Bahaya Menulis

Saya seringkali merasa kaku menulis ketika ada perasaan takut bahwa mereka akan mencerca saya. Padahal What ever ya harusnya? Karena saya menulis dengan pikiran saya sendiri terhadap apa yang ingin saya katakan. Mereka aja para alay Pede kok nulis status yang enggak penting sama sekali. Kenapa saya harus takut? Dulu menulis status bombastik adalah kesukaan saya. Saya termasuk seseorang yang suka melemparkan keritik pedas sepedas mungkin di status saya. Hingga suatu hari saya diingatkan TL saya bahwa kebiasaan saya ini menjadi sorotan para petinggi di kantor saya.

 

Dari situlah saya mencoba untuk sedikit mengerem kebiasan saya mengkritik sebuah kebijakan yang saya rasa enggak penting atau enggak adil. Hingga mungkin…saya masuk ke dalam black list karyawan mereka. Benar-benar mematikan kreatifitas kan sebenarnya??

 

Jauh ke belakang, seseorang yang sangat berarti bagi saya pada waktu itu juga sempat berkata: “Berhentilah menulis ‘sampah’. Ketika saya terbiasa mencurahkan semua isi hati saya melalui sebuah buku harian yang entah sengaja atau tidak dia baca. Sebagian besar isinya adalah kekecewaan saya kepadanya. Semua perasaan marah saya kepadanya dan semua uneg-uneg saya untuknya. Membuat dia marah besar dan meminta saya menghentikan kebiasaan itu. Mematikan kreatifitas lagi kan judulnya?

 

Untunglah…setelah kejadian itu saya tetap tidak kapok untuk menulis. Tapi kali ini saya menulis sesuatu yang berguna untuk saya. Terutama yang dapat menghasilkan pundi-pundi penambah uang belanja saya. Ya…menulis artikel, buku, apapun yang bisa saya tulis tanpa harus mencerca dan memaki orang. Walaupun terkadang kebiasaan buruk saya memaki itu tetap timbul sesekali.

 

Tapi kini saya lebih bisa mengeremnya. Saya lebih memilih untuk tidak menulis status dibandingkan harus menulis status seperti itu. Hingga kini saya termasuk orang yang jarang mengupdate status jika saya tidak merasa ada suatu hal  penting yang bisa saya bagi dengan orang lain. Bisa menginspirasi orang lain atau setidaknya membuat saya dan mereka merenung atas suatu hal. Apapun itu…

 

Sesekali mengeluh, namun bukan sembarang mengeluh, tapi dengan doa, berharap semua orang yang mengenal saya dan menyayangi saya mengamini doa tersebut. Terkadang saya juga bersyukur, bukan untuk pamer, tapi untuk berbagi kebahagiaan yang dengan senang hati akan share dengan gratis untuk mereka yang ingin mengikuti cara saya meraih kebahagian itu. Tidak perlu training atau membayar biaya konsultasi atau investasi atau apapunlah itu namanya. Karena bagi saya semua orang berhak bahagia. Ketika mereka bisa lebih berbahagia dari saya dengan mengikuti cara saya, maka cukuplah pahala dari Tuhan yang saya harapkan agar saya bisa berbuat lebih banyak untuk lebih banyak orang.

 

Terdengar klise memang…Tapi begitulah cara saya untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Walaupun terkadang saya marah kepada mereka yang memang saya anggap layak untuk saya marahi. Tidak memarahi langsung, hanya sedikit menyentil mereka dengan sedikit kata-kata tajam yang saya tulis agar mereka sadar dan berubah lebih baik. Karena tentunya kebiasaan buruk mereka perlahan akan menghancurkan diri mereka sendiri. Saya hanya mencoba membangunkan mereka lebih awal agar mereka segera tersadar dan tidak mengulang prilaku buruk yang telah mereka lakukan pada saya. Thats all…

 

So, pikirkan berulang kali sebelum Anda memutuskan untuk menulis status atau menshare sesuatu. Layakkah untuk ditulis? Jawabannya ada pada hati nurani Anda. Karena sebuah keburukan bisa menjadi baik apabila kita memandangnya dari sudut pandang yang baik, begitupun kebaikan akan menjadi buruk jika kita memandangnya dari sisi yang salah. Walaupun apa yang Anda yakini benar sudah tentu benar begitupun yang Anda yakini salah sudah pasti salah, setidaknya menurut Anda sendiri.***

 

 

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s