Saatnya Melepas Perasaan Tak Tahan Lagi


Tak Tahan lagi

                          Tak Tahan lagi

“Tak Tahan Lagi” seperti judul lagunya Melly Guslow ya. Tapi yang ini karena kegalauan saya dalam ngeblog yang tiba-tiba seperti pecah dan menemukan secercah cahaya. Ceile.. Ya, saya tidak peduli lagi apa yang mereka pendapat orang tentang saya. Tapi yang terpenting, mereka pembaca setia blog saya. Iya, kamu!! Makasih ya udah setia selalu berkunjung ke sini.

Saya juga enggak peduli sekalipun ga pernah pernah menang kalau ikutan lomba, give away, atau kontes atau apapun itu. Menjadi peserta saja sepertinya sudah menjadi sebuah proses dalam mendukung mereka yang menyelenggarakan lomba itu. Ya, setidaknya karena lomba itu menyumbang 1 postingan dari saya untuk blog saya sendiri dan bersedekah link untuk panitia lomba atau penyelenggara Give Away. Sedekah mah gimana aja caranya, ga harus uang kan? Keikhlasan menjadi peserta aja udah sedekah. Bener ga?

Saya juga tidak menyesal karena telah terbelenggu hidup jauh dari peradaban hingar bingar launching produk, dll yang memungkinkan seorang blogger mendapatkan goody bag, voucher, tester, uang, atau bahkan hadiah lainnnya yang lebih besar. Selain karena alasan punya bayi kecil yang ndut dan lucu yang tidak memungkinkan saya untuk kemana-mana saat ini. Saya masih berjuang untuk ASI ekslusifnya, dan mudah-mudahan bisa terus memberinya ASI hingga ia berusia 2 tahun sesuai anjuran Agama. Saya percaya, rezeki tidak pernah tertukar. Mungkin rezeki saya bukan dari situ. Kalau sudah saatnya siapa tahu ada event di Pekalongan yang memungkinkan saya datang bahkan sambil bawa si baby Allea. (Who Knows)

Nah, seiring dengan semua perasaan saya sekaligus semangat yang sedang membuncah ini. Saya canangkan kalau ini adalah blog pertama saya yang isinya Gado-Gado. Mulai dari pembicaraan serius sampai obrolan santai ala emak-emak, atau sekadar curhatan saya. Terserah saya dong, kan ini blog saya..hehehe. Termasuk berbagai lomba, kontes atau give away yang saya ikuti. Saya akan gunakan blog ini. Blog lainnya di rumah yang lain untuk urusan komersil. Yakali aja saya juga termasuk blogger yang kecipratan dolar dari mbah google. So, sekarang saya akan bebaskan Blog saya ini dari berbagai link affiliate yang pernah menyertainya.

Seiring dengan perasaan saya yang Tak Tahan Lagi ini. Mulai hari ini saya akan mulai konsisten untuk posting. Minimal satu posting ya seminggu. Jiah..lama amat. Kalau sedang luang mungkin bisa lebih. Kita lihat kondisinya nanti. Karena seringkali job menulis artikel web content untuk website orang lain atau blog klien membuat saya lebih memprioritaskan pekerjaan saya itu dibandingkan menulis postingan untuk blog saya sendiri. Harap maklum ya, karena saya juga tetep butuh pemasukan untuk sekadar uang saku. Emak-emak juga butuh uang saku khususnya untuk berbagai pengeluaran lain agar terhindar dari rasa bersalah karena membeli sesuatu untuk kesenangan diri sendiri.

