Posted by: Irma Essanovia on: Wednesday, 25 January, 2012
Sebetulnya ada tidak sih pekerjaan yang membodohkan dan pekerjaan yang mencerdaskan? Pertanyaan itu akan hadir ketika kita dihadapkan pada suatu relita, apalagi kalau bukan kebutuhan materi. Kebutuhan yang tidak bisa kita tolak dan mengharuskan kita untuk mencari sumber penghasilan. Itulah yang kadang kita mengambil pekerjaan apa saja asalkan halal. Tidak peduli pekerjaan itu membodohkan atau mencerdaskan kita.
Jawabannya sebetulnya tidak akan kita ketahui di awal. Baru kita sadari ketika kita sedang atau telah menjalani pekerjaan itu. Saat itulah kita dapat menemukan jawabannya. Mungkin Anda sendiri bisa bertanya pada diri Anda pribadi “Apakah pekerjaan ini membodohkan saya atau mencerdaskan saya?”, dan jawabannya hanya Anda sendirilah yang mengetahuinya, karena Anda sendiri yang mengetahui sejauh mana potensi yang Anda miliki dan sejauh mana pekerjaan tersebut mempengaruhi kecerdasan Anda.
Sebelum Anda mengetahui atau berkenalan dengan sebuah pekerjaan atau profesi baru biasanya banyak hal yang ingin Anda ketahui tentang pekerjaan atau profesi tersebut. Bagaimana Job desk-nya, waktu kerjanya, cara kerjanya, budaya kerjanya, salary-nya, jaminannya, dan lain sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut yang perlu Anda tanyakan hanya dua point saja, yaitu bagaimana job desk-nya dan seperti apa pekerjaannya. Dari sana Anda bisa sedikit mengetahui apakah pekerjaan atau profesi yang akan Anda geluti nantinya ini akan membodohkan atau mencerdaskan Anda.
Pekerjaan yang mencerdaskan adalah pekerjaan yang membuat Anda berkembang, baik dari segi pengetahuan, pemikiran, kedewasaan, atau pandangan Anda tentang pekerjaan tersebut khususnya dan tentang kehidupan pada umumnya. Pekerjaan yang membodohkan yaitu pekerjaan yang memiliki ciri sebaliknya, yaitu tidak membuat pengetahuan, pemikiran, kedewasaan, dan pandangan Anda tidak berkembang. Sekali lagi jawabannya hanya Anda sendiri yang mengetahuinya.
Jika Anda termasuk orang yang malas untuk belajar atau untuk mengetahui hal baru, sepertinya Anda akan puas jika pekerjaan itu benar-benar sudah Anda kuasai. Mengerjakan hal yang sama selama bertahun-tahun, dengan pekerjaan yang sama, bahkan kasus atau permasalahan yang membutuhkan solusi yang sama dalam pekerjaan Anda tersebut. Naasnya lagi keberuntungan tidak pernah berpihak pada Anda, ketika teman-teman Anda sudah naik pangkat atau jabatan, Anda masih…saja dengan posisi dan pekerjaan yang sama, termasuk gaji yang juga tidak pernah berubah.
Pada titik ini bisa jadi Anda memang sampai pada titik aman karena sudah menguasai pekerjaan tersebut, namun jangan harap Anda dapat bertamba pintar dengan pekerjaan atau profesi tersebut. Apa bedanya Anda dengan robot jika setiap hari berkutat dengan hal yang sama? Sungguh miskin jiwa Anda karena ini, sementara semakin hari umur Anda semakin bertambah dan semakin banyak saingan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Harapann Anda hanya satu, yaitu keberuntungan untuk mendapatkan promosi, atau rasa kasihan dari atasan Anda sehingga Anda mempunyai posisi baru dengan salary yang lebih besar tentunya dibandingkan posisi Anda sebelumnya di perusahaan tersebut.
