalian mau minum apa?” Tanyaku.

“Gak usah, cuma bentar kok…” Jawab Fikri.

Setelah itu obrolan kami ternyata kemana-mana. Tapi yang mendominasi hanya aku dan Fikri. Zico hanya diam saja dan tersenyum sesekali merespon percakapan kami.

“Zi..kok diem aja, senyum-senyum aja…ngobrol dong…hehe” Ejekku.

“Dia si emang gitu Vick, senyum-senyum, ada lalat langsung dicaplok” Goda Fikri pada Zico sahabatnya.

“Hehe…seneng aja denger kalian ngobrol, rame.” Akhirnya Zico berkata-kata.

“Emangnya kita lagi siaran, kok didengerin aja ya Fik?” hehehe…

*

Tak terasa 1 jam sudah mereka di rumahku, sdan mereka pun segera berpamitan.

“Vic, udah mau magrib nih, kita pamit dulu yah…” kata Fikri.

“Iya ya..Aku panggilin bunda dulu yah, tunggu…” jawabku sambil bergegas ke belakang memanggil bunda yang sedang asik di dapur.

Mereka berdua pun pamit dan aku pun kembali ke kamarku mendengarkan lagu-lagu favoritku diputar di radio. Tak lama teleponpun berbunyi. Tiga kali dering tidak ada yang mengangkat berarti saatnya aku yang mengangkatnya.

“Halo, Assalamualaikum”

“Waalaikum salam” Jawab Zico.

“Ada apa lagi Zi, ada yang ketinggalan?”

“Eh..iya..” jawabnya terbata-bata..

“Apa?”

“Di ruang tamu, di bawah meja, ada majalah, di dalam majalah itu…” jawabnya terputus.

“Apa? Tanyaku penasaran.

“Liat aja deh…itu buat kamu.”

“Hooh?!” Aku semakin bingung.

Tut..tut..tut..

Zico memutuskan teleponnya. Aku pun bergegas ke ruang tamu. Tak sabar akupun segera mengambil majalah yang ada di bawah meja. Majalah itu tidak rapi seperti biasanya. Seperti setengah terbuka. Lalu ku buka, dan ternyata…Ada satu batang cokelat Silverqueen dengan tulisan Strawberry dari plastik yang ditempel di bungkusnya,. Ternyata dia sungguh-sungguh menyukai aku, memperhatikanku dan membuktikannya dengan Cokelat Rasa Strawberry yang terasa manis seperti senyumannya.***

Mimpi: Sumber Inspirasi Maha Dahsyat


Mimpi adalah sumber inspirasi yang maha dahsyat. Inspirasi datang begitu cepat, sama seperti saat dia pergi. Jadi sebaiknya ketika Anda mendapatkan inspirasi, segera catat dalam catatan kecil.

Sama halnya ketika Anda memimpikan sesuatu yang penting, yang indah, menyedihkan, menakutkan atau menyenangkan. Dalam tidur Anda rasanya ingin merekam semua bunga tidur Anda itu.

Rasanya ingin segera bangun ketika mimpi itu berakhir dan secepatnya menceritakan mimpi itu kepada orang lain. Namun apalah daya..kadang satu mimpi segera disusul dengan mimpi yang lain. Inilah yang seringkali membuat Anda melupakan mimpi sebelumnya.

Ketika bangun dari tidur…hilanglah semua. Tidak ada lagi yang tersisa. Kecuali nafas Anda yang masih terengah-engah karena Anda berlari atau ketakutan dalam mimpi. Bisa juga senyuman, atau yang lainnya.

Parahnya lagi, mimpi itu memang Anda tunggu-tunggu karena Anda sedang menunggu petunjuk setelah shalat istikharah misalnya. Bisa juga Anda inginkan karena berharap sambungan dari mimpi Anda di malam sebelumnya.

