Mrs.Rosella

Ini guru emang selalu bikin buruk hari-hariku. Kapanpun ada dia di depanku dan berbicara kepadaku selalu menyakitkan. Mungkin memang sudah menjadi hobi nya, tapi malangnya kenapa harus aku yang menjadi korban nya?? Mungkin ini sudah menjadi suratan. Takdir yang memang tidak bisa diubah. Aku memang sudah digariskan untuk menjadi mangsanya di sekolahku, sekolahku yang hari ini sedang mengadakan reuni akbar.

 

Kejadian-kejadian yang melibatkan aku dengan beliau tidak pernah bisa aku lupakan, begitupun kata-katanya. Seperti mimpi buruk yang selalu ada di kepalaku. Saking buruknya sampai saat ini, setelah 11 tahun aku tidak bertemu dengannya pun aku masih ingat semua teror yang pernah ia berikan kepadaku. Semoga tidak ada lagi guru yang semacam ini di masa yang akan datang. Apa jadinya masa depan bangsa kalau harus diajar oleh guru macam ini??

Pertama kalinya ia mengenalku dan mulai mengecap ‘KORBAN’ di jidatku adalah saat itu. Saat aku duduk di kelas 2, dan saat aku sedang gila Harimerta. Gebetanku di kala itu. Cowok yang membuat aku semangat untuk berlama-lama di sekolah, menonton bola di lapangan sekolah, bahkan nekad untuk mencari biodatanya untuk sekedar mengiriminya kartu lebaran yang pada kenyataannya tak pernah ku kirim.

 

Sebetulnya ini ide sahabatku Ekra, yang juga mempunyai gebetan satu sekolah. Cewek yang jadi pemburu sejati untuk urusan P-Man alias pria idaman. Kalau dia udah jatuh cinta sama seseorang, apapun akan dia lakukan termasuk hal-hal romantis, bahkan cenderung gila untuk ukuran orang seperti aku yang ogah-ogahan dalam soal mengejar cinta. Males aja kalau harus bekerja keras atau bahkan keluar modal banyak hanya untuk mendapatkan hati seorang pria, atau hanya untuk sekedar mendapatkan status ‘pacarnya si X’. Ih enggak deh…hehe

Tapi akibat bujukannya pula, akhirnya aku mau menemaninya ke ruang TU hanya untuk sekedar meminta informasi alamat gebetannya + gebetanku ke petugas TU siang itu. Tadinya kami pikir tante Ochy memang tidak akan hadir karena sudah sepuluh menit lebih dia tidak juga datang di kelas. Akhirnya kami pun  memutuskan untuk pergi pada jam itu.

namun ternyata, hari itu rupanya kami sedang Naas. Ketika kami sudah mendapatkan alamat yang kami cari kami pun bergegas ke kelas. Ternyata, Tante Ochi sudah menunggu kami di depan pintu kelas dengan tampangnya yang super jutex.

“Dari mana kalian!!??”

“Abis dari ruang TU bu,…” Ekra menjawab, dan tak meneruskan perkataannya karena sudah terlanjur takut melihat raut wajah tante Ochy yang menyeramkan.
“Sudah tahu ini jam pelajaran saya, kalian masih aja keluyuran!” Kata Tante Ochy, tanpa melihat wajah kami berdua, seolah kami tidak ada di depannya.

“Maaf bu…” Kataku lemas, karena merasa bersalah dan sangat menyesal kenapa harus mengiyakan ajaka Ekra ke ruang TU, yang ternyata menuliskan sejarah yang tak terlupakan di hari-hariku selanjutnya di sekolah itu.
“Ya sudah, masuk!!!” Katanya lagi, 100% membentak.

Badanku rasanya menggigil, langsung lemas, keringat dingin mengucur dari tubuhku. Akua tidak ingat lagi apa yang selanjutnya terjadi di ruangan itu.
Mulai hari itu dimuallah teror Tante Ochy pada kami berdua. Terutama aku, karena ternyata keinginanku untuk masuk kelas IPA menyeretku untuk masuk ke neraka. Sementara Ekra temanku dengan tenangnya masuk ke jurusan IPS, dan bisa selamat dari teror  Tante Ochy.

 

To be continue….

 

(Kelanjutannya tunggu di novel pertamaku)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s