Lain lagi jika Anda mendapatkan pekerjaan yang mencerdaskan. Pengetahuan, kemampuan, kedewasaan, pemikiran, dan pandangan Anda yang berkembang membuat Anda tumbuh menjadi pribadi yang semakin cerdas, baik dalam pekerjaan atau profesi Anda ataupun dalam kehidupan. Semakin hari Anda akan semakin cerdas, sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru yang jauh lebih baik atau bahkan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain pun akan semakin besar.
Anda bisa menjadi pribadi yang matang dengan keahlian luar biasa, dan kaya tentunya karena penghasilan Anda lebih besar. Selain kaya materi Anda juga akan kaya jiwa atau batin, inilah sebetulnya yang paling sulit untuk diraih kebanyakan orang, namun bisa Anda dapatkan jika pekerjaan atau profesi Anda mencerdaskan diri Anda.
Sekarang pilihan ada di tangan Anda, ada di posisi mana Anda saat ini, dan akan ke mana tujuan hidup Anda nantinya. Jika pun terpaksa harus memilih pekerjaan yang membodohkan, tetaplah berusaha untuk tidak pernah berhenti belajar dan mengembangkan potensi yang memang Anda miliki karena walaupun sedikit, tapi setidaknya Anda tidak tertinggal oleh orang-orang yang memiliki pekerjaan yang mencerdaskan tersebut.
Jangan biarkan pekerjaan Anda terus menerus membodohkan Anda, dengan menjadikan Anda sebagai robot, sebagai mesin pencetak uang para pemilik modal atau bahkan para outsourching yang secara perlahan menghisap hasil perasan keringat Anda setiap detiknya, bahkan tidak memberikan Anda waktu istirahat yang cukup atau memberikan Anda ruang untuk beraktualisasi menunjukann eksistensi Anda di dunia.***
Posted by: Irma Essanovia on: Friday, 13 January, 2012
“Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang Doa, ketika Allah menunda ijabah Doa itu. Dialah yang menjamin ijabah Doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu. Kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.” (Ibnu Atha’ilah)
Jadi kalau Doa Anda belum terwujud, belum diijabah jangan pernah berhenti untuk melakukan Doa yang sama. Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan Doa umatnya. Banyak orang yang sudah membuktikannya, termasuk saya. Dari dulu saya selalu percaya bahwa apapun yang saya minta dalam Doa.
Selama itu baik menurut Allah, bukan menurut saya pasti dikabulkan. Hanya masalah waktu yang menjadi misteri, kita tidak pernah tahu kapan Doa itu akan dikabulkan. Tapi, selama kita berusaha untuk mewujudkan keinginan kita, dengan selalu diiringi dengan Doa, pasti Doa itu akan terkabul, mimpi dan keinginan itu pasti akan menjadi kenyataan.
Tinggal kita yang harus lebih pandai bersabar dan bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah beri untuk kita hari ini. Jangan lupa juga untuk membagi nikmat itu dengan orang lain, karena berbagi itu indah. Kecuali berbagi suami…hehehe..(amit-amit) Dengan lebih sering berbagi kenikmatan, kenikmatan itu juga ternyata memang akan semakin ditambah. Termasuk kenikmatan iman dan Islam.
Saya bukan orang muslim yang sangat muslimah, tetapi Insyaalah setiap hari selalu belajar untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada salahnya kan saling mengingatkan? Karena kita bersaudara. Ya, Saya dan Anda… kita saudara. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua sebagai bahan renungan dan motivasi untuk selalu berDoa dan tidak berputus asa jika Doa kita belum dikabulkan. Sabar ya… Semuanya akan indah pada waktunya.
***
Posted by: Irma Essanovia on: Saturday, 7 January, 2012
Harga Normal Rp 15.000.000/buku
Harga untuk Anda Rp 7.500.000,-/buku
Potongan harga sampai 50%!
