Pesimis Membunuhku

Tiba-tiba terngiang-ngiang kata-kata “Klo lagi banyak….banyak banget, klo lagi ga ada ga da banget'”

Yah..itulah yang kadang terjadi di kehidupan kita. Kehidupaku tepatnya :). Mungkin inilah yang disebut hadiah dari alam semesta.

Beberapa bulan yang lalu hati kecil ku berkata “Habis lebaran kerja lagi.”

dan benar saja, setelah lebaran banyak sekali informasi lowongan pekerjaan dan tawaran-tawaran kerja, yang datang pada saat yang hampir bersamaan.

Sebagai manusia normal terpikir untuk mengambil semuanya, walaupun itu tidak mungkin. Terpikir juga pikiran-pikiran negatif untuk pesimis akan mendapatkan pekerjaan itu dengan cemerlang. Akhirnya terpikir juga untuk mencoba mengintip masa depan, yang memang sudah menjadi rahasia Allah SWT. Agar dapat mengambil langkah dan keputusan yang tepat dan terbaik pastinya.

Hmm…jadi ingin istikharah 🙂

Saat ini yang sudah di tangan 1 project, menjadi penulis seperti apa yang aku impikan selama ini. Cita-cita terpendam untuk profesi yang ingin digeluti setelah menikah dan mempunyai anak. Niatnya, agar bisa bekerja di rumah sambil mengurusi anak, suami, dan urusan-urusan rumah tangga. Setidaknya ilmu akademik yang ku dapat tidak sia-sia setelah menikah. Selain itu menulis memang hobiku dari kecil. Tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ataukah ini yang namanya godaan.

Ah..entahlah…Belum apa-apa aku sudah terbentur dengan keterbatasan sarana, waktu…hari pertama mulai ‘kerja’ udah siap-siap bikin kopi, baru mulai googling…eh…si kecil nangis pengen mimik, (alarm aktif yang tidak dapat ku tolak), di mimik-in deh, lama…banget, sampai aku ketiduran dan terbangun karena alarm yg sama, hanya kali ini…membuatku terjaga untuk menjalankan kewajibanku untuk menjadi seorang penulis yang profesional.

 

Akhirnya dapat referensi buku sejenis, dan “Wow..seperti ini isinya, berarti aku harus bikin yang lebih bagus dari ini, lebih lengkap dari ini…bisa ga yah? :(” (Dilema seorang penulis buku pemula)

Mulai pesimis lagi deh…dengan waktu pengerjaan yang tidak lebih dari 3 minggu dengan kondisi waktu dan laptop yang sedikit tidak bersahabat. What should i do Gusti??

Tapi aku yakin aku bisa…Bismillah…

Ini kesempatanku untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi seorang penulis profesional. Dengan bertambahnya tawaran-tawaran selanjutnya tentunya.

Nah loh, lalu kerja di kantorannya gimana??

yang ini juga wajib, untuk kestabilan ekonomi dan kelangsungan masa depan keluargaku nantinya. Ada beberapa alasan kenapa HARUS:

  1. Dapat gaji tetap tiap bulannya
  2. Status karyawannya jelas
  3. Ada asuransi kesehatan dan Jamsostek
  4. Ada THR dan tunjangan-tunjangan lainnya
  5. Mumpung usiaku belum expired untuk jadi karyawan swasta

 

Sebetulnya sudah kurencanakan untuk apply lamaran dengan posisi yang sama sebelum aku resign, tapi rencananya aku baru akan apply kalau project buku ini udah kelar. Tapi, tiba-tiba datang sms dari teman dekatku yang sekarang masih bekerja di perusahaan tempat bekerja dulu, dia memberi informasi kalau saat ini ada posisi staff yang notabene ‘lebih baik’ dari posisiku sebelumnya. Ini posisi ke 2 berarti yang akan aku apply diluar posisiku sebelumnya yang belum pernah naik-naik. Terus aja di situ (karena aku sempat resign dan masuk mulai lagi dari nol lagi, resign lagi…dan…kalau aku masuk lagi dengan posisi yang sama HARUS mulai dari Nol lagi (Hiks…), kapan naik pangkatnya???

Sementara teman-teman seangkatanku sudah ada yang menempati ‘posisi’ yang lebih baik dari sebelumnya. Ada yang salah denganku atau pekerjaanku? (Tapi kalau ada yang salah, harusnya aku dipecat dari dulu, nilai rapotku tiap bulan Bagus terus sampai aku dapet rekomendasi untuk masuk lagi yang ternyata sekarang sudah expired karena sudah lewat dari 6 bulan, prestasiku juga lumayan diketahui oleh beberapa orang atasanku, termasuk ‘kasus’ yang pernah ku buat.)

yang terakhir, itu sebetulnya masalah personal, dan efek dari kasus itu juga baik untuk perusahaan koq 🙂 bukan bela diri yah, tapi memang seperti itu keadaannya 😉

Tapi…aku harus apply sebelum project buku ku selesai, dan itu artinya akan ada proses recruitment yang mau tidak mau harus menyita waktu pengerjaan buku pertamaku. Artinya….pesimis lagi deh.. 😦

Satu lagi yang lebih penting. Ternyata meninggalkan si kecil makin hari malah semakin berat. Apalagi saat ini aku sedang berusaha untuk membuatnya mau makan, tanpa paksaan dan masuk ke perut mungilnya.

Arrgh…..Aku mau sembunyi dulu ah, Mudah-mudahan segera mendapatkan solusinya untuk pilihan-pilihan yang masih menunggu jawaban ini. Pilihan yang tetap berdetak seperti bom waktu yang terus menunggu untuk meledak. Ya Allah…beri aku petunjukmu…***

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s