Area Dilarang Ketawa (Klo ketawanya nanggung)

Teruntuk Ibu-Ibu Arisan Forever

 

Ibu-Ibu, daripada bengong aku punya cerita-cerita lucu nih..Lumayan bikin ngakak. Semoga bisa menghibur hati Ibu-Ibu yang lagi galau karena uang belanja mulai menipis, atau…tagihan-tagihan yang belum dibayar. Dont worry be happy…Allah sudah menyediakan kita semua rezeki kok, tinggal gimana cara kita mejemputnya.

Daripada kening mengkerut-kerut, lebih baik kita tertawa-tawa. Udah Ah!!! Kapan ceritaya ini?? #PenontonGakSabar.

Sebelum dilemparin botol Aqua saya mulai deh. Ini beberapa cerita lucu yang terispirasi dari RDI. Karena punyaku baru aja di muat di Edisi April ini…Sory dory mory gak bisa aku masukin di sini. Gpp yah??
“IRMA!! MULAI!!” Sesepuh mulai melotot…

“Iya ini mau mulai…” Sambil ngeloyor ke atas panggung megang mic buat Stand Up comedy!

“Astagfirullah….MASIH BELUM MULAI JUGA???!!!” Kata Sesepuh makin ga sabar sambil memperlihatkan tampang galaknya.

“Ntr dong..Ulfa belum dateng, tunggu 5 menit lagi aja ya…” Sambil sedikit merajuk dan menyogok sesepuh dengan silverqueen berhadiah ko****.

5 menit berselang, ternyata Ulfa tak datang juga. Selidik punya selidik ternyata ia terkunci di rumahnya karena kuncinya dimainin Fahri Anak pertamanya. Akhirnya…Sayapun mulai bercerita:

“Ehem!! Bismillah…” Sambil menarik nafas dalam untuk memulai.
“Ok, Ibu-Ibu yang cantik kita mulai dengan ceritanya ya, siap-siap duduk manis dan dengarkan cerita teman-teman saya ini ya” 🙂

 
Bergaya Saat Ditilang

Ulfa, seorang temanku yang banci foto sedang menyupir mobil ketika melihat kilatan lampu dari kamera rambu lalu lintas di Jakarta. Saat itu ia baru pulang berbelanja dari Tanah Abang. Ia pikir Ia terfoto karena ngebut, meskipun ia sadar saat itu tidak ngebut. Untuk memastikannya, Iapun memutar kembali mobilnya dan melewati titik yang sama dengan kecepatan lambat. Lagi-lagi ia kena jepret kamera itu.

Karena ia pikir ini lucu, akhirnya ia kembali berputar dan melambatkan mobil sambil memasang senyum di wajah setiap kali melewati kamera tersebut. Tak lupa gaya andalannya senyuman 3 jar sambil menunjukan 2 jarinya. (gaya Alay masa kini)

Dua minggu kemudian, ia mendapat kiriman lima karcis tilang karena mengemudi tanpa mengenakan sabuk pengaman.

 

 

Tante Closed yang Cantik

Saat berada di sebuah bank, saya mendengar percakapan seorang Meli denganAsyam anaknya.
Asyam            : “Bunda, tante itu namanya Beta dan satunya lagi Novi (sambil menunjuk ke konter kasir di sebuah bank).”

Meli                 : “Iya, Sayang.”

Asyam            : “Tetapi nama tante cantik yang di sana, kok, Closed.”

Meli                 : “Yang mana sayang?”

Asyam            : “Itu, lho, Bun. Yang ada di pojok.”

Meli                 : “Nama tantenya bukan closed. Closed itu artinya ‘tutup’ teller-nya. Jadi om atau tantenya lagi istirahat dulu..”

Asyam            : “Oh, begitu. Aku kira nama tante cantik itu Tante Closed.”

 

 

Pin yang Bukan Rahasia Lagi
Kemampuan berbahasa Inggris memang sudah ditanamkan sejak kecil kepada semua keponakan temanku Susmi. Maklum ada satu tante dan Omnya yang tinggal di Belanda. Jadi kalau ketemu biar lancar komunikasinya. Biasanya mereka sekeluarga menggunakan bahasa tersebut untuk membicarakan sebuah rahasia tanpa semua orang dapat memahami. Misalnya di depan tukang pijit atau tukang kebun langganan keluarganya. Kebiasaan tersebut kadang kami mereka gunakan di tempat umum.

Suatu hari Susmi bersama Alif keponakannya mengantar teman Tantenya yang tinggal di Belanda ke Bandara Soekarno-Hatta, yang akan kembali ke Belanda. Teringat tagihan kartu kredit suaminya yang sudah jatuh tempo, ia meminta Alif untuk membayarnya melalui mesin ATM di depan pintu keberangkatan internasional. “PIN-nya 121212, ya,” bisiknya sambil menyerahkan kartu ATM. Keponakannya yang masih duduk di kelas 6 SD itu langsung berlari ke ATM.