=====================================================================
Kapan lagi ada promosi semacam ini kalau tidak sekarang dari tim penulis profesional berpengalaman?
Segera ambil kesempatan ini karena hanya berlaku untuk 20 orang pertama.
Anda mau menulis buku, tapi tidak tahu caranya. Atau terlalu sibuk dengan urusan lain.
Anda mau menerbitkan buku, tapi tidak mengerti harus bagaimana.
Kesulitan menembus penerbit?
Jangan khawatir, kami dari Sekolah Menulis Kreatif Indonesia akan membantu Anda sampai tuntas.
Sampai buku Anda terbit dan terpajang di toko buku Gramedia dan toko buku ternama lainnya.
—————————
Benefit program:
– Identifikasi dan diagnosis tema, apakah layak terbit dan layak pasar?
– Menentukan pilihan penerbit; diterbitkan oleh penerbit besar atau diterbitkan sendiri?
– Menghubungkan Anda dengan penerbit besar manapun yang Anda mau. Langsung bertemu dengan editornya.
– Menuliskan semua naskah dari nol sampai jadi naskah siap terbit. Anda cukup menyediakan bahan-bahannya saja, apakah bahan tertulis atau masih di dalam kepala Anda. (ketebalan naskah sampai dengan 150 halaman ).
– Wawancara pengumpulan bahan.
– Konsultasi seputar penerbitan dan penulisan.
Segera hubungi kami sebelum kesempatan ini diambil orang lain.
Wujudkan impian memiliki buku sendiri, untuk berbagai keuntungan Anda.
——— ——————————–
Keuntungan menulis buku:
1. Nama Anda menjadi bernilai lebih tinggi (leverage). Sangat penting untuk para pembicara, mentor dan pelatih berbagai bidang.
2. Popularitas akan menjadi milik Anda. Khusus untuk mereka yang berniat menjadi public figure dari berbagai bidang.
3. Stempel untuk kepakaran Anda. Anda mengaku sebagai pakar, tapi tidak memiliki buku, ibarat seorang penyanyi tapi belum menelurkan album. Hal ini sangat penting bagi Anda yang berspesialisasi sebagai pakar di bidang tertentu.
4. Publikasi dan promosi! Ya, buku bisa menjadi media sangat efektif untuk publikasi sekaligus promosi. Status intelektual yang menempel kuat pada buku, membuat nilai publikasi dan promosi di buku menjadi lebih powerful. Manfaat ini amat penting bagi Anda pemilik usaha, para direktur/manajer marketing/promosi dan direktur/manajer sales.
5. Mendapatkan royalti atau passive income. Buku sama seperti produk lainnya, berpotensi memberikan keuntungan langsung materi kepada Anda.
—– ———————————
Kami sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun membantu puluhan pakar, pembicara, mentor, pengusaha dan beragam latar belakangan lainnya dalam menulis buku. Dan mereka sudah mendapatkan semua benefitnya.
Mereka yang sudah kami bantu:
