Duka Saya Hari ini

Waduh udah lama banget ya enggak nulis Blog. Selama ini malah sibuk bikinin tulisan buat website-website orang lain. Blog sendiri tidak terurus. Dukanyan sama seperti duka saya hari ini. Sempet sih nulis-nulis tapi malah jadi tulisan buat calon buku atau enggak tuntas gegara enggak ada fotonya. Jadi menumpuklah di file. Mungkin nanti sedikit-sedikit coba saya masukin deh kalau ada kesempatan. Gpp juga kali enggak ada foto daripada blognya kosong melompong.

Tapi biarlin ajalah…daripada udah lema enggak up date. Hari ini saya sedang berduka karena kemarin sore Nenek tercinta dipanggi Sang Kuasa. Saya ini memang cucu tak berguna. Udah lama banget saya enggak ketemu nenek. Selain karena memang lokasinya yang jauh dari tempat tinggal, juga karena kesibukan, enggak ada kendaraan, dan banyak lagi lah…Intinya Sikon yang selalu tidak memungkinkan.

Menjelang dimakamkannyapun saya hanya bisa shalat ghaib dari sini. Pekalongan yang letaknya ribuan km dari tempat nenek saya tinggal. Cikajang, Kab.Garut. Kondisi saya yang sedang hamil muda, anak yang masih Balita, suami yang berjauhan juga hingga ratusan Km lagi-lagi membuat saya tidak bisa mengantarnya jenazahnya hingga ke liang lahat.

Saya hanya bisa berdoa, semoha Almh.Nenek saya diterima disisi-Nya, diampuni segala kesalahannya dan dosanya di masa hidupnya, dan diterima segala amal ibadah dan amal shalehnya. Atas jasanya melahirkan dan membesarkan ayah saya, dan semua kebaikannya. Semoga orang yang udah jahatin nenek saya juga segera sadar atas kesalahannya sampai membuat nenek saya depresi dan sakit kaya gitu.

Tapi sudahlah, setiap perbuatan baik bukankan selalu dibalas dengan perbuatan baik begitupun sebaliknya. Yang terpenting semoga Nenek lebih berbahagia di alam sana. Bisa berkumpul kembali dengan suami yang dicintainya, anak yang lebih dulu meninggalkannya dan mendapat semua kebaikan Allah. Dilapangkan kuburnya, diberi tempat terbaik disisinya. Amin

Inget aja dulu kalau saya seneng banget kalau diajak nenek ke hutan. Saya membantu beliau mencari kayu bakar dan jika di kebunnya kami menemukan buah yang bisa dimakan mulai dari Huni, buah empot, apapun…Kami mencabut dan menyicipinya. Ya, semacang si Bolang gitu…hahahah…

Satu lagi, kalau nenek sedang bikin wajit, saya juga suka banget. Soalnya sibuk nyicipin. Wajit atau angleng yang masih panas itu ditiup dan dimakan hangat-hangat. Rasanya beda banget sama yang udah dibungkus. Maknyos deh pokoknya. Udah lama banget juga enggak ngerasain wajit atau angleng panas buatan nenek.

Masa-masa itu nenek masih tinggal di Citiru yang masih belum ada listrik, yang sebagian penduduknya masih bermata pencaharian dari bercocok tanam atau beternak. Sekarang sih udah enggak. Sebagian besar kaum laki-laki kebanyakan mencari nafkah di kota. Meninggalkan anak-anak dan istri mereka di kampung. Jadi kalau siang hari tuh katanya kaya perkampungan Ibu dan anak. Enggak ada suami-suami atau pemuda-pemudanya.

Bagi yang beruntung, dengan pendidikan yang lebih dari SMA maka mereka bisa bekerja sebagai pegawai negeri, BUMN seperti ayah saya, atau pekerjaan lain. Tentunya dengan penghasilan yang tetap dan lebih besar. Ah tapi hari gini….Sulitnya mencari tukang yang profesional juga membuat bayaran tukang bangunan cukup dapat diperhitungkan. Apalagi mereka yang sudah berpengalaman. Sehari di Bandung saja penghasilan mereka minimal 100-200ribu. Coba bayangkan kalau dalam 30 hari mereka bekerja setiap hari. penghasilan mereka dalam sebulan bisa 3-6 juta. Kalah deh gaji saya waktu masing ngantor dulu.

Bekerja dengan dandanan necis tidak menjamin pendapatan di atas para tukang bangunan ini. Bahkan dengan berjualan on line saja yang bisa bebas mengatur waktu atau hanya sekadar menjadi dropshiper saja dalam satu bulan bisa mendapatkan penghasilan berlipat-lipat dibandingkan jaman saya kerja dulu. Jadi pertanyaannya Anda butuh gengsi atau uang? hahahaha….

Jadi tolong stop ya meremehkan mereka-mereka yang bekerja tanpa dasi atau blazer. Karena belum tentu dompet mereka setipis dompet Anda di atas tanggal 15.

Wah, jadi kemana-mana nih. Begitulah saya, menulis itu lebih mengasyikan bagi saya daripada mengobrol berlama-lama. Membuat saya bisa lebih berkontemplasi diri. Mengurai masalah, mengidentifikasinya dan mencoba mencari solusinya.  Keep writing Guys! Sekalipun kamu sedang berduka seperti duka saya di hari ini.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s