Gila Durian

Gila durian adalah salah satu istilah yang seringkali melekat pada mereka pencinta durian, termasuk saya. Salah satu makanan yang pastinya tidak akan pernah saya tolak. Sayangnya harganya cukup mahal dibanding buah-buahan lain, apalagi kalau di luar musimnya. Jangan harap bisa dapet durian dengan harga termurah 15-10 rb. Beberapa waktu yang lalu dengar cerita seorang teman yang kebetulan mudik Bandung-Padang. Mereka sekeluarga melalui jalan darat – laut untuk sampai ke Padang, kampung halaman mereka.

 

Lima hari perjalanan membuat beberapa kali mereka melakukan perhentian untuk beristirahat. Termasuk di beberapa titik yang masih bisa dikatakan hutan. Di sanalah mereka menemukan banyaknya penjual durian Medan. Membuat teman saya beserta keluarga bisa menikmati durian sepuasnya. Beneran deh bikin ngiler…sampai akhirnyapun sampailah foto ini. Foto durian yang akan mereka santap yang tentunya membuat saya semakin ngiler.

Oleh-Oleh Uchie

Oleh-Oleh Uchie

 

Bayangin aja, katanya rasanya manis, legit, lembut, enggak kalah sama durian monthong.  Wangi duriannya sampai nempel di baju. Bahkan di mobilpun parfum mobil kalah harumnya dengan bau durian.  Nempel di mana-mana baunya, dari baju, mobil sampai badan mereka. Ini nih namanya mabok durian. Tambah ngiler lagi pas denger harganya. Untuk melahap 10 biji durian mereka hanya merogoh kocek Rp15.000,- saja.

 

What? Ga salah denger??  Beneran ternyata, musim durian kali ini pas dengan musim mudik. Kalau udah kaya gini sepertinya harus diagendakan nih. Musim durian berikutnya atau berikutnya lagi untuk berwisata ke Jambi, kota kelahiran suamiku.  Biarlah dia asyik bercengkrama dengan teman-teman sekolahnya dulu.  Saya mojok aja makan durian sepuasnya…Hahahaha….

 

Akhirnya berniat untuk menitip lempok durian yang katanya satunya hanya seharga Rp13.000,- aja dengan ukuran loyang cake yang besar. Sayangnya makanan ini tidak bertahan lama. Pastinya sampai Bandung sudah basi dan berakhir di tong sampah. Adakah yang berencana ke Bandung di musim durian kali ini dengan menggunakan jalan udara? Kalau ada titip lempok duriannya ya! Ngarep beneran nih kalau udah begini.

 

Enggak tahu kenapa ya saya kok bisa suka banget ya sama durian. Membuat saya memahami tetang kegilaan para pencinta petai dan jengkol. Dua makanan yang paling saya benci karena baunya. Karena faktanya tidak sedikit orang yang bahkan membenci juga buah durian ini. Baru mencium baunya saja nampak jijik, sejijik saya ketika mencium aroma petai dan jengkol. Apalagi kalau sudah mengkontaminasi toilet. Kaboooor!!!

 

Dan hingga tulisan ini berakhir kengileran saya makan durian belum juga berakhir. Untungnya sedikit terobati dengan makan Es durian Merak di Pekalongan. Tunggu artikel berikutnya ya tentang si Es Durian Merak ini. Mungkin sesampainya di Bandung saya juga akan berburu Es Durian Tubagus yang pastinya ngalahin si Es Durian Merak ini yang kata orang sini paling mantap di Pekalongan. Apakah bisa mengobati kengileran si gila durian ini? Keep Reading!***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s