1. Bob Sadino, lewat buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino.”
2. Drs. Suratto Siswodihardjo – pemilik Puri Cikeas perumahannya SBY, lewat buku “The Greatest Secret of Life.”
3. Sendjaja Widjaja, pemiliki Musica Studio, “The Hits Maker.”
4. Jackie Ambadar – pemilik Le Monde – entreprener of the year 2004, “Sukses Besar dengan Usaha Jasa.”
5. Urgyen Rinchen Sim, a protege of John C. Maxwell, “The Server Leadership.”
6. Mike Rini – perencana keuangan, “Smart Money Game.”
7. Lisa Kuntjoro – ratu properti Pondok Indah, “Super Champion.”
8. Muljadi Suhardi – bintang iklan OBH Combi, “Super Sales.”
9. Tirta Setawan – mantan Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia, “Sales Kaya Sales Miskin.”
10. Joe Hartanto – investor properti – mentor EU, “Property Cash Machine.”
11. Dr. Ir. Wahyu Saidi – pemilik Grup Bakmi Langgara, “Kiat Sukses Bisnis Restoran.”
12. Evie Ngangi – pemilik Yayasan Tunas Jaka Sampurna, “Lekuk Liku Bisnis Pendidikan.”
13. Dan banyak lagi….
Kami sudah bekerjasama dengan:
1. Penerbit Elex Media Komputindo (Gramedia Grup).
2. Penerbit Raih Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup).
3. Penerbit Hikmah (Mizan Grup)
4. Penerbit Agro Media
5. Dan lain-lain.
——————–
Hubungi segera:
sekolahmenulis@gmail.com
081511417289
——————–
Atau isi formulir di bawah ini, dan kirimkan ke alamat email di atas.
Nama:
Profesi:
Nomor telpon:
Tema buku yang hendak ditulis:
Bahan-bahan tulisan (pilih salah satu):
a. Masih di kepala
b. Sebagian tertulis
c. Seluruhnya sudah tertulis
Posted by: Irma Essanovia on: Saturday, 26 November, 2011
Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan terungkapnya kasus-kasus transgender di Indonesia yang diawali karena terungkapnya istri yang ternyata laki-laki atau suami yang ternyata perempuan, anak perempuan yang kini berkelamin laki-laki, anak perempuan yang kini remaja dan ingin mengubah identitas kependudukannya menjadi laki-laki, dan yang terbaru yang paling mengejutkan dan menghebohkan tentu saja pengakuan seorang artis cilik Reynaldi yang kini menjadi Dena Rachman.
Mantan artis cilik ini mengaku kalau ia transgender. Reynaldi yang sempat membawakan acara KruCil di SCTV itu kini memilih menjadi wanita. Merasa menempati raga yang salah semakin disadarinya ketika ia bertambah dewasa. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menjadi wanita. Wanita yang cantik hampir 90 % menyerupai wanita tulen. Saya aja lewat
kayaknya..xixixi..Untungnya punya saya asli semua dan saya bersyukur jadi wanita. Alhamdulillah ya…
Ada apa gerangan ini?? Sebetulnya di luar negeri sudah lama transgender menyeruak. Sempat beberapa kali tayang di Oprah Winfrey pengakuan-pengakuan mereka. Kini semakin terbuka di Indonesia. Pengakuan terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap tabu saat ini menjadi layak untuk diperbincangkan (jadi ingat tag sebuah acara infotaintment yang katanya investigasi itu.
Ya…sekarang semua orang rupanya berlomba-lomba mengumumkan aib di media. Tapi apakah transgender ini aib?? Ataukah sebuah takdir?? Bukankan Tuhan sudah menciptakan manusia ini sebagai makhluk yang paling sempurna? Ia ciptakan semua berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. Tidak ada ‘diantaranya’ kan?? Kalaupun ada perempuan yang tomboy, atau laki-laki yang kemayu itu kan hanya masalah kebiasaan saja. Bisa karena faktor lingkungan, sosial, profesi, bahkan didikan orang tua yang salah, atau bisa saja karena kebutuhan ekonomi yang membuatnya harus menjadi seperti sebaliknya.
Saya perempuan, tapi tidak sefeminim perempuan. Dulu saya cenderung tomboy, tapi ini hanya masalah style saja, karena saya tidak suka menggunakan rok yang membuat saya sulit untuk bergerak menjalani aktivitas-aktivitas saya. Saya tidak suka dandan karena saya tidak bisa, tidak sempat, dan tidak mengerti untuk apa itu. Saya juga tidak suka memakai tas-tas kecil yang cantik karena barang bawaan saya tidak akan muat disitu. Saya juga lebih sering memendekan rambut atau diikat karena lebih simpel dan tidak banyak membuang waktu. Sekali lagi ini hanya masalah style.
