Angelina oh Angelina…

Angelina yang Manis

Angelina

Angelina…Begitulah nama anak manis yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir hampir semua orang di Indonesia. Kematiaan anak 8 tahun ini menyisakan banyak teka teki yang membuat semua orang ingin berbicara mengenai kematiannya. Mulai dari penelantaran anak, ekploitasi anak, hingga perkara warisan. Ah, entahlah… Namun satu hal yang dapat kita cermati bahwa rupanya penelantaran anak bukanlah hal baru di Indonesia.

Penemuan 5 anak yang ditelantarkan orangtuanya di Bogor mulai menguak satu persatu kasus penelantaran ini. Hampir sama dengan pelecehan seksual pada anak yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Pemberitaan media membantu terangkatnya kasus ini. Alhasil semua kalangan menjadikan isu mengenai anak ini sesuatu yang memang menarik dan memerlukan perhatian.

Peran media dalam pemberitaan yang super duper dari kasus ini membuat hampir di setiap stasiun TV berisi berita yang sama seputar penelantaran anak ini. Permasalahan menjadi semakin terbuka. Setidaknya cukup membuka mata kita bahwa penelantaran anak memang selayaknya menjadi perhatian kita bersama.

Anak adalah anugerah yang diberi dari Sang Pencipta. Dia tidak sembarangan menumbuhkan janin dan membiarkannya tumbu dan berkembang di rahim seorang Ibu. Itulah sebabnya ada beberapa orang yang memiliki banyak anak sementara adapula yang tidak dikaruniai anak sama sekali. Penyebabnya banyak, mulai dari alasan kesehatan, organ reproduksi yang tidak berfungsi dengan baik, faktor kesuburan yang kurang, termasuk permasalahan yang kerap kali dialami oleh para suami yang divonis mandul.

Itulah sebabnya berbagai upaya tak jarang dilakukan oleh mereka yang sangat menginginkan memiliki momongan. Mulai dari cara yang tradisional hingga modern sekalipun. Bahkan yang sudah menggunakan teknologi canggih untuk mendapatkan momongan. Sejumlah uangpun digelontorkan demi mendapatkan keturunan.

Sebaliknya di sisi lain, tidak sedikit pula mereka yang sudah dikarunia anak justru malah menelantarkan anak mereka. Tidak mengurusi anak mereka dengan baik. Bahkan tak jarang mereka memperjual belikan anak mereka. Mulai dari menyewakan anak-anak mereka, mempekerjakan anak-anak mereka hingga ‘menjual’ anak mereka.

Eksploitasi Anak

Eksploitasi Anak

Entahlah, apa yang ada di kepala mereka. Sembilan bulan bukan waktu yang sebentar mengandung anak hingga mereka lahir ke dunia. Sembilan bulan bukan waktu yang tanpa perjuangan mengingat banyak hal yang terjadi pada masa-masa itu. Mulai dari perubahan bentuk tubuh sang Ibu, perubahan hormon yang ia alami hingga memiliki sensitifitas yang lebih dibandingkan biasanya. Hingga keluhan-keluhan lain yang seringkali dialami Ibu hamil.

Lalu setelah bayi itu lahir, tak jarang pula mereka hanya membesarkan alakadarnya lalu akhirnya mengekploitasinya. Bahkan bayi-bayi yang lahir ini hanya mereka jadikan komoditi. Seperti pabrikan yang memproduksi anak lalu kemudian mengkomersilkannya. Padahal janin yang tumbuh di rahim seorang ibu adalah titipan yang harus dijaga, dipelihara, dibesarkan, dididik hingga mereka mengerti mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan mereka. Dan semua itu akan dipertanggungjawabkan kelak.

Eksploitasi Anak

Eksploitasi Anak

Semoga kasus Angelina ini segera menemukan titik terang. Mereka yang bersalah dan patut diberi hukuman diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Apalagi jika memang terbukti adanya ekploitasi hingga kekerasan seksual pada Angelina. Bocah lugu yang tak berdosa yang harus mengalami kegetiran ini.

Angelina…Mungkin ini cara Tuhan menyelamatkanmu. Memanggilmu lebih cepat walaupun dengan cara yang tidak beradab yang dilakukan manusia yang berotak iblis. Tapi mungkin kematian lebih baik bagimu dibandingkan engkau harus hidup dalam trauma dan pengalaman buruk masa lalu. Semoga engkau lebih bahagia di sana bersama-Nya. Menjadi salah satu malaikat kecil tanpa dosa yang mendapat tempat terbaik di sisinya***

Sumber gambar:

http://www.kanalwan.com; www.forumanakjakarta.blogspot.com; www.beritasatu.com

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s