Be Maximum

Wah, baru dapet kiriman email ni dari sahabat saya Anne Ahira. Ini tentang bagaimana agar kita tidak sampai mengalami apa yang namanya penyesalan dalam hidup. Ya, walau bagaimanapun penyesalan memang selalu datang terakhir, itulah sebabnya setelah menyesal, maka tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk memperbaikinya atau untuk mengubah sesuatu yang membuat kita menyesal itu.

Penyesalan biasanya datang karena kita dituntut melakukan semua hal yang terbaik dalam peranan kita di dunia. Namun, pada kenyataannya kita memiliki banyak keterbatasan. Mulai dari keterbatasan waktu, tenaga, finansial, dan keterbatasan lainnya. Itulah sebabnya, kadang ketika seseorang berhasil dalam satu peranan, ia gagal pada peran lainnya. Misalnya orang yang karirnya sukses tak jarang mengalami kegagalan rumah tangga karena perannya yang gagal sebagai Ibu rumah tangga, atau bahkan seorang aktivis cerdas nilainya justru dibawah rata-rata karena jarang masuk kuliah, dan banyak lagi yang lainnya.

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya. Nah, agar kita tidak menyesal di kemudian hari, maka kita harus berusaha untuk bisa maksimal di setiap peranan yang kita jalankan. Kalau kata Warren Buffet sih orang yang sukses adalah orang ang melakukan apa yang disukainya dengan sebaik mungkin. Untuk bisa maksimum dalam peran-peran kita itu, kata sahabat saya kita harus melakukan hal-hal seperti berikut ini:

1. Pandailah membuat skala prioritas
Misalnya saja, ketika kita berada di tempat kerja, maka optimalkan peran kita sebagai seorang karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai seorang anggota keluarga yang baik. (Kalau kita sih pastinya sebagai istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak kita, Right?)

2. Berilah waktu untuk orang-orang yang Anda cintai
Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang kita cintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang kita buat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat kita tetap semangat untuk meraih sukses itu sendiri. (Jangan sampai kita harus mengorbankan waktu hanya untuk mengejar materi semata, karena kekayaan yang sebenarnya adalah pada jiwa yang bahagia, jiwa yang mencintai dan dicintai.)

3. Jangan pernah lupa memanjakan diri!
Sesibuk apapun kita, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan kita pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda! (Kalau kita senengnya makan enak, ya pergi deh ke resto favorit kita sesekali, asal jangan pake uang belanja aja..hehe)

4. Buatlah perencanaan dengan realistis
Setiap kita pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik. (Daripada enggak sama sekali. Kadang perencanaan yang kurang baik memang bikin kita keteteran. Imbasnya justru kita jadi tidak bisa menikmati kesuksesan yang sudah kita raih. Buat apa kaya harta tapi miskin hati, iya gak?)

5. Penghargaan pada diri sendiri
Apapun yang sudah Anda pilih dalam hidup Anda, maka itulah yang terbaik. Anda tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, kita bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.(Ini yang paling penting, mengambil hikmah dari kegagalan kita. Setelah itu bangkit lagi untuk berusahan menjadi lebih baik lagi. Terutam pada peran kita sebelumnya pernah gagal tersebut.)

Okay, saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja?

Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan… (Baiklah, mari kita sama-sama introspeksi diri dan mengambil hikmah dari setiap kegagalan yang pernah kita alami. Be maximum!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s