Di dalam diri saya masih normal, suka liat cowok cakep (Relatif loh ya, karena ga semua cowok cakep enak diliat, dan ga semua cowok jelek ga enak diliat:) , bisa naksir sama cowok, jatuh cinta juga sama cowok, deg-deg an kalau baru pertama kali pegangan tangan sama cowok. Ser-ser an saat dia mulai belai-belai…(Stop!! back to teh topic)
Tapi seiring dengan waktu, perjalanan hiduplah yang pada akhirnya membuat saya seperti sekarang ini. Tidak ‘anti’ feminim…Tapi tidak berlebihan juga. Saya berdandan jika ingin saja. Sekali-kali menyenangkan suami, tidak ingin membuatnya malu jika saya harus pergi bersamanya ke acara-acara resmi, kadang malah aga takut dan mulai panik kalau suami udah mulai protes tentang waktu yang saya sita untuk ber-make up ria. (Maaf ya sayang
Jadi seharusnya transgender itu tidak ada. Buat kamu yang mulai berpikir untuk transgender, lupakanlah! Bukankah ketika ditiupkan roh ke dalam ragamu kamu sudah menerima takdirmu sebagai seorang wanita atau laki-laki? Jadi jika karena pergaulan, didikan yang salah, lingkungan, dll yang membuatmu jadi kewanita-wanitaan atau macho seperti laki-laki, Maafkanlah… Belajarlah berdamai dengan diri sendiri. Kamu sudah sempurna dengan apa yang kamu miliki. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan-Nya yang lain.
Lebih baik uang buat operasi plastik.operasi kelaminnya disumbangkan buat anak yatim piatu atau buat biaya operasi orang-orang yang tidak beruntung karena memiliki ketidaksempurnaan dalam fisiknya, seperti mereka yang tumor, hidrosephalus, bibir sumbing, atau buat recovery wajah para TKI yang jadi korban siksaan majikannya. Jangan lupa minta Doa mereka biar berkah, minta didoakan agar kamu bisa menjadi wanita tulen atau lelaki tulen seperti yang telah ditakdirkan Allah, Insyaallah dikabulkan.***
Posted by: Irma Essanovia on: Sunday, 20 November, 2011
Huft…demam stand up comedy, jadi ikut-ikutan Ernest so dramaqueen…xixixixi…
Sebelum ngerjain kerjaan gue yang sempat tertunda beberapa hari karena kesulitan mendapat timing yang tepat, gue mau curhat dulu ah…Sedikit meluapkan apa yang ada dalam sanubariku. Ciyehh…eh salah…Huft…
Akhirnya…gue bisa mengerjakan pekerjaan tertunda ini dengan lebih tenang. Karena ternyata, baru juga niat gue mau shalat istikharah untuk memastikan apakah gue pergi atau enggak ke Jakarta untuk merubah nasib, jawabannya sudah ada tadi siang. Padahal tadinya gue galaw karena ga bisa shalat akibat kodrat gue sebagai wanita yang belum monopouse. Ciyeeh…galaw..kaya adik gue aja…hehehe..galaw akibat jerawat yang tak kunjung sembuh di mukanya.
Tuhan memang maha tahu apa yang gue rasakan. Tidak perlu menunggu sampai gue bisa shalat lagi, Dia sudah memberikan jawabannya. Terimakasih Tuhan…(dengan perasaan sedikit kecewa bercampur rasa lega). Kenapa?? Karena Dia memberi jalan apa yang harus gue lalui untuk saat ini. Apa yang harus gue kerjakan saat ini. Sesuatu untuk menuju jalan dalam penemuan ’Cheese’ gue yang sampai sekarang belum ketahuan adanya di mana.