Dari kemaren-kemaren tekadnya istiqomah, konsisten, tapi prakteknya ternyata memang jauh lebih sulit ya. Bismillah deh. Semoga kali ini terealisasi dengan baik ya. Doakan saya teman-teman, iya kamu! pembaca setia blog saya 🙂 Terakhir, mohon doanya untuk kelancaran semua rencana saya. Setidaknya jangka pendeknya 1 bulan ke depan, berlanjut 2 bulan ke depan, dan seterusnya. Menjaga konsistensi untuk tetap menulis walaupun tidak dibayar. Semangat Irma Essanovia! Semangat Bunda Qilla & Allea. Saatnya untuk tidak menahan perasaan Tak Tahan Lagi. Bismillah…***

 

 

Iklan

My 33’rd


The lost Tart since my 17'th birthdays

The lost Tart since my 17’th birthdays party 😦

Alhamdulillah…33 tahun sudah… saya hidup di dunia ini. Saya mencoba menjadikan tahun ini adalah titik balik untuk hidup saya. Di usia kembar saya ini saya ingin mengubah banyak hal ke arah yang lebih baik tentunya. Bukan masa lalu, tapi mulai tgl 6 kemarin dan seterusnya.

Kalau bukan saya yang mengubah hidup saya sendiri, lalu siapa? Banyak hal yang saya merasa itu salah dan masih saja saya lakukan. Banyak hal yang saya tahu kalau itu tidak baik tapi seringkali saya merasa harus melakukannya. Banyak yang seharusnya tidak boleh saya lakukan, tapi saya lakukan juga.

Saya tahu tidak ada manusia yang sempurna. Begitupun dengan diri saya yang sangat jauh dari sempurna. Saya juga sadar bahwa saya hari ini adalah akumulasi dari seluruh perjalanan hidup saya. Perjalanan hidup yang seperti roller coaster itu. Kadang saya tertawa terbahak-bahak, kadang saya menangis tersedu. Kadang saya merasa sangat mencintai seseorang kadang saya merasa sangat membenci seseorang. Kadang saya kagum dengan seseorang, tapi kadang saya merasa semua itu hanya topeng. Ah, siapa yang tahu hati orang lain selain dirinya sendiri dan Tuhan.

Tapi di balik semua itu saya merasa Tuhan telah begitu baik dengan selalu menuntun saya melewati semuanya. Melewati semua masa, dari waktu ke waktu, tahun berganti tahun. Walaupun semuanya tak pernah mulus, tapi selalu ada “ilmu kehidupan” di sana. Ilmu yang membuat saya belajar, dari setiap kesalahan, dari setiap kepedihan, dari setiap kegagalan, dari setiap kekecewaan, pun dengan semua kegembiraan, keriangan, tawa dan senyuman yang penuh arti.

12.045 hari sudah saya lalui, 289.080 sudah saya lewati. Berapa banyak waktu yang saya buang? Mungkin tak terhitung. Padahal seringkali saya merasa 24 jam tidak pernah cukup untuk saya. Bahkan tak terasa 1 tahun sudah saya tinggal di Pekalongan. 1 tahun sudah harus terpisah dan hanya bertemu dengan suami hanya pada weekend saja. 4 Bulan ini, bertambah 1 lagi amanah dari Tuhan untuk saya dan suami. Untuk kami didik, kami jaga, kami pelihara, kami besarkan agar kelak ia bisa menjadi anak yang shalehah, anak kebanggaan kami orang tuanya, menjadi orang yang baik,  manusia yang berguna untuk agama, nusa, dan bangsa.

Semoga saya dan suami bisa memelihara kedua buah hati kami dengan baik. Semoga kami berempat bisa segera kembali berkumpul untuk menjadi sebuah keluarga yang sebenarnya. Bagaimanapun caranya. Bukan tidak ikhlas menjalani keadaan ini, tapi sebagai manusia biasa bolehkan jika saya berharap? Karena sebelum menikah, salah satu tujuan kami adalah hidup bersama. Bukan seperti ini 😦

Ah, betapa tidak bersyukurnya saya. Masih banyak yang bahkan tidak bisa berkumpul dengan keluarganya setiap minggu. Apalah artinya 5 hari tak bertemu dibandingkan mereka yang hanya bisa bertemu ketika menjelang dan setelah Idul Fitri saja. Baiklah, mungkin saya memang belum bisa ikhlas. Akhirnya ngaku juga  