Ternyata ada trik untuk solusi dari permasalahan tersebut. Siapa tahu membuat inspirasi Anda terus berkembang dalam menghasilkan karya baik tulisan, film, lagu, dan lain sebagainya.

1. Simpan catatan dan alat tulis tepat di sebelah tempat tidur Anda. Bukan tidak mungkin ketika sudah mimpi anda terbangun, maka Anda bisa langsung tulis di catatan itu.

2. Sebelum tidur ingat-ingat atau bayangkan kejadian atau tema-tema yang Anda inginkan dalam mimpi Anda malam ini. Biasanya akan terbawa mimpi dan berkembang dalam mimpi.

3. Ketika bangun tidur, diam sejenak dan ingat-ingat mimpi Anda, setidaknya Anda ingat pointnya, sehingga Anda dapat mengingat mimpi itu ketika membaca catatan kecil Anda.

4. Saya sarankan lebih baik Anda mengingat dan mencatat mimpi yang indah, yang baik, menyenangkan agar kehidupan Anda dipenuhi energi positif.

5. Jangan lupa untuk bersyukur ketika Anda bangun karena itu artinya roh Anda sudah kembali ke raga, Anda masih diberi waktu untuk memanfaatkan mimpi Anda, sebagai salah satu inspirasi karya Anda.***

Saos Tomat yang Aman


Saos tomat yang aman?
Jadi selama ini yang kita konsumsi tidak aman?

Tidak juga, tergantung saos tomat yang mana yang Anda beli.
+Saos tomat dengan harga mahal atau murah?
+Saos tomat dengan merk terkenal atau tidak?
+Saos tomat dengan kemasan menarik atau tidak?
+Saos tomat dengan iklan yang keren atau biasa saja?

Hmm..sayangnya semua itu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa saos tomat yang dijual aman atau tidak untuk dikonsumsi. Saat ini orang-orang sepertinya sudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Termasuk membuat saos tomat palsu yang membahayakan kesehatan manusia.

Saos tomat palsu tersebut menggunakan bahan baku yg sudah tidak layak konsumsi, ditambah zat-zat berbahaya yang tidak lazim untuk manusia. Zat-zat tersebut kebanyakan mengancam jiwa manusia, baik dalam waktu yang singkat maupun pada beberapa tahun kemudian dari pengkonsumsiannya.

Itulah sebabnya lebih baik mari kita belajar membuat saos tomat sendiri. Selain lebih hemat (kalau harga tomat sedang murah atau jika Anda mempunyai kebun tomat di belakang rumah:) dengan membuat sendiri Anda dapat memastikan bahwa saos tomat buatan Anda benar-benar aman. Jadi Anda tidak perlu kuatir akan membahayakan kesehatan Anda dan keluarga.

Cara membuatnya cukup mudah. Anda hanya tinggal menyiapkan tomat merah segar, gula pasir, garam, dan air.

Komposisi:

  • Tomat, komposisinya tergantung dari kebutuhan, ketersediaan atau kapasitas blender yang digunakan.
  • Gula dan garam secukupnya. Selain memberi cita rasa kedua bahan ini termasuk pengawet alami yang membuat saos tomat Anda bisa tahan lama.
  • Air, tergantung jumlah tomat.

Cara Pembuatan:

  1. Bersihkan tomat dengan air mengalir sampai bersih.
  2. Didihkan air bersih di atas api sampai benar-benar mendidih.
  3. Masukan Tomat segar tadi ke dalam air mendidih sebentar saja lalu tiriskan.
  4. Ketika tomat sudah tidak terlalu panas kuliti tomat dan ambil buahnya.
  5. Blender tomat yang sudah dikuliti sampai halus.
  6. Masak tomat dalam wajan tanpa minyak sambil diaduk.
  7. Masukan gula dan garam.
  8. Aduk terus sampai kandungan airnya habis dan jadilah saos tomat buatan Anda.

