My 33’rd


The lost Tart since my 17'th birthdays

The lost Tart since my 17’th birthdays party ­čśŽ

Alhamdulillah…33 tahun sudah… saya hidup di dunia ini. Saya mencoba menjadikan tahun ini adalah titik balik untuk hidup saya. Di usia kembar saya ini saya ingin mengubah banyak hal ke arah yang lebih baik tentunya. Bukan masa lalu, tapi mulai tgl 6 kemarin dan seterusnya.

Kalau bukan saya yang mengubah hidup saya sendiri, lalu siapa? Banyak hal yang saya merasa itu salah dan masih saja saya lakukan. Banyak hal yang saya tahu kalau itu tidak baik tapi seringkali saya merasa harus melakukannya. Banyak yang seharusnya tidak boleh saya lakukan, tapi saya lakukan juga.

Saya tahu tidak ada manusia yang sempurna. Begitupun dengan diri saya yang sangat jauh dari sempurna. Saya juga sadar bahwa saya hari ini adalah akumulasi dari seluruh perjalanan hidup saya. Perjalanan hidup yang seperti roller coaster itu. Kadang saya tertawa terbahak-bahak, kadang saya menangis tersedu. Kadang saya merasa sangat mencintai seseorang kadang saya merasa sangat membenci seseorang. Kadang saya kagum dengan seseorang, tapi kadang saya merasa semua itu hanya topeng. Ah, siapa yang tahu hati orang lain selain dirinya sendiri dan Tuhan.

Tapi di balik semua itu saya merasa Tuhan telah begitu baik dengan selalu menuntun saya melewati semuanya. Melewati semua masa, dari waktu ke waktu, tahun berganti tahun. Walaupun semuanya tak pernah mulus, tapi selalu ada “ilmu kehidupan” di sana. Ilmu yang membuat saya belajar, dari setiap kesalahan, dari setiap kepedihan, dari setiap kegagalan, dari setiap kekecewaan, pun dengan semua kegembiraan, keriangan, tawa dan senyuman yang penuh arti.

12.045 hari sudah saya lalui, 289.080 sudah saya lewati. Berapa banyak waktu yang saya buang? Mungkin tak terhitung. Padahal seringkali saya merasa 24 jam tidak pernah cukup untuk saya. Bahkan tak terasa 1 tahun sudah saya tinggal di Pekalongan. 1 tahun sudah harus terpisah dan hanya bertemu dengan suami hanya pada weekend saja. 4 Bulan ini, bertambah 1 lagi amanah dari Tuhan untuk saya dan suami. Untuk kami didik, kami jaga, kami pelihara, kami besarkan agar kelak ia bisa menjadi anak yang shalehah, anak kebanggaan kami orang tuanya, menjadi orang yang baik,  manusia yang berguna untuk agama, nusa, dan bangsa.

Semoga saya dan suami bisa memelihara kedua buah hati kami dengan baik.┬áSemoga kami berempat bisa segera kembali berkumpul untuk menjadi sebuah keluarga yang sebenarnya. Bagaimanapun caranya. Bukan tidak ikhlas menjalani keadaan ini, tapi sebagai manusia biasa bolehkan jika saya berharap? Karena sebelum menikah, salah satu tujuan kami adalah hidup bersama. Bukan seperti ini ­čśŽ

Ah, betapa tidak bersyukurnya saya. Masih banyak yang bahkan tidak bisa berkumpul dengan keluarganya setiap minggu. Apalah artinya 5 hari tak bertemu dibandingkan mereka yang hanya bisa bertemu ketika menjelang dan setelah Idul Fitri saja. Baiklah, mungkin saya memang belum bisa ikhlas. Akhirnya ngaku juga  

Hadiah ulang tahun saya? Semua doa terbaik untuk saya dan keluarga. Terima kasih…Jika saja Allah┬ádatang kepada saya dan memberi saya kesempatan untuk mengabulkan satu saja keinginan saya. Maka keinginan saya adalah “Menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya” . Amin…Ya Rabbal Alamin. Tolong aminkan juga ya temans ­čÖé Biar saya bisa mendoakan kalian juga. #modus