Hadiah ulang tahun saya? Semua doa terbaik untuk saya dan keluarga. Terima kasih…Jika saja Allah datang kepada saya dan memberi saya kesempatan untuk mengabulkan satu saja keinginan saya. Maka keinginan saya adalah “Menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya” . Amin…Ya Rabbal Alamin. Tolong aminkan juga ya temans 🙂 Biar saya bisa mendoakan kalian juga. #modus

 

 

 

Stay Calm…Keep Istiqomah


Istiqomah adalah salah satu kata yang cukup sering saya dengar tapi tidak pernah saya kaji. Baru kali ini tergerak hati saya untuk memastikan apa makna dibalik kata berbahasa Arab itu. Itupun karena komentar salah satu rekan blogger di artikel saya sebelumnya yang berjudul “Belajar Cari Uang dari Blog”. Katanya “tetap istiqomah di tengah jalan. jalan kita masih panjang. kita ngga tahu seperti apa jalan berikutnya. kesuksesan datang secara tidak terduga.”

Akhirnya saya cari arti kata itu dan ternyata artinya cukup dalam yaitu melakukan segala sesuatunya hanya karena Allah. Selalu mengaitkan apapun yang kita lakukan dalam rangka menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Saya diam sejenak merenungkan kata-kata ini. Rasanya seperti ditampar karena seringkali dalam banyak hal, terutama pekerjaan yang saya pikirkan hanya uang…dan uang…

Walaupun tujuan saya mencari uang juga untuk membantu perekonomian keluarga kami. Saya dan suami yang jika dilihat dari sisi kemapanan masih jauh dari mapan. Ya, kami punya rumah.. Tapi bukan rumah yang kami impikan untuk kami tinggali. Kami membelinya terpaksa dan kami niatkan untuk membantu. Setelah sedikit renovasi rumah itu kami kontrakan. Sementara saat ini saya dan anak-anak tinggal menumpang dan suami saya tinggal di Rukan tempatnya bekerja di kota lain.

Wajar bukan jika kami berdua berkeinginan untuk mempunyai tempat tinggal juga sebuah kendaraan beratap yang cukup nyaman untuk bepergian. Minimal untuk saya, suami dan kedua anak kami. Tapi kata-kata ini sungguh menohok saya. “Tetaplah istiqomah!” berkali-kali membuat saya beristigfar menyadari kehilafan saya. Karena yang ada di pikiran saya hanya uang.

Padahal saya tahu ketika kita melakukan semuanya karena Allah maka apapun yang kita lakukan itu adalah ibadah. Ibadah itu ganjaran Surga, tempat terindah yang kekal selepas hari penghakiman nanti. Saya juga tahu jika Allah sudah mencintai umatnya maka apa saya akan ia berikan untuk umatnya. Jangankan rumah dan mobil yang bagi-Nya pemilik semesta ini bukanlah apa-apa.

Tulisan ini hanya sebuah catatan untuk saya, mudah-mudahan menjadi pengingat juga untuk kita semua bahwa Uang bukanlah segalanya. Ada yang lebih tinggi nilainya dari itu yaitu kecintaan Allah pada kita. Menjadi hamba yang selalu melakukan apa saja dengan keterikatannya kepada Allah. Hamba yang istiqomah.

Mulai hari ini yuk kita belajar meniatkan segala sesuatunya karena Allah.  Semoga usaha apapun yang kita lakukan akan menjadi berkah. Sekecil apapun yang diperoleh atau bahkan sekalipun tidak ada yang kita dapatkan. Satu yang pasti, Allah akan meridhoi apa yang kita lakukan, sekecil apapun usaha kita jika kita melakukannya karena Allah.

Bekerjalah, menulislah semata untuk beribadah kepada Allah. Tetap Istiqomah apapun yang kita peroleh. Jika Allah sudah cinta…maka apapun yang kita minta Insya Allah akan diberiNya. Cepat atau lambat, disegerakan atau diperlama, karena Allah tahu apa dan kapan saat yang tepat untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Berbagai harapan yang ada dalam setiap langkah kecil yang kita lakukan di  muka bumi ini.***

 

Belajar Cari Uang dari Blog


Ah, saya tahu… saya belum apa-apa di dunia blog ini. Banyak sekali para pemain yang sudah malang melintang di perblogeran. Hingga saya hanya bisa berdecak kagum akan kemampuan mereka mengahasilkan banyak uang dari blog nya. Padahal Blog nya juga gratisan (kaya saya).

