Menjadi Penulis Adalah Pilihan Cerdas

Saya semakin yakin kalau menjadi penulis adalah pilihan cerdas untuk dijadikan pekerjaan tetap. Terutama bagi saya yang sangat mendambakan pekerjaan yang membuat otak saya terus bekerja dan terasah.Terlepas dari apakah saya penulis tetap atau penulis freelance. Atau bahkan ketika saya tidak terikat kontrak sama sekali dengan perusahaan media atau penerbit manapun.

Dengan menjadi penulis saya tidak hanya hanya mengasah kemampuan menulis saya tapi juga belajar banyak hal baru. Menulis artikel tentang berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, politik, kuliner, dll. Membuat wawasan saya bertambah setiap kali saya menulis mengenai hal tersebut. Semakin banyak yang saya tulis maka semakin banyak juga yang saya tahu karena semakin banyak juga yang saya baca.

Ya, saya memang termasuk orang yang harus dipaksa. Rasanya sulit melakukan sesuatu hal tanpa sebuah motivasi atau tujuan yang jelas. Dengan menerima sebuah tawaran menulis artikel maka saya harus siap dengan konsekwensinya untuk membuat artikel yang baik dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan. Begitupun dengan ketentuan penulisannya yang tidak bisa ‘semau gue’. Sehingga saya harus membaca agar bisa membuat sebuah artikel yang tidak hanya memenuhi aturan penulisan tapi juga berisi dan bisa dimengerti pembaca.

Menjadi Penulis Artikel

Tidak sedikit artikel yang saya tulis di bidang lain yang sama sekali tidak saya ketahui sebelumnya. Jangankan tahu, tertarik saja mungkin tidak. Tapi karena tanggung jawab saya sebagai penulis maka mengharuskan saya untuk lebih tahu dari pembaca. Itulah sebabnya saya harus lebih banyak mencari tahu agar informasi yang saya bagikan bisa menjadi sebuah tulisan yang dapat menjawab keingintahuaan pembaca atau dapat menginspirasi mereka.

Menjadi Penulis Buku

Ketika saya menulis atau membantu penulisan sebuah buku tidak sedikit juga yang berisi tema-tema di luar bidang saya. Bahkan 3 buah naskah buku solo yang sudah saya tulis sama sekali di luar bidang saya. Ya, 3 buah naskah buku kesehatan sudah masuk penerbit dan menunggu antrian untuk dicetak. Padahal saya sama sekali bukan pakar kesehatan. Tapi karena itulah saya bisa berkenalan dengan ahlinya, bahkan berbincang langsung dengan mereka untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya.

Hasil obrolan saya dengan mereka membuat buku saya semakin berisi. Selain dari buku-buku lain tentang tema yang saya tulis tentunya. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari profesi ini. Terutama dari sei keilmuan dan wawasan yang saya dapatkan. Semakin banyak yang saya tahu semakin banyak yang saya tulis. Bisa jadi sebaliknya semakin banyak yang harus saya tulis membuat saya harus semakin banyak mencari tahu. Ini membuat saya semakin yakin bahwa menjadi penulis adalah pilihan cerdas yang saya ambil.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s