Tidak lama mengantri, dia melambaikan tangan padaku, dan dengan polos berteriak kencang, “one two one two one two, kan?”

 

 

Celana Mahal yang Robek

Berat badan saya akhir-akhir ini bertambah, dan meskipun Bima, pacar saya, tidak berkomentar apapun, saya yakin dia memerhatikan.

Suatu pagi, ketika akan naik motor, tiba-tiba celana saya robek. Sambil bergegas kembali menuju rumah untuk berganti celana, saya mengeluh,
“Kenapa bisa robek, ya? Padahal ini celana mahal, lho yang.”

Bima, yang sedang duduk di kursinya, langsung mengacungkan jari dan berkata,
”Ya, ya, ya, i know!” sambil tersenyum menenangkanku.

 

 

Sup Handuk Spesial

Setiap akhir pekan, jika ada waktu senggang, Wida terbiasa melakukan sendiri perawatan rambut seperti creambath atau spa di rumah. Karena tidak memiliki steamer atau alat uap, ia menggantinya dengan menggunakan handuk panas.

Suatu waktu, Sarah dan anaknya Athar berkunjung untuk membeli Abon kesukaan suaminya Priadi. Ketika Wida sedang memasukkan handuk ke dalam panci, anaknya Sarah, Athar, lewat dan memandangi Wida dengan raut wajah kebingungan.

Lalu tiba-tiba Athar berlari mencari ibunya Sarah sambil berteriak,

“Bunda! Aku tidak mau makan di sini. Tante sedang memasak sup handuk untuk kita! ”

 

Kangen Pak.Dosen?

Anak bungsu Fitri temanku, Fahmi namanya. Usianya 6 tahun dan ia hanya mau tidur dengan ibunya. Suatu kali, Fitri terpaksa dirawat seminggu penuh di rumah sakit. Menjelang keluar dari rumah sakit, anaknya Fahmi menelepon dan menyampaikan bahwa ia sangat kangen kepada Ibunya melalui ayahnya.

Tak lupa pula Pak.Dosen, suami Fitri bertanya apakah dia juga kangen kepadanya. Tentu jawabnya dia juga kangen dengan Ayah.

Kemudian ayahnya yang seorang dosen itu bertanya lagi, “Kalau begitu, ntar malam tidur sama Ayah, dong.”

Si bungsu terdiam seketika. Sekitar lima detik kemudian dia menjawab, “Tapi..tidak terlalu kangen, sih, Yah. Sedikit…banget”

 
Ayo Anak-Anak, Waktunya Pulang!

Tantenya Achie temanku mempunyai 12 anak. Karena di perkampungan itu hanya keluarganya yang memiliki televisi berwarna, hampir semua teman anak-anaknya menumpang menonton televis hampiri setiap sore.

Pada suatu hari, seperti biasa ruang tengah penuh dengan anak-anak yang menonton televisi. Saat adzan Maghrib terdengar, Tantenya Achi langsung menegur mereka,
“Ayo anak-anak, pulang sana ke rumah masing-masing. Sudah Maghrib, nih. Nanti dimakan wewe gombel!”

Namun, Tantenya Achie justru kebingungan karena tidak ada satu pun dari anak-anak itu yang bergerak untuk pulang. Akhirnya ia meneliti anak-anak itu satu per satu, dan ternyata yang berada di depan televisi semua adalah anak-anaknya sendiri!

 
Suguhan Lebaran

Saat lebaran, saya berkunjung ke rumah teman, Anggi namanya. Saat sedang asyik berbincang, ibu teman saya muncul dan berseru,”Anggi, cepat bawa keluar!”

Dengan spontan saya langsung berkata:”Tidak usah repot-repot, Bu.”.

Ibu temanku menjawab:”Ibu menyuruh Anggi membawa cucian untuk dijemur, kok.”

Duh, malunya. Saya kira beliau menyuruh Anggi itu membawa keluar makanan untuk kami.

 
Anakku udah Bisa Bicara

Anaknya Mela temanku dari Tasik yang usianya baru 3 tahun baru belajar bicara.Saat ini ia sedang senang mengobrol dengan siapa saja. Suatu hari Julien Pacar dari Om nya yang dari Palembang menanyakan asalnya.

Dengan bangga dia berkata, “Ayah, Ibu, Om, Aku, semua dari Sunda!”

“Wah, berarti kamu bisa ngomong Sunda, ya?” canda calon tantenya.

“Bisa, dong!” jawab anaknya Mela dengan pede.

Kemudian dia berbicara dengan lantang,

“Sun..da..!”

 

 
Notes:
Udah ke absen semua kan yah…? Hehe…

Tokoh dalam kisah ini hanya fiktif semata, jika ada kesamaan memang disengaja. Jangan diambil hati yah…Pisss!!!!

Tertawalah biar sehat dan awet muda!!! Dijamin Bebas GALAU! 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s