Kalau yang berbayar, ya jangan ditanya…sudah pasti menghasilkan pundi-pundi rupiah adalah salah satu tujuannya. Sampai bela-belain bayar content writing untuk membuat artikel-artikelnya.  Jelas membuat saya girang, pekerjaan saya…Itu artinya rezeki buat saya. Alhamdulillah.

Nah, iseng-iseng saya blog walking dan sampailah ke sebuah blogpost miliknya Iskael. Katanya di iBlogMarket saya juga bisa menjadikan Blog saya berpotensi untuk mendapatkan penghasilan. Klik link nya dan daftarlah saya di sini.

Ini masih dalam proses pendaftaran. Saat daftar ternyata ada option untuk menjadi content blog yang udah jadi makanan sehari-hari saya. Ya..jajal aja. Kan kita enggak akan pernah tahu kalau kita enggak nyoba. Namanya juga usaha.

Ini dia posting pertama saya bersama iBlogMarket. Semoga besok-besok saya bisa dapet job review sekaligus terima tawaran menulis web content juga. Berharapanya sih begitu. Semoga…Amin…

Tapi kalau kamu mau tahu banget bisa intip keuntungan menjadi blogger.

Balada Fakir Misscall Menjadi Juragan Pulsa


Masa-masa kuliah saya ingat betul, pertama kali merasa perlu mempunyai HP. Akhirnya, HP pertama saya Siemens C25 yang saya beli second berwarna biru dongker. Jaman-jaman itu tidak semua orang mempunyai HP. Mempunyai HP masih suatu kemewahan hingga memiliki No HP itu rasanya sesuatu. Harga kartu perdana yang pertama kali saya beli saja harganya masih 100 ribu lebih, Sekarang 100 ribu bisa dapet 20 kartu perdana. Jadi saat itu yang penting punya HP dulu, urusan pulsa belakangan.

Hp Pertamaku

Hp Pertamaku

Seringnya HP hanya digunakan untuk SMS yang tarifnya paling murah. Untuk janjian di kampus atau ber-sms ria dengan kenalan. Telepon rumah tetap rajanya untuk berkomunikasi karena tentunya tarifnya lebih murah. Warung Telepon atau kios telepon koin yang biru atau kuning itu masih menjadi pilihan termurah untuk menelepon. Trend Miss call rasanya ngetrend banget jaman itu. Karena setiap orang sadar betapa mahalnya menggunakan HP untuk menelepon dari HP ke HP.

Berhubung tarif telepon HP masih mahal tidak seperti sekarang, apalagi saat terjadinya perang tarif antara operator. Gratis panggilan di 3 detik pertama sebuah operator menjadi favorit kami para mahasiswa jaman itu. Hingga terkenal pula PTS yang artinya Panggilan Three Second. Cukup lah untuk sekadar:

“Kamu dimana?”

”Kosan Mumu!”

“Tungguin ya!”

“Bentar lagi ke sana”

atau…
“Ada dosen nggak?”

”Ada”

“Titip absen”

“Sip”.

Kalau sedang rajin dan ingin curhat bisa juga, asal sabar dan pastikan diawali dengan kata

“Jangan ditutup!” karena patner PTS juga akan segera menutup telepon secara otomatis.

Betapa sulitnya mendapatkan pulsa murah hingga harus berburu dari satu penjual pulsa ke penjual pulsa yang lain. Menyenangkan sekali rasanya ketika mendapatkan penjual pulsa dengan harga termurah, tentunya menjadi tempat membeli pulsa langganan. Apalagi lokasinya juga sangat pas karena terlewati perjalanan pulang pergi ke kampus, begitupun sewaktu bekerja. Subsidi pulsa yang setiap bulan sebuah voucher bernilai pulsa 100ribu itu tidak cukup  mengingat ketika itu saya dan mantan pacar saya yang sekarang menjadi suami adalah salah satu pelaku LDR. (Long Distance Relationship) a.k.a Pacaran jarak jauh.

