Bandung Lautan Air

Menyelamatkan diri

Menyelamatkan diri

Walaupun banjir tetap semangat

Walaupun banjir tetap semangat

Pemandangan itu ternyata kulihat dengan mata kepalaku sendiri. Bandung bukan lautan api, bukan juga lautan asmara, tapi Bandung lautan air hujan+air limbah+tanah+pasir+sampah+sedikit bau menyengat limbah pabrik.

Foto ini kuambil tepatnya hari Sabtu lalu, tgl 20 Maret 2010, sekitar pukul 17:25, pulang dari hari terakhir jadwal kerjaku di minggu itu. Sebenarnya ingin kuambil yg lebih dahsyat lagi, namun apa boleh buat, saat itu aku juga menjadi korban. Terjebak diantara lautan air yg kecokelatan itu.

Pikiranku sudah mengawang. Rasa putus asa, membuat aku sempat berpikir, malam itu aku dan suami tidak akan bisa pulang ke rumah, merasakan kasur yang empuk dan hangatnya selimut. Tapi untunglah, suamiku tercinta tidak melunturkan tekadnya untuk keluar dari situ. Walaupun sepeda motornya menjadi korban, karena mogok dan harus masuk bengkel, serta rawat jalan satu minggu sekali untuk ganti oli. Maafkan.. 😦

Sementara aku.. Bingung, merasa bersalah, dan tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya berdoa, semoga semuanya dapat kami lewati. Berdoa agar janin yg ada di rahimku juga kuat dengan kondisi saat itu. Sekujur tubuhku basah kuyup kehujanan. Air kecoklatan itu juga dengan hebatnya merayap sampai tidak ada kering yang tersisa di celanaku. Air kotor dengan berjuta kuman, dan mikroba, atau bahkan binatang-binatang kecil yang tak kentara, bau yang tak jelas.. Ihh…

Mungkin ini teguran dari Tuhan untuk kita. Yang secara sadar atau tidak selalu merusak alam.. Setiap hari.. Setiap saat, sampai alam tak lagi bersahabat dengan kita.

Kali ini adalah banjir yang terparah seumur hidupku, yang tak pernah tahan meninggalkan bandung dalam waktu yang lama. Melihat banjir sampai seatap rumah, bahkan sampai menenggelamkan rumah-rumah penduduk di bandung selatan. Melenyapkan harta dan benda berharga yang mereka miliki. Hanya meninggalkan pasrah..atau mungkin yang tersisa hanya rasa putus asa.

Saudaraku.. Bersabarlah.. Semuanya pasti akan berlalu. Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita.***

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s