Prospek Dunia Buku Indonesia dan Strategi Melejitkannya

Toko Buku yang kian diminati

“Buku adalah Jendela Ilmu dan Membaca Adalah Kuncinya’

Tak bosan-bosannya guru-guru kita mengingatkan hal itu. Agar anak didiknya mau membaca. Bahkan dalam islam membaca itu adalah ibadah. Dengan membaca kita dapat mengetahui alam semesta yang luas ini. Kita menjadi tahu isi bumi dari yang terbesar sampai terkecil. Bahkan keajaiban-keajaiban perilaku alam yang menakjubkan yang menunjukan kebesaran Tuhan. Kita dapat melihat dunia lebih dekat dengan imajinasi yang dahsyat dengan membaca. Betapa beruntungnya orang yang suka membaca karena banyak hal yang ia tahu lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tak gemar membaca.

Salah satu bacaan itu adalah buku. Dengan buku itulah kita bisa menyelami berbagai macam ilmu. Mulai dari ilmu alam, ilmu sosial, ilmu bahasa, ilmu agama, Teknik dan banyak lagi. Apapun yang ingin kita tahu kita dapat menyelaminya lebih dalam dengan membaca buku. Walaupun kini media elektronik juga semakin canggih tetap saja buku lebih unggul dibandingkan yang lainnya. Hal itu terjadi karena buku jelas mengupas lebih dalam mengenai suatu topik. Dalam buku dijelaskan secara sistematis mengenai topik yang menjadi bahasan utama dari karya tulis tersebut. Buku juga dapat selalu kita baca dan baca lagi tidak seperti media elektronik yang hilang seketika itu juga kecuali jika penonton atau pendengar meminta diulang baru ada kemungkinan ditayangkan atau diputar kembali.

Jika buku itu bersifat mendidik maka akan mudah bagi kita yang sedang menyelami ilmu yang terdapat dalam buku itu untuk kembali mengingat jika lupa dengan membuka kembali lembar demi lembarnya. Jika buku itu bersifat memotivasi atau menghibur, maka buku itu bisa selalu menjadi obat yang manjur untuk menghilangkan perasaan-perasaan negatif yang ada dalam diri. Atau bahkan menjadi hiburan yang paling mangasyikan. Membuat pembaca seakan punya dunia sendiri yang tidak bisa dibagi dengan yang lain. Maka tak jarang kita melihat orang yang tiba-tiba tersenyum atau bahkan tertawa ketika ia sedang membaca suatu buku. Membuat kita penasaran untuk menelisik dan ingin tahu buku apa yang sedang dibacanya, bahkan penasaran ingin membaca buku tersebut. Satu keuntungan untuk penerbit tentunya.

Walaupun berbagai data yang didapat dari berbagai survey menyataan bahwa daya baca masyarakat kita rendah yang menjadikan sebuah stigma bahwa buku tidak laku dijual di Indonesia dapat kita patahkan. Para penerbit tidak usah khawatir karena banyak jalan yang bisa dicapai agar buku bisa menjadi selebritis dalam dunia bisnis. Buku memiliki prospek yang cerah tentunya. Kita bisa membuat orang lebih banyak membaca buku dan membuat buku sebagai kebutuhannya. Sehingga usaha penerbitan buku tidak hanya bergantung pada buku-buku literatur atau buku pelajaran saja yang selama ini pasti laku di pasaran karena memang pasarnya sudah jelas. Tinggal menghitung jumlah sekolah, jumlah siswa, jumlah universitas dan jumlah mahasiswanya, setelah itu tinggal bagian promosi dan pemasaran yang bertarung maka selesailah dengan hitungan matematis kalkulasi modal dan keuntungan.

Ada beberapa hal untuk menyiasatinya. Bagaimana agar buku tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan sebagai buku pegangan saja yang pada kenyataannya memang hanya dipegang saja bukan dibaca. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu melihat dengan mata terbuka dari berbagai sisi dan tentu saja dari berbagai sudut pandang yang berbeda untuk melihat apa yang terjadi di masyarakat. Kemudian menyingkapi dengan melihat gejala yang ada di masyarakat untuk menyelami apa sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Karena kecenderungan yang terjadi masyarakat Indonesia bahwa mereka hanya ingin membaca buku yang sesuai dengan kebutuhannya akan informasi yang ingin diketahuinya saja. Sehingga mereka mencari buku yang berkaitan untuk mengetahui lebih dalam mengenai topik tersebut.

Kedua Penerbit harus jeli mencari penulis-penulis sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan masyarakat tersebut. Penulis yang betul-betul tahu banyak akan bidangnya, bukan setengah-setengah, sehingga buku itu benar-benar mencerdaskan pembaca, bukan malah sebaliknya. Karena pada akhirnya justru akan menjadi bumerang bagi penerbitnya. Tidak hanya ahli dibidangnya, tapi ia juga pandai bertutur dalam tulisan, sehingga ketika pembaca membaca bukunya proses transfer ilmu dari penulis pada pembaca dapat benar-benar terjadi. Penulis benar-benar bisa membahasakan apa yang ada di pikirannya dengan pembaca sehingga pembaca merasa sekan ia sedang berbicara dengan penulis secara personal. Sehingga di sini keterampilan penulis harus selalu diasah sehingga tulisan-tilisannya bisa menyentuh si pembaca. Ini termasuk salah satu yang menyebabkan banyak pembaca yang fanatik terhadap karya seorang penulis. Ketika ia sudah merasa nyaman dan ketagihan berbicara dengan penulis tersebut melalui buku, maka setiap buku yang ditulis penulis tersebut pasti ia beli berapapun harganya. Masuklah kuntungan itu ke tangan penerbit-penerbit yang pandai menggaet penulis bermutu tersebut.

Ketiga, istilah don’t judge a book from its cover itu ternyata tidak berlaku di kalangan masyarakat Indonesia, karena cover justru yang pertama kali mereka lihat. Kesan pertama yang membuat mereka ingin melihat lebih dekat, membuat mereka penasaran dan akhirnya mencoba membacanya. Oleh karena itu penerbit juga harus mencari para designer yang dapat menghasilkan cover yang menarik sedemikian mungkin termasuk lay out bagian dalam buku yang mudah dibaca dan menimbulkan rasa senang pembaca ketika pembaca membacanya. Dipastikan ini juga membuat pembaca ketagihan membaca buku.

Selebihnya seringlah berpromosi dan memperluas pasar. Biarkan semua orang tahu buku-buku berkualitas yang sudah kita buat. Percaya atau tidak pembicaraan dari mulut ke mulut tetap lebih dahsyat dibandingkan dengan iklan yang kita buat. Ide lakukan hal kecil untuk mendapat hal besar bisa dilakukan dalam strategi berpromosi dan pemasaran ini. Jadikan karyawan-karyawan perusahaan sebagai agen promosi kita. Setiap orang memiliki tugas mempromosikan minimal 1 buku saja setiap hari kepada orang yang berbeda. Dalam 1 bulan berapa orang yang tahu buku-buku bagus yang kita hasilkan itu? Berapa orang yang tertarik dengan buku itu? Berapa orang yang membeli buku itu? Pastilah buku melejit di pasaran, khususnya Indonesia.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s