Saat itu hobi baru mencari tarif telepon termurah agar komunikasi bersama pacar lancar setiap hari. Biasanya menjelang tidur sampai salah satunya tertidur atau pulsa habis. Begitulah rutinitas yang selalu dijalani. Sampai akhirnya memanfaatkan program-program tiap operator untuk mendapatkan tarif telepon murah demi kelangsungan LDR kami. Sehari tidak menelepon bisa menjadi masalah untuk yang lain. Sehingga urusan pulsa bisa berujung putus hubungan cinta. Hahaha…

Kebutuhan akan pulsa itu semakin meningkat ketika hubungan lebih serius lagi. Akan segera menikah. Pulsa menjadi sangat penting untuk kelancaran komunikasi dan berbagai urusan yang tidak bisa dilakukan dengan datang langsung ke tempat. Menggunakan pulsa untuk menelepon terasa jauh lebih murah dibandingkan harus datang ke lokasi. Tidak hanya memakan waktu tapi juga tenaga dan uang yang lebih banyak dibandingkan dengan menelpon. Untungnya teman saya menjual pulsa elektrik yang selalu siap mengisi pulsa kapanpun saya butuhkan. Jadi rajinlah saya mengutang pulsa kepadanya.

Keadaan berbalik ketika saya sadar kalau kebutuhan pulsa ini sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Minimal untuk saya dan suami. Suami untuk keperluan pekerjaannya sebagai marketing dan untuk internetan hanya untuk mencari tahu berita ter-up-date atau bermain game on-line. Saya untuk bekerja sekaligus bersosialisasi. Pekerjaan saya di rumah baik untuk berbisnis on-line ataupun untuk pekerjaan menulis, saya lakukan dengan memanfaatkan akses internet dan BBM. Tidak ada pulsa artinya tidak ada internet, Tidak ada internet berarti tidak ada pemasukan tambahan.

Suami saya sering ber-hutang pulsa ke teman kantornya yang berjualan pulsa, sayapun demikian. Hingga tak terasa tagihan membengkak ketika saatnya kami akan membayar. Akhirnya sayapun berpikir untuk menjadi penjual pulsa elektrik melalui teman saya itu. Keuntungannya tentu saja saya mendapatkan harga pulsa yang jauh lebih murah daripada saya membeli pulsa di counter atau dari teman saya yang akhirnya menjadi up line saya. Bedanya yang biasanya ngutang sekarang menjadi deposit. Ini cukup membantu memangkas pengeluaran untuk pulsa saya dan suami setiap bulannya. Belum lagi ketika saudara-saudara juga membeli pulsa pada kami, keuntungan bertambah. Tidak besar memang tapi tetap masih untung dibandingkan ketika kami menjadi “Pembeli” pulsa.

Toko Pulsaku

Toko Pulsaku

Sayangnya ketika memutuskan untuk menjual pulsa saya belum tahu Pojok Pulsa, salah satu penjualn pulsa murah Jakarta. Bedanya dengan M-Kios saya tentu karena bisa memakai nama counter ketika isi pulsa. Selain itu juga bisa diakses 24 jam dengan berbagai media tanpa harus terkena biaya sms seperti saya. Ada komisinya, dll. Coba saya tahu dari dulu mungkin saya akan jatuhkan pilihan pada Pojok Pulsa, penjual pulsa elektrik Jakarta terbesar yang konsumennya tidak hanya di Jakarta tapi seluruh Indonesia.