Jika sudah jadi tiriskan sampai tidak terlalu panas. Masukan ke dalam botol kaca dan simpan di dalam lemari es agar lebih awet dan tahan lama. Selamat mencoba…. 😉

 

Sulitnya Mengingat Usia


Mengingat Usia kadang menjadi hal yang sangat sulit. Kebanyakan orang lebih mengingat tahun lahir mereka dibandingkan dengan usia mereka saat ini. Mungkin itu juga yang membuat muncul istilah-stilah seperti:

‘Inget Umur!’

‘Angkatan Tua’

‘Angkata Babe Gue’

‘Waktu muda dulu’

‘Jadul banget’ atau istilah kerennya ‘Retro’

Istilah-istilah itu muncul karena sebagian besar orang memang tidak mengingat usia mereka. Jika di tanya berapa usianya?, maka yang terjadi adalah diam sejenak, pandangan mata ke atas, dan bergumam menghitung tahun saat itu dikurangi tahun lahir….labih dari 1 menit orang akan menjawab. Tapi jika ditanya tahun berapa lahir?, maka jawaban akan muncul kurang dari 1 detik. Begitulah realita sulitnya mengingat usia.

Mengingat usia biasanya kita lakukan setidaknya 1 tahun sekali. Saatnya yaitu ketika 1 hari sebelum hari ulang tahun kita. Mulailah menerawang, flash back ke belakang, bahkan terlalu jauh ke  belakang. Mengingat momment-momment yang terjadi di sepanjang usia kita.

Mulai dari balita, TK, masa-masa jadi anak SD, masa-masa labil di bangku SMP, masa pencarian jati diri di SMA, dan masa penuh perjuangan pada masa kuliah dan pencarian kerja, sampai menjelang Pernikahan Anda, jika Anda sudah mempunyai anak terbayang juga ketika Anda melahirkan dan saat ini, bayi mungil itu sedang bermain dengan Anda.

Kejadian-kejadian itu seolah membentang di hadapan Anda layaknya sebuah cuplikan film. namun film ini seolah mempermudah Anda untuk mengatasi sulitnya mengingat usia. Namun sebenarnya ada baiknya juga jika Anda memang tidak mengingat usia Anda. Karena banyak hal buruk juga yang terjadi jika Anda selalu mengingat-ingat usia Anda.

Minder

Perasaan ini kadang muncul ketika Anda melihat orang-orang yang jauh lebih muda dari usia Anda. Akan tumbuh ketika apa yang mereka capai melebihi apa yang sudah Anda dapatkan pada usia Anda saat ini.

Lemah

Perasaan ini muncul sebagai bentuk sugeti negatif dalam diri Anda karena mengingat usia Anda yang tidak muda lagi. Hal ini tak jarang membuat Anda jadi malas melakukan pekerjaan produktif karena Anda merasa kondisi fisik Anda sudah lemah.

Mudah Menyerah

Mengingat usia kadang membuat timbulnya perasaan menyerah yang terlalu dini. Anda merasa di usia Anda saat ini sudah tidak akan mampu mencapai sesuatu, jadi Anda merasa lebih baik menyerah dibandingkan pada akhirnya tetap tidak berhasil.

Sakit

Dengan mengingat usia apalagi di depan cermin, sambil melihat perubahan kondisi fisik Anda membuat Anda stress. Stress akut menimbulkan depresi yang membuat penuaan semakin cepat dari usia Anda yang sebenarnya. Akhirnya kondisi fisikpun terganggu dan Anda jatuh sakit.

Hal-hal tersebut sering dialami ketika usia Anda sudah tidak muda lagi, atau dengan kata lain lanjut usia atau menjelang lanjut usia. Karena tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat mencegah usia yang semakin tua, dengan menghentikan waktu misalnnya. Menghentikan waktu untuk dirinya sendiri tapi tidak untuk orang lain. Tidak mungkin :). Jadi mulai saat ini, tidak usah takut jika Anda kesulitan mengingat usia Anda.***