Manusia Itu Istimewa

Manusia itu berubah dari waktu ke waktu…hanya saja ada yang menjadi lebih dekat dengan Tuhannya ada juga yang semakin jauh dengan Tuhannya.

 

Youre special...Iya, Kamu! :)

Youre special…Iya, Kamu! 🙂

Tapi manusia tidak pernah bisa mengubah dirinya menjadi orang lain atau menjadi seperti orang lain karena setiap pribadi itu istimewa.

 

Hanya mereka orang terdekat tentunya yang dapat melihat keistimewaan itu. Karena hanya mereka yang mau dengan sabar mengenal…mau dengan ikhlas memahami, mengerti dan mau dengan senang hati untuk menunggu saat yang tepat untuk melihat keistimewaan itu.

 

Dan semua itu hanya datang dari sebuah ketulusan sementara tulus itu tidak mudah teman.  Itulah sebabnya ketika ada seseorang berkata bahwa Anda istimewa pastikan kata-kata itu bukan dari bibir mereka melainkan dari hati mereka.

 

Ya, tidak ada seorangpun yang dapat membaca hati seseorang karena hati hanya bisa dirasakan. Dirasakan oleh mereka yang punya ‘hati’. Untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki orang lain karena setiap orang itu istimewa.

 

Bahkan mereka yang terlahir dengan kekurangan fisik atau mental yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Mereka bukan cacat tapi istimewa. Jika kita semua menyadari hal ini maka tentu tidak akan pernah ada kosakata ‘cacat’ untuk sesama manusia melainkan ‘ berbeda’ atau ‘istimewa’.

 

Walau bagaimanapun Tuhan telah begitu baiknya dengan semua penciptaannya. Hanya kadang kitalah manusia yang kurang mensyukuri semua yang diberi Tuhan. Tak pernah merasa cukup, selalu merasa kurang. Begitulah manusia diciptakan.

 

Tapi bukankah manusia bisa lebih mulia dari Malaikat yang diciptakanya sebagai makhluk Tuhan yang patuh kepada Tuhannya? Malaikat yang selalu beribadah dan tak pernah berbuat dosa. Iya…sama halnya dengan manusia bejat yang taubat lalu meninggal dan sebaliknya kiyai yang semula berniat untuk menginsyafkan pelacur tapi justru ia mencobanya terlebih dahulu dan tiba-tiba ia dipanggil Sang Khalik.

 

Ketika seorang bertaubat nasuha maka ia akan sangat mencintai Tuhannya, merasa sangat dekat dengan Tuhannya. Hingga ia menyesali akan betapa jauhnya ia dengan Tuhan sebelumnya. Namun sebaliknya, yang dialami kiyai tersebut justru membuatnya masuk ke lembah kenistaan, tak sempat bertaubat maka ia meninggal dalam keadaan berhadast besar. Subhanallah…

 

Kita tidak akan pernah tahu berapa lama lagi kita akan hidup. Kematiaan selalu mengiringi kita kemanapun kita pergi. Bahkan ketika kita bersembunyi untuk melindungi diri dari berbagai kemungkinan kejahatan dan sesuatu yang mungkin dapat membuat kita meninggal. Hanya Dia yang tahu kapan saatnya.  Semoga kita meninggal di tempat yang baik, waktu yang tepat di saat kita sedang menjalankan perintah-Nya atau bahkan sedang berijihad di jalan’ya. Bersih dari hadats besar dan kecil.

 

Para ibu yang sedang bejuang untuk melahirkan anaknya. Para suami yang sedang mencari nafkah untuk memberikan rezeki yang halal untuk anak dan istri mereka. Seorang ibu yang sedang menjalankan kewajibannya untuk mengurusi rumah tangga dan segenap kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri, pun dengan para pejuang yang sedang berjihad untuk membela agama, bangsa dan negara mereka.

 

Karena kita istimewa, maka sudah selayaknya kita gunakan keistimewaan kita untuk mendapatkan cinta dari Dia yang Maha Esa. Dia yang menjadikan kita dari segumpal darah. Dia yang meniupkan roh beserta takdir kita di dunia. Dia yang telah menjadikan kita makhluk yang Istimewa.

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s