Zakat H. Syaichon Menjemput Maut

Sore itu… Sehabis shalat Ashar. Setelah membaca beberapa ayat suci Al-Quran aku menyalakan TV di kamarku. Saat itu di TV aku melihat sebuah tayangan berita investigasi di salah satu Televisi swasta Indonesia. Tayangan itu memperlihatkan kejadian pembagian zakat H Syaichon Fikri yang membawa maut di Desa Purutrejo pasuruan yang terjadi tgl 15-september 2008. Insiden itu mengakibatkan meninggalnya 21 orang manula dan beberapa orang luka-luka.

Sebegitu miskinnyakah umat islam sampai berebutan mengantri untuk mendapatkan zakat dari sang dermawan. Demi uang Rp. 30.000,- mereka rela berdesak-desakan dalam sumpeknya ruang yang bahkan membuat mereka kehilangan nyawanya. Bahkan ada korban meninggal yang meninggalkan buah hati mereka yang kini menjadi yatim piatu. Akan jadi apa mereka kelak?? Sudah ditinggal ayah kini hidup Tanpa Ibu??

Terbayang jika itu aku. Sepertinya dunia ini seakan sudah berakhir untukku… Satu-satunya orang yang membiayaiku, orang yang mengurusi mulai dari makanku, sampai sekolahku sudah meninggalkanku di saat usiaku masih terlampau belia, dengan seorang adik laki-laki yang hanya berbeda beberapa tahun dari aku. Siapa yang akan menghidupiku? Harus bekerja apa agar aku dapat bertahan hidup?

Tuhan kenapa engkau harus biarkan Ibuku mati di sana? Maksudnya untuk menyambung beberapa hari hidup kami malah menghilangkan nyawanya yang jauh lebih berharga dari uang Rp 30.000,- itu. Kalau boleh aku meminta…tukarlah nyawanya dengan aku, agar Ia lebih bisa bertahan untuk menjalani sisa hidupnya dengan bahagia daripada aku. Aku takkan bisa berdiri tegak tanpanya…, aku takkan bisa mengangkat daguku tanpanya…, karena aku hanya bisa tertunduk sambil menangis…, karena aku takut menghadapi apa yang akan terjadi di di hari-hari yang akan datang tanpanya…. Aku tak akan sanggup Tuhan…

Meneteslah air mataku…, sambil mataku terus menatap layar kaca yang memutar kejadian itu berulang-ulang. Rasa marah, sedih bercampur malu terus berdetak di batinku….Rasanya tak terima melihat bangsa yang kucintai ini memiliki rakyat dengan kondisi yang semakin hari semakin memperihatinkan. Semua serba susah. Kelaparan dimana-mana, kejahatan karena kemiskinanpun merajalela dimana-mana. Sebenarnya yang mereka inginkan hanya berusaha untuk bertahan hidup.

Sedangkan disisi yang lain, dari ke hari kita melihat semakin banyak juga tikus berdasi yang ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Mereka yang memakan uang rakyat. Mereka yang memakan hak kita…bangsa Indonesia. Termasuk ratusan orang yang berdesakan dalam antrian zakat itu yang seharusnya diperjuangkan. Mereka yang seharusnya bisa hidup tentram, damai, dan sejahtera di bumi yang sungguh mereka cinta sepenuh hati. Negeri yang elok dengan kekayaan alam yang berlimpah yang kini malah dijual oleh segelintir bangsa kita sendiri, sihingga kita tidak mendapatkan apa-apa lagi dari ibu pertiwi ini.

Adakah Ibu Pertiwi kita kini sudah membenci kita. Sehingga ia tak lagi ramah kepada kita? Ia melaknat kita karena serakahnya para pejabat yang hanya memikirkan keuntungan untuk diri mereka sendiri bukan untuk kepentingan rakyat. Tapi jangan pesimis dulu. Walau bagaimanapun kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai. Mari kita bangkit bersama-sama. Ulurkan tangan bergandengan bersama-sama mengembalikan Ibu pertiwi agar ramah kembali, sehingga yang ada hanya senyuman kebahagian dari anak-anak bangsa. Agar mereka bisa tegak berjalan, memandang masa depan cerah sehingga dengan percaya diri mereka siap untuk bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Biarlah perlahan, tapi pasti. Kita bangun sedikit demi sedikit puing-puing kesedihan, keputusasaan menjadi sebuah energi yang besar. Energi yang mampu membuat kita bangkit menjadi lebih baik. Mulai itu dari diri kita sendiri. Berusahalah untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Mari kita saling menyemangati satu sama lain. Tidak usah jadikan perbedaan menjadi kita semakin jauh. Tapi jadikan perbedaan menjadi sebuah kekayaan kita. Baik dalam wacana budaya maupun perbedaan pendapat. Hilangkanlah rasa benci..biarkan kasih sayang yang menggantinya. Agar semua orang merasa nyaman satu dengan yang lainnya.

Orang-orang ahli, orang-orang kaya berkumpulah dengan apa yang kalian miliki, menyatukan kekuatan untuk membuat bangsa ini tegak kembali. Semua Profesi jadilah orang yang profesional yang berperikemanusiaan dalam mengerjakan pekerjaannya. Untuk para pengusaha, bantulah pengusaha kecil untuk menjadi besar. Berbagilah ilmu dengan semua orang jika kita yakin ilmu itu akan berguna untuknya kelak. Untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik. Kekayaan hati yang dimiliki akan mencetak banyak orang kaya. Yang sudah kaya berbagilah tanpa pamrih, tanpa ingin dipuji, biarlah Tuhan yang akan membalasnya kelak. Tuhan tidak akan salah memberi pahala begitupun sebaliknya. Ayo Indonesia, BANGKITLAH!!! Aku masih tetap mencintaimu….***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s