Nasihat Penting Untuk Wanita Lajang

Wanita adalah makhluk tuhan yang konon diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Itulah sebabnya ia begitu lembut dan rapuh, sehingga segala bentuk penyiksaan baik secara fisik maupun mental tidak dapat dibenarkan dari segi apapun. Namun, dibalik kelembutan dan kerapuhannya wanita juga memiliki kekuatan yang membuatnya mampu melindungi anak-anaknya, menjaga anak-anaknya dari semua yang membahayakan.

Wanita memiliki kekuatan untuk menaklukan kaum laki-laki. Ia juga sanggup untuk menjadi orang pertama yang mendoktrin anak-anaknya untuk menjadi anak yang shaleh,  baik, disiplin, dan berbakti kepada orang tua, agama, nusa dan bangsa. Dengan tangannya yang lembut ia dapat membuat masakan dan kue-kue yang lezat untuk anak dan suaminya. Tangannya pula yang membuat rumah senantiasa rapi dan bersih. Ini bukan saja untuk wanita tempo dulu, tapi berlaku juga untuk wanita masa kini.

Wanita masa kini juga selain menjalankan kodratnya sebagai wanita. Ia juga berkeinginan untuk menjalankan karirnya. Menjadi wanita yang juga mendedikasikan dirinya dalam profesi yang berbeda-beda. Namun ternyata wanita sebagai wanita karir tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan bagi kelanjutan kehidupannya. Kehidupan ketika wanita ini sudah menikah dan mempunyai anak. Semua menjadi tidak mudah, seperti sebuah dilema yang mau tidak mau harus dicarikan jalan keluarnya.

Itulah sebabnya nasihat ini menjadi penting untuk kalian wahai wanita. Terutama bagi wanita yang masih lajang dan belum memutuskan untuk menjalin ikatan seumur hidup dengan seorang lelaki yang dicinta dalam sebuah pernikahan. Wanita yang nantinya menikah dan dinugerahi anak. Wanita yang tidak ingin kehilangan moment ketika janinnya tumbuh, lahir, bertumbuh dan berkembang. Setidaknya sampai anak itu sudah bisa berpisah dari Ibu nya. Menurut ajaran islam setidaknya 30 bulan. Sedangkan secara medis 2 tahun anjuran pemberian ASI dari sang ibu untuk buah hatinya.

Untuk itu paling tidak seorang wanita memerlukan waktu 2 tahun. Itu bukanlah waktu yang sebentar. Sementara cuti hamil hanya diberikan selama 3 bulan. 1,5 bulan diambil sebelum melahirkan dan 1,5 bulan lagi setelah melahirkan. Bahkan ada perusahaan yang tidak memberlakukan cuti hamil ini. Mereka boleh hamil, tetapi tidak boleh cuti hamil. Jadi tidak ada pilihan lain selain resign dari perusahaan tersebut setelah ia melahirkan, dan tamatlah karirnya.

Itulah sebabnya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh wanita lajang sebelum mereka menikah dan mempunyai anak, hal tersebut diantaranya adalah:

  • Mencari uang sebanyak mungkin
    Ini akan sangat berguna di saat wanita tidak bisa mejalankan karirnya karena uang yang banyak membuat wanita mampu menabung sebanyak mungkin.
  • Menabung sebanyak mungkin
    Tabungan yang banyak membuat wanita menjadi lebih tenang ketika dalam suatu kondisi ia harus berhenti bekerja dalam waktu yang lama, sehingga ia bisa tetap memenuhi kebutuhan pribadinya maupun membantu perekonomian keluarga, terutama pada masa-masa sekarang ini, di mana semua serba uang.
  • Berinvestasi sebanyak mungkin
    Dengan banyaknya investasi yang dimiliki, wanita memiliki nafas yang lebih panjang untuk mengelola keuangan pribadinya. Dengan begitu, ia menjadi lebih leluasa untuk menjalankan usaha sendiri tanpa harus meninggalkan anak-anaknya. Menghasilkan uang dan anak terurus, seperti impian kebanyakan wanita masa kini.
  • Berteman sebanyak mungkin
    Teman yang banyak membuat kita mempunyai jaringan dalam menjalankan bisnis ketika dalam waktu tertentu kita tidak bisa berkarir. Membuka usaha sendiri dan menjadikan teman-teman kita sebagai konsumen/klien.
  • Membaca sebanyak mungkin
    Membaca membuat kita memiliki wawasan yang luas. Bacaan di sini, adalah bacaan yang merupakan ilmu untuk pengembangan diri. Memaksimalkan keahlian atau bakat yang kita miliki, sehingga dapat kita manfaatkan untuk menjalankan bisnis di rumah. Selain itu, dianjurkan juga untuk membaca ilmu-ilmu di luar bidang akademis kita. Hal ini penting ketika pada saatnya nanti bidang lain itu ternyata booming dan dapat menjadi mesin penghasil uang.
  • Berdoa sesering mungkin
    Semakin sering berdoa, semakin besar pula kemungkinan doa kita dijawab oleh yang di Atas. Bedoa yang baik-baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga doa untuk keluarga kita kelak. Biarkanlah doa itu tertanam di alam bawah sadar Anda. Membuat Anda tidak percaya ketika doa itu benar-benar terwujud pada saatnya nanti.***
Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s