Pojok Pulsa

Pojok Pulsa

Itulah sepenggal pengalaman hidup saya tentang balada Fakir Miscall menjadi Juragan Pulsa yang tiada lain adalah cerita saya sendiri. Julukan “Juragan Pulsa” diberikan oleh salah satu pelanggan saya 😀 Adanya server pulsa yang mengubah voucher pulsa fisik menjadi elektronik benar-benar sebuah penemuan yang sangat bermanfaat. Alasannya tentu karena berbisnis pulsa tidak hanya bisa dilakukan dengan harus selalu membuka counter yang pastinya mengeluarkan biaya yang lebih mahal karena harus menyewa tempat, harus menunggu counter bahkan membayar gaji karyawan. Bagi pengguna pulsa juga lebih menguntungkan karena kapanpun dimanapun mereka dapat mengisi pulsa hanya dengan sms atau bahkan akses komunikasi lainnya tanpa pulsa.***

3 Tempat Wisata di Bandung yang Melegenda


Tempat wisata di Bandung yang melegenda adalah julukan yang saya berikan untuk 3 tempat wisata yang memang sudah ada sedari dulu hingga kini. Berbagai lokasi wisata yang tetap lestari yang selalu menjadi tujuan wisata baik para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Berkunjung ke tempat-tempat wisata ini selalu membawa cerita dan menjadi kenangan yang tak terlupakan dari dulu hingga kini.

Kawah putih 2

                      Sekeliling Kawah Putih

Kawah Putih

Kawah Putih adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang Melegenda terutama karena keangkerannya. Konon Kawah di gunung Patuha ini adalah tempat bersemayamnya roh-roh halus para Prajurit Siliwangi yang sakti. Ketakutan masyarakat ternyata menyembunyikan kawah putih yang indah ini yang baru mulai terekspos setelah DR. Franz Wilhelm Junghuhn menemukan kawah indah ini di tahun 1837.

kawah putih 3

                           Kawah Putih

Cuaca yang dingin apalagi saat hujan atau mendung serta tajamnya bau belerang kalah dengan keindahan yang tersaji di kawah Putih ini. Siapapun Anda akan takjub dibuatnya. Hingga dulu, pertama kali saya melihat fotonya bahkan sempat terucap bahwa tempat ini seperti surga di dunia. Begitu menyaksikan dan merasakan sendiri berada di sana ketakjuban itu semakin bertambah dan saya bersyukur pernah singgah, melihat dan menikmati keindahan Kawah Putih yang berlokasi di Ciwideuy ini.

Kebun Teh

                            Kebun Teh

Situ Patenggang

Masih di Kawasan Ciwideuy, yang menurut saya masuk kategori tempat wisata yang melegenda di Kota Kembang, Kota kelahiran saya. Tidak hanya danaunya saja yang indah melainkan sepanjang perjalanan menuju lokasi ini. Deretan kebun teh dengan batu-batu besar alami di beberapa titik yang membuat pemandangan yang tak hanya menjadi lebih indah dan segar tapi juga eksotis.

Situ Patenggang

                          Situ Patenggang

Batu Cinta

                              Batu Cinta

Di tengah danau ini ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Sasuka yang terkenal dengan batu cinta. Dinamakan batu cinta karena konon di batu itulah tempat bertemunya kembali Dewi Rengganis dan Ki santang setelah sekian lama terpisah. Airnya tiada lain adalah air yang berasal dari sungai Cirengganis yang konon adalah air mata keduanya karena perpisahan mereka. Mitosnya jika Anda dan pasangan berfoto di batu ini maka Cinta Anda dan pasangan akan menjadi cinta abadi.

tangkuban perahu

                          Kawah Ratu

Tangkuban Perahu

Kisah legenda tentang tangkuban perahu tentu sudah Anda ketahui. Bagaimana perahu yang ditendang oleh Purbasari yang marah karena anaknya Sangkuriang ingin memperistrinya. Kisah yang tidak hanya terkenal di Jawa barat tapi di seluruh Indonesia. Lokasinya yang berada di dataran tinggi lembang membuat lokasi wisata ini cukup dingin bahkan kabut seringkali terlihat jika udara sedikit mendung menjelang sore hari atau selepas dilanda hujan.

tangkuban perahu 2

               Gunung Tangkuban Perahu

Walaupun sempat dinyatakan siaga 1 beberapa kali namun kawasan wisata ini tetap menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Lembang, dari dulu hingga kini. Itulah sebabnya saya memasukanya menjadi salah satu tempat wisata di Bandung yang melegenda. Di sini Anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan dari gunung tangkuban perahu lengkap dengan kawahnya yang tidak hanya terdapat di satu area tapi beberapa area.

