Ini Loh Resep Seblak Asli


Resep seblak asli tidak banyak diketahui banyak orang karena buktinya banyak penjual seblak yang ternyata rasanya tidak seperti seblak asli tapi laris manis. Artinya penjual dan pembeli sama-sama tidak tahu toh seblak yang sebenarnya dan seperti apa rasanya. Ketika ada kerupuk mentah dan toping lainnya bersatu dan berasa pedas itulah seblak. Padahal sebenarnya itu bukan seblak loh pemirsa. (Wah enggak bener nih). Sebagai  ‘Seblaker’ sejati saya harus meluruskannya. Hehe…

Sewaktu istilah seblak ini mulai muncul dan seringkali terdengar di Bandung Selatan yang notabene adalah kawasan tempat tinggal saya.  Sekira tahun 2003-2004 dan baru booming 1 -2 tahun belakangan. Saking penasarannya saya minta diajari seorang teman yang sering ‘Nyeblak’ (Red: Memuat seblak untuk dimakan beramai-ramai). Dan kamipun langsung praktek membuat seblak Original alias asli Bandung.

Bahan utamanya tentu kerupuk kemplang dengan merk Sumber S***. Kerupuk ini sudah terkenal dari dulu karena rasanya yang gurih dengan aroma ikan yang terasa. Begitupun dengan tekstur kenyalnya ketika diproses menjadi seblak. Menghasilkan kekenyalan yang pas luar biasa 😀

Selain itu tentu bumbu originalnya yang tidak banyak diketahui orang. Ini loh bumbu rahasianya:

Bawang merah, bawang putih, garam, cabai rawit, dan kencur. Nah, dua bahan terakhir inilah yang menentukan rasa dan aroma seblak asli. Untuk berapa banyak komposisinya disesuaikan dengan berapa banyak kerupuk mentah yang akan dibuat seblak. Ibu-Ibu yang sering masak pasti udah jago nih yang beginian 😉

Bahan-bahan ini diulek secara tradisional dengan menggunakan cobek dan ulekannya sampai halus. Jika sudah halus, Tara… Jadilah bumbu seblak original. Selanjutnya siapkan wajan dengan minyak goreng secukupnya untuk menumis. Ketika menumis harumnya aroma seblak mulai tercium. Siap-siap untuk bersin-bersin karena aromanya begitu menyengat, apalagi jika cabai rawit yang digunakan cukup banyak.

Setelah itu masukan air secukupnya disesuaikan dengan kerupuk mentah yang akan dibuat seblak lalu diaduk rata. Langkah selanjutnya tunggu campuran kuah seblak mendidih lalu masukan kerupuk mentah lalu tutup wajan agar bumbu meresap dan kerupuk dapat matang sempurna. Jika kuah terlihat sudah setengahnya maka masukan sedikit garam dan gula pasir secukupnya dan aduk sampai tercampur merata.

Tutup lagi wajan hingga kerupuk mulai alot. Jika ternyata masih keras dan air sudah hampir habis Anda bisa tambahkan air panas lalu tutup kembali. Jika air telihat hampir surut dan kerupuk sudah alot maka aduk-aduk hingga mencapai kekentalan kuah yang Anda inginkan. Tara!!! Jadi deh seblak asli Bandung ini.

Karena saya masih kesulitan menyimpan cabai rawit yang selalu berakhir dengan membusuk, maka cabai rawit ini sering kali saya ganti dengan cabai bubuk seperti yang saya buat kali ini. Kali ini saya juga mengganti topingnya dengan kerupuk sanggul yang berwarna warni dan mie untuk mendapatkan sensasi kekenyalan berbeda. Karena masih ada stock irisan daun bawang saya tambahkan sedikit agar lebih beraroma dan inilah hasilnya. MMmmmh….Yummy. Resep seblak asli alla Bunda Qilla. Selamat mencoba! 😉

Seblak Bunda Qilla

Iklan

Dialah Adikku Satu-Satunya


irfa fixYa, dia adikku satu-satunya. Telah banyak cerita yang kami lalui bersama. Bahkan ketika aku pernah tiba-tiba menghilang dari kehidupannya. Aku menyayanginya  karena dia satu-satunya adikku. Lahir dari darah yang sama hingga lubang yang sama denganku saat aku dilahirkan. Dia memiliki banyak kelebihan daripadaku tapi juga mempunyai banyak kekurangan daripadaku. Itulah yang membuat kami berbeda.

Alasannya karena kami dilahirkan pada generasi yang berbeda. Aku lahir di tahun 80-an sedangkan adikku di era 90-an. Dulu ibuku hamil di usia yang teramat sangat dini. Hanya mengandalkan nasehat orang tua untuk menjagaku tetap sehat hingga aku dilahirkan. Tanpa suplemen, tanpa vitamin, tanpa susu ibu hamil, dll. Sementara adikku sebaliknya. Itulah salah satunya yang membuat kami berbeda.

Ia tumbuh lebih cepat dari aku, mendapatkan menstruasi pertama yang lebih dulu daripadaku, begitupun tinggi badannya yang kini sudah lebih tinggi dari aku. Dan banyak lagi kelebihan lainnya yang ia miliki. Tapi aku lahir normal sementara adikku lahir dengan susah payah. Semoga bukan karena engkau tidak siap dengan pertanyaan yang Tuhan telah berikan ketika kau akan dilahirkan ya Dek. Karena setiap kepahitan yang kita alami selalu berbuah manis pada akhirnya. Percaya deh 😉

Perasaan diabaikan, perasaan sedih, rasa putus asa, kecewa, rasa rendah diri, dan perasaan negatif yang seringkali kita rasakan juga dialami semua orang. Tapi mereka yang berhasil adalah mereka yang bisa melewati masa-masa itu. Sebaliknya, mereka yang gagal adalah mereka yang tidak bisa melewati semua kepahitan itu dan memilih menyerah pada hidup.

Jika kita bisa melewati saat-saat itu maka tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini selain tidak disayangi Tuhan. Karena jika Tuhan sayang maka ia akan selalu menuntun kita menuju kehidupan yang lebih baik setidaknya menurutnya. Karena “Apa yang menurut kita baik belum tentu baik di mataNya”. Entah siapa yang pertama kali merangkai kalimat itu. Tapi kalimat itu memang benar adanya. Sebagai kata penghibur yang paling menenangkan, setidaknya untukku.

Hari ini 18 tahun sudah usaiamu. Semoga ini adalah awal kedewasaanmu. Menjadi seorang yang berani menghadapi dunia dan segala kepahitan sendiri. Melewati semua tantangan yang membuatmu menjadi manusia yang lebih baik. Karena Warna warni hidup kita pada akhirnya hanya diri kita sendirilah yang menentukan bukan orang lain bahkan bukan aku, kakakmu…sedekat apapun kita.

Yakinlah bahwa kamu kuat, kamu bisa, menjadi apa yang kamu inginkan. Sehingga seberapa jauhpun kita terpisah, kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depanmu kelak. Usaha terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan semua cita-citamu.

Selamat Ulang tahun yang ke 18 tahun adikku tersayang. Semoga panjang umur, sehat selalu, semakin dewasa, semakin bijak dalam menjalani dan menikmati hidup. Semoga semua cita-citamu tercapai. Selama kita yakin, selama kita tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa maka tidak ada yang tak mungkin. Teruntuk adikku satu-satunya Irfa Essameita.***