Beberapa hari yang lalu gue bertemu seorang teman, dan ternyata secara tidak sengaja, dia memahami apa yang gue rasakan. Tanpa sengaja pula, Dia memberikan sedikit pencerahan buat batin gue yang saat ini yang mungkin sedang sesat. Sesat karena merasa hidup ini butek…banget. Sepertinya hidup gue begitu dekatnya dengan kesulitan. Tapi ternyata, dibalik kesulitan itu, ada satu hal yang memang selama ini gue lupakan. Meminta secara empat mata, meminta dengan sangat, dan meminta dengan penuh kekhusuan.
Ini lah saat gue mendapatkan “AHA!” dalam hidup gue untuk yang kesekian kalinya. Tapi kali ini AHA Time itu datangnya di motor, saat gue berkendara menuju rumah setelah bertemu dengan seorang teman yang sekarang jadi bos gue. Dalam perjalanan panjang itu, gue berpikir, terus berpikir…bahkan terngiang-ngiang apa yang dikatakan si Bos. “Tidak hanya perlu kepintaran, keahlian, atau prestasi saja yang diperlukan untuk mendapatkan ‘Emas’ kita. Tapi juga dengan meminta petunjuknya, lewat shalat istikharah, Tahajud, dll.” Ujarnya…(dan gue tahu, ini pengalaman nya, karena dia juga pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang gue rasakan saat ini. Mencari ‘Emas’ yang dalam istilah gue emas itu adalah ‘Cheese’ seperti di buku favorit gue ‘Who Move My Cheese?’ yang ditulis Dr. Spencer Johnson itu.
Kalau dilihat dari sejarahnya, gue tahu banget, yang sekarang jadi bos gue itu, dulunya, males kuliah, sering bolos, tukang kesiangan, lulus kuliahnya lama, nilainya banyak yang jeblog, kalau ngerjain sesuatu pasti molor dari deadline, sering banget terpuruk dalam banyak hak yang membuatnya galaw. Tapi tenyata, sekarang dia jadi orang sukses. Bisa menyediakan lapangan kerja untuk orang lain kaya gue, dan teman-teman lainnya. Mungkin secara tidak sengaja dia juga membuka rahasia suksesnya. Dia juga bilang bahwa setelah dia mengerjakan shalat-shalat Sunat itu, tanpa sadar, banyak kemudahan yang dia dapatkan, jalan yang dia lalui untuk menemukan ‘Emas’-nya betapa mulusnya, dan itu sangat luar biasa.
Oh..Itu ternyata yang kurang selama ini. Huft… Kemungkinan besar yang membuat gue kesulitan mendapatkan ‘Cheese’ gue. Mulai saat ini, setelah gue mandi wajib, gue janji, akan lebih rajin untuk menjalankan shalat-shalat sunat yang selama ini sering dengan sengaja gue abaikan, padahal sering banget gue sengaja bangun tengah malam untuk mengerjakan pekerjaan gue. Kenapa susah banget mengorbankan waktu 20 menit… aja untuk shalat malam. Huft… Ayo berubah!! Menjadi lebih baik tentunya. Semoga menjadi manusia yang lebih baik membuat hidupmu menjadi lebih baik. Huft…
Posted by: Irma Essanovia on: Thursday, 27 October, 2011
Ternyata ada juga yang punya pikiran sepicik itu.
Rasanya sedih, dan yang pasti sangat kecewa.
Baru kali ini rasanya sesakit ini setelah sekian lama baik-baik saja dengan kondisi yang terjadi belakangan ini di kehidupanku
Arrgh….
Ternyata dia tidak mengerti keadaanku…
Ternyata apa yang aku lakukan tidak berarti dimatanya…
Selalu seperti itu pada akhirnya…
Haruskah aku meneriakinya lagi untuk mengusir kegalauan yang aku rasakan ini?
Untuk melepas semua kesedihan, yang menjadi sebuah amarah di jiwa?
Aku kehabisa kata..
Dan enggan berkata-kata..
Ijinkan aku menangis…
Kali ini saja…
Dan biarkan aku merasakan ini sebagai sebuah pecutan…
Untuk aku, darimu yang mengasihiku…
Recent Comments