Strategi Menyukseskan ASI Eksklusif (Part 3)

Berikut ini Tips agar Bayi tetap mendapatkan ASI walaupun Anda pergi, bahkan jika Anda bekerja.

    Perah ASI pada waktu Serangan itu muncul
Ibu dan bayinya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, sehingga ketika bayi lapar, susu pun secara otomatis seperti terpompa keluar. Bagi Anda yang sudah pernah menyusui pasti mengetahui rasanya. Di mana saat ini ASI akan keluar sangat banyak, bahkan jika terpaksa tidak bisa diberikan pada bayi ASI akan mengalir sangat deras dan tak tertahan, sehingga banyak Ibu menggunakan busa khusus untuk menahan air susu yang dapat membuat baju Anda basah.

Inilah saat yang tepat untuk menyusui bayi, waktu yang tepat pula untuk memerah ASI untuk stock yang dapat Anda gunakan sewaktu-waktu, ketika Anda tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Jangan di tahan, karena air susu ini adalah kodrat yang tidak perlu dilawan. Semakin diperah maka semakin deras.

Jadi Anda tidak usah khawatir jika ternyata bayi Anda rakus ketika menyusu karena ASI tidak akan pernah habis. Justru jika sedang keluar tidak disusui atau ditahan, maka lama-lama Ia akan malas berproduksi, sehingga akhirnya produksi susu akan berkurang, kondisi teparahnya ASI tidak berproduksi lagi.

    Jika tidak muncul dan harus memerah, lakukan teknik marmet, caranya:
1)    Perah saat kondisi puncak.
2)    Jika tidak, namun Anda ada kesempatan untuk memerah maka rangsang puting susu dengan menggelitiknya sampai tegang.
3)    Jika sudah tegang, makatekan-tekan dengan irama yang sama saat bayi Anda menyusui.
4)    Jika ASI keluar maka perah, dan ASI akan mengalir dengan deras.
5)    Cara memerah ASI yang baik caranya yaitu dengan menekan bagian sekitar aerola di dua bagian yang saling berlawanan. Perlahan tapi pasti. Hehe..
6)    Jangan menekan bagian puting karena selan ASI tidak keluar akan menyakiti diri Anda sendiri.

    Menggunakan tangan lebih efektif daripada menggunakan pompa.
Skin to skin lebih baik daripada menggunakan alat pemompa. Selain membuat tangan kita menjadi pahit karena penggunaan karet pemompa, Air susu akan lebih banyak dan cepat keluar dengan adanya sentuhan-sentuhan dari kulit ke kulit ini. Semakin disentuh maka produksi susu semakin meningkat.

    Simpan ASI dengan benar
Simpan di tempat khusus untuk ASI. Pisahkan dengan makanan lain, terutama yang berbau. Pastikan dalam keadaan tertutup. Jika tidak ada, maka jangan simpan ASI deilemari es lebih dari 3×24 jam.
    Daya tahan ASI

  • Jika hasil perahan tangan tahan sampai 3×24 jam di dalam lemari es, jika dengan pompa hanya 1×24 jam saja.
  • Jika disimpan di ruangan biasa tahan hanya 4 jam
  • Jika diruang yang ber AC tahan sampai 6 jam asalkan pastikan AC tidak rusak.
  • Jika disimpan di lemari es di tempat biasa tahan 6 hari
  • Jika disimpan di freezer tahan sampai 6 bulan
  • Jika Anda memerah ASI bisa digabungkan dalam 1 tempat, asalkan tidak lebih ari 1×24 jam.

Cara memberikan ASI hasil perahan
•    Hangatkan ASI dengan menyimpannya di dalam gelas atau baskom berisi air hangat sampai susu menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika ASI di simpan di freezer ASI menjadi beku, untuk mencairkannya bisa dengan cara yang sama atau di tim untuk mencairkannya. Jika sudah dalam keadaan cair tiriskan hingga ASI menjadi hangat dan siap diberikan pada bayi Anda.
•    Jika sudah dipanaskan bisa dikonsumsi sampai 4 jam, tapi jika tidak habis dalam 4 jam susu tidak dapat dikonsumsi lagi sehingga harus dibuang.
Itulah hasil pengalaman dan research kecil-kecilan yang saya coba untuk menyukseskan ASI eksklusif 6 bulan. Untuk memastikan bayi Anda selalu sehat dan mengalami tumbuh kembang yang baik, jangan lupa lakukan imunisasi ke bidan, posyandu atau dokter spesialis anak.

Biasanya dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) ada angka yang menunjukan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang dapat dijadikan pedoman. Jika ternyata dengan pemberian ASI justru ada pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat berarti ada yang salah dengan asupan yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Makanlah selalu makanan yang sehat, hindari rokok, asap rokok, alkohol, atau obat-obatan yang membahayakan bayi Anda. Agar ASI selalu hangat dan enak minumlah minuman yang hangat dan manis dan juga makanan-makanan lezat yang sehat lainnya, selain junk food tentunya.

Makan jika Anda lapar dan minumlah ketika Anda merasa kehausan karena itu artinya Anda kekurangan cairan. Atau lihat urine Anda, jika warnanya keruh atau pekat tandanya Anda kekurangan cairan, segera konsumsi air putih secukupnya. Selamat mencoba dan menyusui. Semoga sukses 😉 ***

The end…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s