Itulah 3 tempat wisata di Bandung yang melegenda yang harus Anda kunjungi jika Anda bertandang ke Bandung. Walaupun saat ini sudah banyak sekali lokasi wisata yang terdapat di bandung, 3 tempat wisata ini selalu menjadi juaranya. Lokasi wisata yang tak pernah sepi pengunjung yang menyediakan arena luas tak terbatas. Membuat Anda dan keluarga bisa menikmati keindahan ketiga tempat tersebut dengan leluasa, sepuasnya.***

Sop Iga Ghea Satu-Satunya Sop Iga Kaki Lima di Pekalongan


Sop Iga Ghea (SIG), adalah salah satu lokasi kuliner baru yang harus Anda coba jika sedang berkunjung atau melintasi kota Pekalongan. Uniknya Sop Iga ini bukan di café atau resto melainkan di kaki lima yang hanya satu-satunya di Kota Batik ini . Tapi masalah rasa, jangan ditanya. Semangkok Sop Iga pastinya akan membuat Anda ketagihan untuk menyantapnya kembali.

Sop Iga Ghea

Sop Iga Ghea

Semangkuk Sop Iga dengan daging Iga yang tebal dan empuk, dipadukan dengan beningnya kuah sop lengkap dengan aneka warna sayuran segar yang menggugah selera. Wortel dan kentang yang segar ditaburi irisan daun bawang dan bawang goreng yang menjadi topping nasi putihnya membuatnya tidak hanya cantik tapi juga lezat. Anda juga tidak perlu takut bertambah lemak karena iga yang dipilih tentunya yang mengandung sedikit sekali lemak.

Untuk Anda yang suka pedas menambahkan sambal tentu membuat Sop Iga menjadi semakin segar. Dijamin membuat mata melek dan siap untuk melanjutkan perjalanan atau aktivitas Anda kembali. Untuk makan di tempat dengan Rp25.000,- untuk porsi besar, dan Rp15.000,- saja untuk porsi kecil. Anda sudah mendapatkan 1 porsi nasi putih dan es teh GRATIS yang membuat makan siang Anda menjadi istimewa dan mengenyangkan tentunya.

Lokasinya yang berada di lintasan perjalan menuju Semarang atau Jakarta membuat Sop Iga Ghea  mudah dijangkau oleh para pengendara yang sedang melakukan perjalanan lintas kota. Pun untuk mereka yang bekerja di sekitar kawasan Jl. Merdeka, Pekalongan. Itulah sebabnya walaupun hanya di Kaki Lima, Sop Iga Ghea tidak pernah sepi pengunjung.

Jika sedang tidak begitu banyak pelanggan, pemiliknya Sop Iga Ghea, Anna Hannomo yang baik dan ramah tak segan untuk melayani Anda sendiri. Bahkan bisa menjadi teman ngobrol Anda sambil menyantap sop Iga buatannya. Ia selalu siap ditanyai apa saja mengenai Pekalongan atau berbagai informasi terkini seputar Pekalongan. Termasuk lokasi-lokasi yang layak dikunjungi di Kota Batik ini.

Sop Iga ghea

Kedai Sop Iga yang berslogan “Harga kaki lima dengan rasa bintang lima” ini berlokasi di Jl.Merdeka, tepatnya di halaman Café Merdeka Pekalongan. Buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore. Untuk Anda yang berada di Pekalongan Kota bisa delivery order dengan minimal pemesanan 2 porsi saja ke 081548096908. Rasanya tak sabar menyantap Sop Iga Ghea kembali. Apakah Anda sudah siap menikmati kelezatannya?***