Dialah Adikku Satu-Satunya

irfa fixYa, dia adikku satu-satunya. Telah banyak cerita yang kami lalui bersama. Bahkan ketika aku pernah tiba-tiba menghilang dari kehidupannya. Aku menyayanginya  karena dia satu-satunya adikku. Lahir dari darah yang sama hingga lubang yang sama denganku saat aku dilahirkan. Dia memiliki banyak kelebihan daripadaku tapi juga mempunyai banyak kekurangan daripadaku. Itulah yang membuat kami berbeda.

Alasannya karena kami dilahirkan pada generasi yang berbeda. Aku lahir di tahun 80-an sedangkan adikku di era 90-an. Dulu ibuku hamil di usia yang teramat sangat dini. Hanya mengandalkan nasehat orang tua untuk menjagaku tetap sehat hingga aku dilahirkan. Tanpa suplemen, tanpa vitamin, tanpa susu ibu hamil, dll. Sementara adikku sebaliknya. Itulah salah satunya yang membuat kami berbeda.

Ia tumbuh lebih cepat dari aku, mendapatkan menstruasi pertama yang lebih dulu daripadaku, begitupun tinggi badannya yang kini sudah lebih tinggi dari aku. Dan banyak lagi kelebihan lainnya yang ia miliki. Tapi aku lahir normal sementara adikku lahir dengan susah payah. Semoga bukan karena engkau tidak siap dengan pertanyaan yang Tuhan telah berikan ketika kau akan dilahirkan ya Dek. Karena setiap kepahitan yang kita alami selalu berbuah manis pada akhirnya. Percaya deh 😉

Perasaan diabaikan, perasaan sedih, rasa putus asa, kecewa, rasa rendah diri, dan perasaan negatif yang seringkali kita rasakan juga dialami semua orang. Tapi mereka yang berhasil adalah mereka yang bisa melewati masa-masa itu. Sebaliknya, mereka yang gagal adalah mereka yang tidak bisa melewati semua kepahitan itu dan memilih menyerah pada hidup.

Jika kita bisa melewati saat-saat itu maka tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini selain tidak disayangi Tuhan. Karena jika Tuhan sayang maka ia akan selalu menuntun kita menuju kehidupan yang lebih baik setidaknya menurutnya. Karena “Apa yang menurut kita baik belum tentu baik di mataNya”. Entah siapa yang pertama kali merangkai kalimat itu. Tapi kalimat itu memang benar adanya. Sebagai kata penghibur yang paling menenangkan, setidaknya untukku.

Hari ini 18 tahun sudah usaiamu. Semoga ini adalah awal kedewasaanmu. Menjadi seorang yang berani menghadapi dunia dan segala kepahitan sendiri. Melewati semua tantangan yang membuatmu menjadi manusia yang lebih baik. Karena Warna warni hidup kita pada akhirnya hanya diri kita sendirilah yang menentukan bukan orang lain bahkan bukan aku, kakakmu…sedekat apapun kita.

Yakinlah bahwa kamu kuat, kamu bisa, menjadi apa yang kamu inginkan. Sehingga seberapa jauhpun kita terpisah, kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depanmu kelak. Usaha terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan semua cita-citamu.

Selamat Ulang tahun yang ke 18 tahun adikku tersayang. Semoga panjang umur, sehat selalu, semakin dewasa, semakin bijak dalam menjalani dan menikmati hidup. Semoga semua cita-citamu tercapai. Selama kita yakin, selama kita tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa maka tidak ada yang tak mungkin. Teruntuk adikku satu-satunya Irfa Essameita.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s